SIKLUS HIDUP MANUSIA - Fijri Rachmawati, S.S.T.,M.Keb
Kehidupan manusia dimulai dari bertemunya sperma dan sel telur
(Kehamilan), lahir (persalinan), anak-anak, dewasa, tua, dan kemudian mati.
A. KEHAMILAN
Panjang rata-rata kehamilan manusia adalah 280 hari, atau 40 minggu,
sejak hari pertama haid terakhir wanita tersebut. Gejala awal kehamilan
mungkin termasuk menstruasi yang terlambat, payudara yang lembut, mual
dan muntah, lapar, dan sering buang air kecil. Kehamilan dapat dikonfirmasi
dengan tes kehamilan urin. Tes urin maupun darah mendeteksi adanya hormon
Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi oleh plasenta
segera setelah embrio menempel pada lapisan rahim dan menumpuk dengan
cepat di tubuh Anda dalam beberapa hari pertama kehamilan. (Stephanie et
al., 2016).
- Minggu 1-4
Rahim mempersiapkan 1000 kali kapasitasnya untuk menyokong tumbuh
kembang janin selanjutnya. Setelah 10-14 hari, hasil pembuahan menempel
ke salah satu dinding rahim. Walau masih sangat sederhana, jantung telah
terbentuk (Chomaria, 2021).
- Pada usia 4 minggu, badan fleksi membentuk
huruf C dan terdapat bakal lengan dan tungkai. Berat + 0,4 gram dan panjang
dari puncak kepala ke bokong 0.4-0.5 cm (Boba et al., 2005 dalam Yuliani
dkk, 2021)
- Minggu 5
Detak jantung janin mulai tampak di layar monitor USG. Tali pusat yang
menghubungkan ibu dan janin terbentuk. Tali ini bertugas untuk memenuhi
kebutuhan janin akan makanan dan oksigen. Jantung telah berfungsi untuk
menyalurkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh janin (Chomaria, 2021).
- Minggu 6
Kaki dan tangan terus berkembang. Lensa mata dan hidung mulai tampak di
posisi aslinya. Usus mulai tumbuh diluar tali pusat dan pankreasnya telah
berfungsi (Chomaria, 2021). Diperkirakan berukuran 7-9 mm dan pembuluh
darah nadi di bagian kepala telah jelas terbagi-bagi menurut tugas masingmasing. Pada awal kehamilan, sangat penting untuk memperhatikan zat gizi
yang dikonsumsi. Pada minggu ini, banyak wanita mengalami mual sepanjang
waktu, lelah dan tidak nyaman karena payudara nyeri. Semua ini normal dan
Siklus Hidup Manusia | 3
tidak akan berlangsung lama. Banyak minum juga bisa membantu gangguan
pencernaan serta melawan rasa mual dan lelah (Rasjidi, 2015).
- Minggu 7
Tunas dan kaki terus berkembang. Jari-jari tangan dan kaki muncul dengan
bentuk yang teramat kasar. Beragam penyempurnaan terus dilakukan, yaitu
berkenaan dengan bentuk telinga, mata, dan hidung. Pada tahap ini, usus mulai
berkembang didalam tali pusat. Gigi juga telah di persiapkan namun masih
terletak dibawah gusi (Chomaria, 2021). Ukuran janin sekitar 11-17 mm.
Jantung sudah terbagi menjadi bilik kanan dan kiri dan berdenyut sekitar 150
kali per menit atau kurang lebih dua kali keceptan jantung orang dewasa.
Perubahan fisik Rahim yang sedang tumbuh menekan kandung kemih
sehingga harus bolak-balik ke kamar kecil pada malam hari (Rasjidi, 2015).
- Minggu 8
Berat + 2 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong 2.5-3 cm. Pada
system pencernaan, usus halus menggulung didalam tali pusat, hati sangat
besar , terdapat lipatan-lipatan palatum. Perkembangan pada system
muskoloskeleta diantaranya otot-otot badan dan anggota gerak terlihat jelas,
janin sudah dapat sedikit bergerak. Perkembangan system pernafasan adalah
lubang hidung tertutup sumbatan epitel, pembentukan rongga pleura dan
pericardial serta terbentuk percabangan bronkiolus. System perkemihan
mengalami pemisahan kandung kemih-uretra dengan rektrum (Bobak et al,
2005 dalam Yuliani dkk, 2021
- Minggu 9
Pada usia ini janin cukup aktif, terus bergerak dan bergeser. Aktivitas menelan
janin rata-rata sebanyak 25 dalam 1 jam. Tangan janin mulai bergerak bebas,
tak lagi bergatung pada gerak tubuh. Bentuk kuku pada setiap jati tangan dan
kaki mulai muncul. Pada janin menjadi sekitar 10 cm dengan berat 20 g..
