Friday, March 13, 2026

Diabetes Melitus

DIABETES MELITUS

Farmakoterapi & Pendekatan Klinis


📚 1. DEFINISI

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ, terutama:

🫀 Jantung
🧠 Otak
👁️ Mata
🩺 Ginjal
🦶 Saraf perifer


📚 2. KLASIFIKASI DIABETES

🔹 1. Diabetes Tipe 1

  • Kerusakan sel beta pankreas (autoimun)

  • Produksi insulin sangat sedikit atau tidak ada

  • Memerlukan insulin seumur hidup


🔹 2. Diabetes Tipe 2 (paling umum)

Karakteristik:

✔ Resistensi insulin
✔ Defisiensi insulin relatif
✔ Berhubungan dengan obesitas & gaya hidup


🔹 3. Diabetes Gestasional

Terjadi selama kehamilan akibat perubahan hormonal.


🔹 4. Diabetes Sekunder

Akibat kondisi lain atau obat tertentu.


📚 3. PATOFISIOLOGI DIABETES TIPE 2

Tiga mekanisme utama:

🧬 1. Resistensi insulin

Sel tubuh tidak responsif terhadap insulin → glukosa tidak masuk ke sel.


🧬 2. Penurunan sekresi insulin

Sel beta pankreas tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin.


🧬 3. Peningkatan produksi glukosa hati

Hati tetap memproduksi glukosa meskipun kadar gula tinggi.


📚 4. TUJUAN TERAPI

✔ Mengontrol kadar glukosa darah
✔ Mencegah komplikasi akut & kronis
✔ Menjaga kualitas hidup
✔ Mengurangi mortalitas

Target umum:

  • Gula darah puasa < 126 mg/dL

  • HbA1c < 7% (individualized)


📚 5. TERAPI NON-FARMAKOLOGIS

Langkah pertama pada DM tipe 2:

🥗 Diet

  • Pembatasan karbohidrat sederhana

  • Kontrol kalori

  • Serat tinggi

🏃 Aktivitas fisik

Meningkatkan sensitivitas insulin.

⚖️ Penurunan berat badan

Sangat efektif pada pasien obesitas.


📚 6. TERAPI FARMAKOLOGIS


🔹 6.1 BIGUANID (Lini pertama)

Contoh: Metformin

Mekanisme

✔ Menurunkan produksi glukosa hati
✔ Meningkatkan sensitivitas insulin
✔ Tidak menyebabkan hipoglikemia

Efek samping

  • Gangguan gastrointestinal

  • Risiko asidosis laktat (jarang)

Keunggulan

✔ Tidak menaikkan berat badan
✔ Risiko hipoglikemia rendah


🔹 6.2 SULFONILUREA

Contoh: Glibenclamide

Mekanisme

Merangsang pankreas mengeluarkan insulin.

Risiko utama

⚠️ Hipoglikemia
⚠️ Peningkatan berat badan


🔹 6.3 THIAZOLIDINEDIONE

Contoh: Pioglitazone

Mekanisme

Meningkatkan sensitivitas insulin pada jaringan perifer.

Efek samping

  • Retensi cairan

  • Edema

  • Risiko gagal jantung


🔹 6.4 DPP-4 INHIBITOR

Contoh: Sitagliptin

Mekanisme

Meningkatkan hormon incretin → meningkatkan sekresi insulin.

Keunggulan:
✔ Risiko hipoglikemia rendah
✔ Netral terhadap berat badan


🔹 6.5 SGLT2 INHIBITOR

Contoh: Empagliflozin

Mekanisme

Menghambat reabsorpsi glukosa di ginjal → glukosa keluar lewat urin.

Keuntungan tambahan:
✔ Penurunan berat badan
✔ Manfaat kardiovaskular

Efek samping:

  • Infeksi saluran kemih

  • Dehidrasi


🔹 6.6 INSULIN

Digunakan jika:

✔ Gula darah sangat tinggi
✔ Terapi oral gagal
✔ Kehamilan
✔ DM tipe 1

Contoh: Insulin


📚 7. JENIS INSULIN

JenisOnsetDurasi
RapidCepatPendek
ShortSedangPendek
IntermediateSedangMenengah
Long actingLambatPanjang

📚 8. KOMPLIKASI DIABETES

⚡ Akut

  • Hipoglikemia

  • Ketoasidosis diabetik

  • Hiperglikemia hiperosmolar


🕰️ Kronis

Mikrovaskular

  • Retinopati

  • Nefropati

  • Neuropati

Makrovaskular

  • Penyakit jantung koroner

  • Stroke

  • Penyakit arteri perifer


📚 9. MONITORING TERAPI

Parameter klinis

✔ Gejala hiperglikemia
✔ Berat badan
✔ Tekanan darah


Parameter laboratorium

✔ Gula darah puasa
✔ Gula darah 2 jam postprandial
✔ HbA1c
✔ Fungsi ginjal


📚 10. PERAN FARMASIS KLINIS

Farmasis berperan dalam:

✔ Edukasi penggunaan obat
✔ Pencegahan hipoglikemia
✔ Monitoring interaksi obat
✔ Meningkatkan kepatuhan
✔ Konseling gaya hidup

No comments:

CRITICAL CARE PHARMACY (ICU) Farmasi pada Pasien Kritis

📚 1. DEFINISI Critical Care Pharmacy adalah cabang farmasi klinis yang berfokus pada pengelolaan terapi obat pada pasien dengan kondisi m...