DIABETES MELITUS
Farmakoterapi & Pendekatan Klinis
📚 1. DEFINISI
Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.
Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, terutama:
🫀 Jantung
🧠 Otak
👁️ Mata
🩺 Ginjal
🦶 Saraf perifer
📚 2. KLASIFIKASI DIABETES
🔹 1. Diabetes Tipe 1
-
Kerusakan sel beta pankreas (autoimun)
-
Produksi insulin sangat sedikit atau tidak ada
-
Memerlukan insulin seumur hidup
🔹 2. Diabetes Tipe 2 (paling umum)
Karakteristik:
✔ Resistensi insulin
✔ Defisiensi insulin relatif
✔ Berhubungan dengan obesitas & gaya hidup
🔹 3. Diabetes Gestasional
Terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormonal.
🔹 4. Diabetes Sekunder
Akibat kondisi lain atau obat tertentu.
📚 3. PATOFISIOLOGI DIABETES TIPE 2
Tiga mekanisme utama:
🧬 1. Resistensi insulin
Sel tubuh tidak responsif terhadap insulin → glukosa tidak masuk ke sel.
🧬 2. Penurunan sekresi insulin
Sel beta pankreas tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin.
🧬 3. Peningkatan produksi glukosa hati
Hati tetap memproduksi glukosa meskipun kadar gula tinggi.
📚 4. TUJUAN TERAPI
✔ Mengontrol kadar glukosa darah
✔ Mencegah komplikasi akut & kronis
✔ Menjaga kualitas hidup
✔ Mengurangi mortalitas
Target umum:
-
Gula darah puasa < 126 mg/dL
-
HbA1c < 7% (individualized)
📚 5. TERAPI NON-FARMAKOLOGIS
Langkah pertama pada DM tipe 2:
🥗 Diet
-
Pembatasan karbohidrat sederhana
-
Kontrol kalori
-
Serat tinggi
🏃 Aktivitas fisik
Meningkatkan sensitivitas insulin.
⚖️ Penurunan berat badan
Sangat efektif pada pasien obesitas.
📚 6. TERAPI FARMAKOLOGIS
🔹 6.1 BIGUANID (Lini pertama)
Contoh: Metformin
Mekanisme
✔ Menurunkan produksi glukosa hati
✔ Meningkatkan sensitivitas insulin
✔ Tidak menyebabkan hipoglikemia
Efek samping
-
Gangguan gastrointestinal
-
Risiko asidosis laktat (jarang)
Keunggulan
✔ Tidak menaikkan berat badan
✔ Risiko hipoglikemia rendah
🔹 6.2 SULFONILUREA
Contoh: Glibenclamide
Mekanisme
Merangsang pankreas mengeluarkan insulin.
Risiko utama
⚠️ Hipoglikemia
⚠️ Peningkatan berat badan
🔹 6.3 THIAZOLIDINEDIONE
Contoh: Pioglitazone
Mekanisme
Meningkatkan sensitivitas insulin pada jaringan perifer.
Efek samping
-
Retensi cairan
-
Edema
-
Risiko gagal jantung
🔹 6.4 DPP-4 INHIBITOR
Contoh: Sitagliptin
Mekanisme
Meningkatkan hormon incretin → meningkatkan sekresi insulin.
Keunggulan:
✔ Risiko hipoglikemia rendah
✔ Netral terhadap berat badan
🔹 6.5 SGLT2 INHIBITOR
Contoh: Empagliflozin
Mekanisme
Menghambat reabsorpsi glukosa di ginjal → glukosa keluar lewat urin.
Keuntungan tambahan:
✔ Penurunan berat badan
✔ Manfaat kardiovaskular
Efek samping:
-
Infeksi saluran kemih
-
Dehidrasi
🔹 6.6 INSULIN
Digunakan jika:
✔ Gula darah sangat tinggi
✔ Terapi oral gagal
✔ Kehamilan
✔ DM tipe 1
Contoh: Insulin
📚 7. JENIS INSULIN
| Jenis | Onset | Durasi |
|---|---|---|
| Rapid | Cepat | Pendek |
| Short | Sedang | Pendek |
| Intermediate | Sedang | Menengah |
| Long acting | Lambat | Panjang |
📚 8. KOMPLIKASI DIABETES
⚡ Akut
-
Hipoglikemia
-
Ketoasidosis diabetik
-
Hiperglikemia hiperosmolar
🕰️ Kronis
Mikrovaskular
-
Retinopati
-
Nefropati
-
Neuropati
Makrovaskular
-
Penyakit jantung koroner
-
Stroke
-
Penyakit arteri perifer
📚 9. MONITORING TERAPI
Parameter klinis
✔ Gejala hiperglikemia
✔ Berat badan
✔ Tekanan darah
Parameter laboratorium
✔ Gula darah puasa
✔ Gula darah 2 jam postprandial
✔ HbA1c
✔ Fungsi ginjal
📚 10. PERAN FARMASIS KLINIS
Farmasis berperan dalam:
✔ Edukasi penggunaan obat
✔ Pencegahan hipoglikemia
✔ Monitoring interaksi obat
✔ Meningkatkan kepatuhan
✔ Konseling gaya hidup
No comments:
Post a Comment