Volume darah mungkin mulai meningkat pada akhir kehamilan. Anda akan
memiliki sekitar 40-50% darah yang lebih banyak dibandingkan sebelum
hamil untuk memenuhi kebutuhan bayi (Rasjidi, 2015).Sebenarnya usia 9
minggu janin sudah mulai bergerak, namun gerakan janin pada usia ini belum
bisa dirasakan oleh ibu hamil (Sitompul, 2015).
- Minggu 10
Janin telah memiliki panjang 3.1 cm dan berat 0.14 ons. Secara medis, saat
inilah baru disebut dengan istilah "janin". Semua organ telah lengkap. Siklus Hidup Manusia
terbentuk dan tinggal menuju proses penyempurnaan kualitasnya (besar dan
bobotnya). Bentuk kepala masih mendominasi, yaitu sekitar 1/2 dari total
besar janin. Perkembangan mata juga mendekati kesempurnaannya dengan
berkembangnya kelopak serta penentuan jenis warna mata (Chomaria, 2021).
Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas. System otot dan
saraf sudah mencapai tingkat kematangan dan telah mampu mengirim dan
menerima pesan dari otak. Minggu ini plasenta sudah mulai berfungsi
mengatur hormonal embrio sehingga gejala dari mual dan muntah mulai
menurun (Rasjidi, 2015).
- Minggu 11
Panjang janin 4.1 cm dan beratnya 0,25 ons. Hampir semua struktur dan organ
yang terbentuk dan mulai berfungsi. Rambut dan kuku sudah mulai muncul.
Demikian pula dengan kejelasan tentang jenis kelamin janin, apakah laki-laki
atau perempuan. Cairan ketuban bertambah banyak, sehingga dapat
melindungi tubuh janin(Chomaria, 2021). Nafsu makan akan kembali setelah
melewati fase ini dan selanjutnya kenaikan berat badan anda sekitar 0.5
kg/minggu (Rasjidi, 2015).
- Minggu 12
Janin berukuran 5.4 cm dan beratnya 0.49 ons. Pita suara terbentuk. Telinga
berada ditempatnya secara tepat, yaitu di kanan dan kiri. Mata mulai bisa
bergerak, warna pupil pun semakin jelas. Hati dan pankreas telah berfungsi,
yaitu sebagai pembersih darah, menyimpan nutrisi, serta menghasilkan insulin
(Chomaria, 2021). Janin mulai menghisap jari, ada bakal pengecapan yang
pertama dan karakteristik serta organisasi mata mulai terjadi (Bobak et al,
2005 dalam Yuliani dkk, 2021). Pada usia ini denyut jantung bayi bisa
didengar menggunakan alat khusus yang disebut fetal dophtone (Rasjidi,
2015).
- Minggu ke 13
Ukuran janin sekarang adalah sekitar 7,4 cm dan beratnya 0,801 ons.
kemampuan menghisap dan menghembuskan berkembang. Leher bayi
tampak memanjang sehingga kepala mulai terpisah dengan dadanya. Dengan
menggunakan alat Doppler detak jantung bayi bisa terdengar (Chomaria,
2021). Pada usia ini seukuran buah peach. Plasenta sudah berkembang
sempurna dan memberikan oksigen, nutrisi serta membuang produk sisa janin.
Siklus Hidup Manusia
- Mingggu 14
Janin berukuran 8,7 cm panjangnya dan berat sekitar 1,52 ons. tulang janin
lebih keras. Prostat pada janin laki-laki dan ovarium pada anak perempuan
berkembang. Kulit masih terlihat transparan dan tipis. Disekujur tubuh janin
ditumbuhi bu;u halus yang disebut lanugo yang akan melindungi tubuh janin.
Pada usia ini, janin sudah belajar untuk menghisap jempol (Chomaria, 2021).
