Stabilitas Obat & Shelf Life
1. Pengertian Stabilitas Obat
Stabilitas obat adalah kemampuan obat untuk mempertahankan mutu, keamanan, dan efektivitasnya selama penyimpanan atau pemakaian.
Obat yang tidak stabil dapat mengalami:
-
penurunan kadar zat aktif
-
perubahan warna, bau, atau rasa
-
terbentuknya zat berbahaya
2. Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Obat
A. Faktor Kimia
-
Reaksi oksidasi → obat menjadi rusak jika terkena udara
-
Hidrolisis → obat rusak karena air / kelembaban
-
Contoh: aspirin mudah terhidrolisis menjadi asam salisilat + asam asetat
B. Faktor Fisik
-
Perubahan warna, bau, bentuk
-
Kelembaban dan panas dapat menyebabkan tablet melembek atau pecah
C. Faktor Biologi / Mikroba
-
Obat cair bisa terkontaminasi mikroba
-
Contoh: sirup tanpa pengawet bisa cepat berjamur
D. Faktor Lingkungan
-
Panas
-
Cahaya
-
Kelembaban
-
Kontaminasi udara
3. Shelf Life (Masa Simpan)
Shelf life adalah waktu obat tetap stabil dan aman digunakan sesuai kondisi penyimpanan.
Ditentukan melalui:
-
Uji stabilitas di laboratorium
-
Standar CPOB / regulasi obat
4. Cara Menjaga Stabilitas Obat
-
Simpan di tempat kering
-
Hindari kelembaban tinggi
-
-
Simpan di suhu sesuai instruksi
-
Obat tertentu harus di kulkas (2–8°C)
-
Obat lainnya cukup suhu kamar (25°C)
-
-
Lindungi dari cahaya langsung
-
Gunakan botol gelap atau blister aluminium
-
-
Tutup rapat kemasan obat
-
Mengurangi oksidasi dan kontaminasi
-
-
Gunakan pengawet untuk sediaan cair
-
Sirup, suspensi, atau salep
-
5. Uji Stabilitas Obat
Dalam industri farmasi, obat diuji melalui:
-
Uji fisik → warna, bau, bentuk, kekerasan tablet
-
Uji kimia → kadar zat aktif tetap sesuai standar
-
Uji mikrobiologi → tidak ada pertumbuhan mikroba berbahaya
-
Uji penyimpanan → suhu dan kelembaban ekstrim untuk simulasi umur obat
No comments:
Post a Comment