- Minggu 15
Panjang janin berkisar antara 10.1 cm dan beratnya 2.47 ons. Sesekali ibu bisa
merasakan gerakan janin yang seperti berdenyut diperutnya. Kaki, tangan,
serta tubuh janin lebih panjang daripada kepalanya. Kulitnya yang tipis
memungkinkan pembuluh darahnya terlihat. Alis dan rambut kepala mulai
tumbuh, walaupun dimungkinkan warnanya akan berubah setelah lahir nanti
(Chomaria, 2021).
- Minggu 16
Janin telah mencapai 11.6 cm panjangnya dan sekitar 3.53 ons beratnya. Pada
saat ini ukuran janin dan plasenta sama besar. terbentuk lemak dibawah kulit
sehingga janin tampak lebih berisi. Kepala dan leher mulai tegak. Detak
jantung dan gerakan seperti berdenyut dirasakan ibu. Refleksi janin seperti
menghisap, menelan dan berkedip mulai jelas (Chomaria, 2021). System
pencernaan mulai mensekresikan enzim, meconium terbentuk dalam usus dan
anus terbuka. Pada janin laki-laki testis mulai turun ke skrotum dan pada janin
wanita vagina terbuka (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). Beberapa
ibu menyatakan sudah merasakan gerakannya di awal 16 minggu (Sitompul,
2015).
- Minggu 17
Diusia ini bagian tubuh seperti hidung dan telinga lengkap, serta rambut sudah
mulai tumbuh, bahkan lemak untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolism
tubuh sudah terbentuk (Sibarani, 2018). Tali pusat tumbuh lebih tebal dan
lebih kuat. Berat badan janin lebih dari 150 gram. Panjang sekitar 12.5-14 cm
dari ujung kepala hingga bokong. Retina mata sudah senintif terhadap cahaya
(Savitri, 2018).
- Minggu 18
Gerakan janin yang mulai dirasakan rata-rata pada usia kehamilan 18-20
minggu (Sitompul, 2015). Panjang janin sekitar 15 cm dari puncak kepala
sampai bokong dan beratnya sekitar 200 gram. Bayi anda mungkin sudah bisa
6 | Siklus Hidup Manusia
mendengar degup jantung, perut anda yang keroncongan atau darah yang
begerak melalui tali pusat. Kantung udara yang disebut alveoli mulai
terbentuk di paru-paru, dan pita suara juga terbentuk (Savitri, 2018).
- Minggu 19
Janin berukuran 15.3 cm dan beratnya mencapai 8.47 ons. Janin memiliki pola
istirahat yang baik. Dalam keadaan terjaga, ia akan aktif. Seluruh tubuh janin
dan sarafnya dilapisi oleh zatr lemak yang disebut myelin yang bertugas
menstimulus syaraf sehingga impuls dapat mengalir dengan lancar. Tunas gigi
sudah dikembangkan dan selama beberapa hari berikutnya kuncup untuk gigi
permanen akan mulai membentuk dibelakang gigi susu.
- Minggu 20
Janin berukuran 16.4 cm dan beratnya sekitae 10.58 ons. Pertumbuhan pada
awal kehidupan yang teramat pesat segera berakhir. Detak jantung janin
menguat, dan ibu sesekali merasakan tendangan janin. Sel kekebalan tubuh
dari ibu ditransfer ke janin, yang nantinya akan dibawa janin hingga usia 6
bulan setelah kelahiran. Sel saraf untuk rasa, bau, mendengar, melihat, dan
sentuhan sekarang berkembang di daerah-daerah khusus otak. Indra
pendengaran berkembang, sehingga janin bisa mendengar suara-suara dari
luar (Chomaria, 2021). Gerakan janin cukup kuat sehingga dapat dirasakan
ibu (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 21
Panjang janin sekitar 26.7 cm dan bertanya hampir 12.7 ons. Sel darah putih
mulai diproduksi. Kulit janin sudah tidak transparan lag. Lidah bayi sudah
mulai terbentuk sehingga ia mampu merasakan beraneka rasa. Organ
reproduksi semakin berkembang. Tidak seperti laki-laki yang masa
reproduksinya terbatas, janin perempuan pada usia ini telah memiliki
sebanyak 6 juta telur yang akan berkurang menjadi 1 juta telur setelah lahir.
Perkembangan lainnya adalah periode bangun dan tidur menjadi lebih
konsisten.
- Minggu 22
Berat bayi pada titik ini 430 gram, panjang 27.8 cm. Indra pendengaran jauh
lebih tajam, sehingga aktivitas yang mendatangkan bunyi dapat tertangkap
janin dengan jelas. Penelitian telah menemukan bahwa bayi yang baru lahir
akan menghisap lebih keras ketika mendengar bacaan dari buku yang sering
Siklus Hidup Manusia | 7
mereka dengar ketika ia berada dalam rahim. Kelopak mata dan alis terbentuk
lebih sempurna, demikian juga dengan kuku yang telah tertempel di ujung jari
- Minggu 23
Janin semakin bertambah berat, sehingga perut semakin menonjol disertai
lingkar pinggang yang bertambah (Sibarani, 2018). Panjang lebih dari 28 cm
dan beratnya sampai dengan 550 gram. Alis telah terlihat, bayi sudah dapat
menyedot. Pancreas yang penting untuk memproduksi hormone, kini terus
berkembang. Bayi sudah dapat memproduksi insulin, yaitu bagian yang
penting untuk proses pemecahan gula (Savitri, 2018).
- Minggu 24
Tubuh janin menjadi langsing, namun dengan perbandingan yang sesuai. Kulit
menjadi merah dan berkeriput, serta terbentuk kelenjar keringat. Berat + 600
gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong + 23 cm. Pembentukan darah
di hati berkurang, sedangkan pada sumsum tulang meningkat. Janin mulai
dapat mendengar (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 25
Kelopak mata dan jantung janin mulai menjalakan fungsinya, yaitu untuk
melindungi mata dan memompa darah (Sibarani, 2018). Ukuran panjang bayi
sekitar 32 cm dan beratnya 1 ½ kg. Tulang sudah padat, dan tangan sudah
sepenuhnya terbentuk. Otak telah berkembang pesat, dan sel-sel otak mulai
matang (Savitri, 2018).
- Minggu 26
Bayi berukuran 35.5 cm pajang dan berat lebih dari 760 gram. Panjang
kakinya 5 cm, dan tangannya sangat aktif. Mata bayi sudah mulai membuka.
Bayi sudah mampu membuat gerakan pernapasan, meski tidak ada udara di
paru-paru. Tangannya mulai aktif dan koordinasi otot sedemikian rupa
sehingga mereka bisa menaruh jempol ke dalam mulut. Menghisap jempol
akan menenangkan bayi dan juga akan memperkuat pipi dan otot rahang
(Savitri, 2018).
- Minggu 27
Pada usia ini kulit bayi berkembang dari transparan menjadi non transparan.
Kulit masih keriput tetapi dilindungi oleh verniks yang melindungi kulit
(Siswosuharjo & Fitra, 2011).
8 | Siklus Hidup Manusia
- Minggu 28
Badan janin masih langsing, terbentuk kuku, keriput pada kulit berkurang dan
kulit berwarna merah. Berat + 1100 gram dan panjang dari puncak kepala ke
bokong + 27 cm. Pada perkembangan system syaraf, janin mempunyai siklus
tidur-bangun yang tidak tepat, dapat menangis dengan lemah atau belum sama
sekali dan refleksi menghisap masih lemah. Kelopak mata terbuka dan pupil
mulai bereaksi terhadap cahaya (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 29
Ukuran calon bayi sekitar sepertiga dari ukurannya pada saat dilahirkan
(Ayustawati, 2019). Panjang janin rata-rata 37 cm dan beratnya mencapai
1.250 g. Di usia ini paru-paru janin belum berkembang dengan sempurna.
Pada usia ini, kemunhkinan lahir premature bisa saja terjadi (Siswosuharjo &
Fitra, 2011).
- Minggu 30-31
Janin tampak lebih bulat karena lemak sub kutan mulai terkumpul. Kulit
berwarna merah muda dan tampak licin. Janin mulai menempati posisi seperti
saat akan lahir. Berat 1200-2100 gram dan panjang dari puncak kepala ke
bokong + 31 cm. muncul primodial gigi permanen dan janin mulai dapat
menengok kesamping (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 36
Tubuh janin semakin bulat, kulit berwarna merah muda dan lanugo
menghilang. Berat 2200-2900 gram dan panjang puncak kepala ke bokong +
23 cm. pada system muskoloskeltal, gerak janin pasti dan dapat bertahan,
tonus cukup kuat dan dapat membalik dan mengangkat kepala. Pembentukan
nefron baru pada ginjal berhenti (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 37
Panjang bayi mencapai kurang lebih 47 cm dengan berat 2.950 gr. Pada usia
ini bayi sudah siap untuk dilahirkan karena organ-organ tubuhnya telah
bekerja sesuai fungsinya (Siswosuharjo & Fitra, 2011).
- Minggu 39
Panjang bayi sekitar 49 cm dan beratnya 3.250 gr. Diusia ini dokter akan
selalu memantau kehamilan kehamilan agar tidak terjadi postmature atau
lewat waktu. Postmatur akan mengakibatkan plasenta tidak menyerap
makanan dari ibu ke bayi sehingga bayi akan mengalami kekurangan gizi yang
Siklus Hidup Manusia | 9
menyebabkan kulit bayi menjadi kering bahkan keriput (Siswosuharjo &
Fitra, 2011).
- Minggu 40
Kulit berwarna merah muda dan halus, lanugo hanya pada tubuh bagian atas
dan bahu, vernik kaseosa sedikit. Berat > 3200 gram dan panjang kepala ke
bokong + 40 cm. gerak janin aktif dan bertahan, tonus baik dan dapat
mengangkat kepala. Siklus tidur-bangun teratur dan diselingin periode
bangun. Janin akan mengis jika lapar dan merasa tidak nyaman, refleksi
menghisap kuat. Pada janin laki-laki, testis telah berada di dalam skrotum dan
janin perempuan labiya mayora berkembang dengan baik (Bobak et al, 2005
dalam Yuliani dkk, 2021).
- Minggu 41-42
Pada dasarnya sama dengan usia 40 minggu. Namun yang perlu diwaspadai
adalah cairan ketuban yang mungkin berkurang, keruh atau jernih yang
menggambarkan suatu risiko dan plasenta yang makin tua (Siswosuharjo &
Fitra, 2011).
- Lebih dari 42 minggu
Disebut kehamilan serotinus atau lewat bulan. Kehamilan ini mempunyai
risiko, misalnya kematian janin. Oleh karenanya pada kehamilan lewat bulan
harus dilakukan USG dan bila perlu diulangi setiap satu minggu karena
perkembangan harus selalu diikuti terus. Pengakhiran kehamilan dengan SC
juga dimungkinkan, misalnya dipertimbangkan induksi persalinan ternyata
gagal (Siswosuharjo & Fitra, 2011).
B. PERSALINAN
Pada saat usia kehamilan mencapai usia 37 minggu keatas, janin di dalam
kandungan akan dilahrikan kapan saja. Pada minggu-minggu ini, janin sudah
memiliki kemampuan untuk bisa bernafas normal diluar kandungan ibu
(Ayustawati, 2019).
Beberapa tanda-tanda melahirkan menurut Ayustawati
(2019).antara lain:
1. Menurunnya kepala bayi ke daerah pelvis (lightening)
2. Keluarnya lender bercampur darah dari daerah vagina
3. Kontraksi melahirkan
Beberapa hal yang bisa membantu ibu hamil dirumah untuk bisa merasakan
lebih nyaman sambil menunggu kontraksi menjadi lebih kuat, yaitu
1. Berusaha mengalihkan perhatian dari rasa sakit, seperti berjalan-jalan
disekitar rumah, nonton video dan sejenisnya
2. Mandi air hangat atau berendam air hangat, hanya apabila air ketuban
belum pecah
3. Mencoba tidur sebentar atau nap untuk menyiapkan enrgi saat
melahirkan nanti
C. ANAK-ANAK
1. Bayi
Masa bayi yaitu periode kelahiran samapi usia 11 bulan. Masa bayi ini
terbagi menjadi 2 bagian yaitu masa neonatal (sejak kelahiran sampai
umur 28 hari) dan masa sesudah lahir/ post natal (29 hari sampai 11
bulan) (Danal dkk, 2021).
a. Perkembangan bahasa bayi
Menurut Danal dkk (2021)
perkembangan bahasa bayi yaitu:
Alat komunikasi utama menangis
1-2 bulan bayi mendengkur
3-4 bulan bayi tertawa, mengoceh, terdengar banyi atau suara
konsonan dari mulut
6 bulan bayi meniru bunyi-bunyi
8 bulan bayi dapat menggabungkan suku kata seperti
mengucap “mama”
10 bulan bayi mengerti dan dapat mengatakan 4-10 kata
b. Perkembangan Motorik Halus
Menurut Danal dkk (2021)
perkembangan motorik halus yaitu:
1 bulan Bayi menggenggam kuat
2 bulan Bayi dapat memegang mainan dengat kuat
3 bulan Refleks genggaman bayi menghilang, bayi secara
aktif memegang mainan yang berbunyi dan
memperhatikan mainan
4 bulan Bayi memasukkan objek ke mulut
5 bulan Bayi memegang 2 objek dan memindahkan objek
dari satu tangan ke tangan lainnya
6 bulan Bayi dapat mengamankan kubus pada
penglihatannya
6 1/2 bulan Bayi bermain dan menangani suatu objek
7 bulan Bayi dapat menarik tali untuk meraih objek
8-9 bulan Bayi menggenggam dengan jempol dan jarijarinya
10 bulan Bayi dapat memukul-mukul cangkir dengan
sendok
11 bulan Bayi dapat menaruh 3 objek ke dalam botol
12 bulan Bayi dapat menyusun 2 balok keatas
c. Perkembangan Motorik Kasar
Menurut Danal dkk (2021) perkembangan motorik kasar yaitu:
BBL Dapat menengokkan kepalanya dari satu sisi ke sisi
lain, jika ditengkurapkan
3 bulan Hampir tidak ada kelambatan pada kepala, gulingguling
5 bulan Bayi berguling dari depan ke belakang
7 bulan Bayi duduk miring/ condong kedepan
8 bulan Bayi duduk tanpa ditopang (tegak)
9 bulan Bayi tertarik untuk berdiri
10 bulan Bayi menjelajah/ meluncur (kemana-mana)
12 bulan Bayi berjalan jika dipegang tangannya
2. Anak anak toddle (umur 1-3 tahun)
Anak usia toddler adalah anak usia 12-36 bulan (1-3 tahun). Pada
periode ini anak mulai mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan
bagaimana mengontrol orang lain melalui kemarahan, penolakan dan
tindakan keras kepala (Danal dkk, 2021)
a. Perkembangan bahasa
Menurut Danal dkk (2021) pekembangan bahasa usia toddle yaitu
15 bulan Anak menggunakan istilah yang ekspresif
2 tahun Anak bisa menggunakan 300 kata, menggunakan 2
atau 3 suku kata dan menggunakan kata ganti
12 | Siklus Hidup Manusia
2-5 tahun Anak menyebutkan nama panggilan dari nama
lengkapnya, anak juga menggunakan kata jamak
b. Perkembangan Motorik
Menurut Danal dkk (2021) pekembangan motoric toddle yaitu
Usia Mototik halus Motorik kasar
15 bulan Anak menyusun mainan
balok (2 bola keatas),
menulis coret-coretan
secara spontan
Anak berjalan tanpa
bantuan
18 bulan Anak menyusun 3-4 balok
keatas
Anak berjalan
menaiki tangga
dengan satu tangan
berpegangan
24 bulan Anak meniru gerakan
vertikal
Anak berjalan
menaiki dan
menuruni tangga satu
tahap/ langkah setiap
kaiknya
30 bulan Anak menyusun 8 balok
keatas, dapat menyalip
lintas
Anak melompat
dengan kedua
kakinya
3. Anak prasekolah (umur 3-6 tahun)
Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara nol samapi 6 tahun.
Mereka biasanya mengikuti program preschool. Di Indonesia anak usia
4-6 tahun biasanya mengikuti program taman kanak-kanak (Danal dkk,
2021).
a. Perkembangan motorik
Menurut Danal dkk (2021)
perkembangan motoric anak prasekolah
yaitu
Usia Mototik halus Motorik kasar
3 tahun Anak dapat
menyusun keatas 9-
10 balok,
membentuk
jembatan 3 balok,
Anak dapat menaiki sepeda
roda tiga, menaiki tangga
menggunakan kaki
bergantian, berdiri pada
satu kaki selama beberapa
detik, melompak membuat lingkaran
dari silang
4 tahun Anak dapat melepas
sepatu, membuat
segi empat,
menambahkan 3
bagian ke gambar
stik
Anak dapat meloncat,
menangkap bola, menuruni
tangga menggunakan kaki
bergantian
5 tahun Anak dapat
mengikat tali
sepatu,
menggunakan
gunting dengan
baik, menyalin
wajik dan segitiga,
menambahkan 7-9
bagian gambar stik,
menulis beberapa
huruf dan angka
dan nama pertama
Anak dapat meloncat,
berjingkat dengan satu
kaki, menendang dan
menangkap bola, lompat
tali, menyeimbangkan kaki
bergantian dengan mata
tertutup
4. Masa Anak Sekolah (6-12 tahun)
Masa sekolah merupakan sebuah periode dimulai pada usia 6 tahun
sampai dengan usia 12 tahun (Danal dkk, 2021).
a. Perkembangan motorik
Menurut Danal dkk (2021) perkembangan motorik anak sekolah yaitu
Motorik kasar Motorik kasar
Selama tahun-tahun usia
sekolah, koordinasi,
keseimbangan, dan ritme
meningkat. Anak usia sekolah
antara 6 dan 8 tahun menikmati
aktivitas motoric kasar seperti
bersepeda, skating, dan
berenang. Mereka terpesona
dengan dunia dan teruk begerak.
Terkadang rasa takut dibatasi
karen dorongan eksplorasi yang
kuat.
Koordinasi dan keseimbangan
mata-tangan meningkat dengan
kedewasaan danlatihan.
Penggunaan tangan meningkat,
lebih mentap dan mandiri serta
memberika kemudahan dan
presisi yang memungkinkan
anak-anak ini menulis,
mencetak kata-kata, menjahit,
atau membuat model atau
kerajinan lainnya.
5. Masa Remaja (12-18 tahun)
Usia remaja adalah periode yang dimulai pada usia 12 sampai 18 tahun.
Pada remaja awal pertumbuhan meningkat cepat dan mencapai puncaknya
(Danal dkk, 2021).
a. Perkembangan motorik
Menurut Danal dkk (2021)
perkembangan motorik remaja yaitu
Motorik kasar
Motorik kasar
Masa remaja awal remaja mulai
mengembangkan ketahanan.
Konsentrasi mereka meningkat
sehingga mereka bisa mengikuti
instruksi yang rumit. Selama
masa remaja pertengahan,
kecepatan akurasi meningkat
sementara koordinasi juga
meningkat
Penggunaan komputer telah
sangat meningkatkan
keterampilan motorik halus
remaja. Pada masa remaja awal,
remaja meningkatkan
kemampuan untuk
memanipulasi objek.
D. REMAJA DAN DEWASA
Elizabeth B. Hurlock, 1978 membagi rentang usia dewasa awal menjadi
tiga tahapan, yakni:
1. Masa Dewasa Awal (muda, dini). Masa ini dimulai pada usia 18 tahun
sampai kira-kira umur 40 tahun dimana perubahan fisik dan psikologis
telah mencapai kematangannya. Batasan usia 18 tahun diambil karena di
usia ini seseorang dianggap telah dewasa menurut hukum yang berlaku
di Amerika sejak tahun 1970.
2. Masa Dewasa Madya, dimulai pada usia 40 tahun hingga usia 60 tahun.
Rentang usia ini ditandai dengan terjadinya penurunan kemampuan fisik
dan psikologis yang nampak jelas pada semua orang.
3. Masa dewasa Lanjut, Masa ini dimulai saat seseoang menginjak usia 60
tahun sampai meninggal dunia, di mana kemampuan fisik maupun
psikologis dirasakan semakin cepat menurun pada setiap orang.
E. TUA
Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas.
Menua bukanlah suatu peyakit, tetapi merupakan proses yang berangsurangsur mengakibatkan perubahan komulatif, merupakan proses menurunnya
daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh.
Menua adalah suatu keadaan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Menjadi
tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap
kehidupan, yaitu anak, dewasa dan tua (Nugroho 2006, dalam Widiyawati &
Diah, 2020).
Menurut WHO, lanjut usia meliputi:
1. Usia petengahan (Middle age) yaitu kelompok usia 45-59 tahun
2. Lanjut usia (Elderly) yaitu kelompok usia 60-74 tahun
3. Lanjut usia tua (Old) yaitu kelompok usia 75-90 tahun
4. Usia sangat tua (Very Old) yaitu usia diatas 90 tahun
Departemen Kesehatan Ri mengklasifikasikan sebagai berikut:
1. Pralansia (Prasenilis)
Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun
2. Lansia
Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih
3. Lansia risiko tinggi
Sesorang yang berusia 70 tahun atau lebih/ seseorang yang berusia 60
tahun atau lebih dengan masalah kesehatan
4. Lansia potensial
Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang
dapat menghasilkan barang/ jasa
5. Lansia tidak potensial
Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya
bergantung pada bantua orang lain.
No comments:
Post a Comment