Wednesday, March 11, 2026

KETERAMPILAN KLINIK PRAKTIK KEBIDANAN - BAB 1 SIKLUS HIDUP MANUSIA

SIKLUS HIDUP MANUSIA - Fijri Rachmawati, S.S.T.,M.Keb

Kehidupan manusia dimulai dari bertemunya sperma dan sel telur (Kehamilan), lahir (persalinan), anak-anak, dewasa, tua, dan kemudian mati. 

A. KEHAMILAN 

Panjang rata-rata kehamilan manusia adalah 280 hari, atau 40 minggu, sejak hari pertama haid terakhir wanita tersebut. Gejala awal kehamilan mungkin termasuk menstruasi yang terlambat, payudara yang lembut, mual dan muntah, lapar, dan sering buang air kecil. Kehamilan dapat dikonfirmasi dengan tes kehamilan urin. Tes urin maupun darah mendeteksi adanya hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi oleh plasenta segera setelah embrio menempel pada lapisan rahim dan menumpuk dengan cepat di tubuh Anda dalam beberapa hari pertama kehamilan. (Stephanie et al., 2016). 

- Minggu 1-4 Rahim mempersiapkan 1000 kali kapasitasnya untuk menyokong tumbuh kembang janin selanjutnya. Setelah 10-14 hari, hasil pembuahan menempel ke salah satu dinding rahim. Walau masih sangat sederhana, jantung telah terbentuk (Chomaria, 2021). 

- Pada usia 4 minggu, badan fleksi membentuk huruf C dan terdapat bakal lengan dan tungkai. Berat + 0,4 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong 0.4-0.5 cm (Boba et al., 2005 dalam Yuliani dkk, 2021) 

- Minggu 5 Detak jantung janin mulai tampak di layar monitor USG. Tali pusat yang menghubungkan ibu dan janin terbentuk. Tali ini bertugas untuk memenuhi kebutuhan janin akan makanan dan oksigen. Jantung telah berfungsi untuk menyalurkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh janin (Chomaria, 2021). 

- Minggu 6 Kaki dan tangan terus berkembang. Lensa mata dan hidung mulai tampak di posisi aslinya. Usus mulai tumbuh diluar tali pusat dan pankreasnya telah berfungsi (Chomaria, 2021). Diperkirakan berukuran 7-9 mm dan pembuluh darah nadi di bagian kepala telah jelas terbagi-bagi menurut tugas masingmasing. Pada awal kehamilan, sangat penting untuk memperhatikan zat gizi yang dikonsumsi. Pada minggu ini, banyak wanita mengalami mual sepanjang waktu, lelah dan tidak nyaman karena payudara nyeri. Semua ini normal dan Siklus Hidup Manusia | 3 tidak akan berlangsung lama. Banyak minum juga bisa membantu gangguan pencernaan serta melawan rasa mual dan lelah (Rasjidi, 2015). 

- Minggu 7 Tunas dan kaki terus berkembang. Jari-jari tangan dan kaki muncul dengan bentuk yang teramat kasar. Beragam penyempurnaan terus dilakukan, yaitu berkenaan dengan bentuk telinga, mata, dan hidung. Pada tahap ini, usus mulai berkembang didalam tali pusat. Gigi juga telah di persiapkan namun masih terletak dibawah gusi (Chomaria, 2021). Ukuran janin sekitar 11-17 mm. Jantung sudah terbagi menjadi bilik kanan dan kiri dan berdenyut sekitar 150 kali per menit atau kurang lebih dua kali keceptan jantung orang dewasa. Perubahan fisik Rahim yang sedang tumbuh menekan kandung kemih sehingga harus bolak-balik ke kamar kecil pada malam hari (Rasjidi, 2015). 

- Minggu 8 Berat + 2 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong 2.5-3 cm. Pada system pencernaan, usus halus menggulung didalam tali pusat, hati sangat besar , terdapat lipatan-lipatan palatum. Perkembangan pada system muskoloskeleta diantaranya otot-otot badan dan anggota gerak terlihat jelas, janin sudah dapat sedikit bergerak. Perkembangan system pernafasan adalah lubang hidung tertutup sumbatan epitel, pembentukan rongga pleura dan pericardial serta terbentuk percabangan bronkiolus. System perkemihan mengalami pemisahan kandung kemih-uretra dengan rektrum (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021 

- Minggu 9 Pada usia ini janin cukup aktif, terus bergerak dan bergeser. Aktivitas menelan janin rata-rata sebanyak 25 dalam 1 jam. Tangan janin mulai bergerak bebas, tak lagi bergatung pada gerak tubuh. Bentuk kuku pada setiap jati tangan dan kaki mulai muncul. Pada janin menjadi sekitar 10 cm dengan berat 20 g.. Volume darah mungkin mulai meningkat pada akhir kehamilan. Anda akan memiliki sekitar 40-50% darah yang lebih banyak dibandingkan sebelum hamil untuk memenuhi kebutuhan bayi (Rasjidi, 2015).Sebenarnya usia 9 minggu janin sudah mulai bergerak, namun gerakan janin pada usia ini belum bisa dirasakan oleh ibu hamil (Sitompul, 2015). 

- Minggu 10 Janin telah memiliki panjang 3.1 cm dan berat 0.14 ons. Secara medis, saat inilah baru disebut dengan istilah "janin". Semua organ telah lengkap. Siklus Hidup Manusia terbentuk dan tinggal menuju proses penyempurnaan kualitasnya (besar dan bobotnya). Bentuk kepala masih mendominasi, yaitu sekitar 1/2 dari total besar janin. Perkembangan mata juga mendekati kesempurnaannya dengan berkembangnya kelopak serta penentuan jenis warna mata (Chomaria, 2021). Jenis kelamin perempuan bisa diidentifikasikan secara jelas. System otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan dan telah mampu mengirim dan menerima pesan dari otak. Minggu ini plasenta sudah mulai berfungsi mengatur hormonal embrio sehingga gejala dari mual dan muntah mulai menurun (Rasjidi, 2015). 

- Minggu 11 Panjang janin 4.1 cm dan beratnya 0,25 ons. Hampir semua struktur dan organ yang terbentuk dan mulai berfungsi. Rambut dan kuku sudah mulai muncul. Demikian pula dengan kejelasan tentang jenis kelamin janin, apakah laki-laki atau perempuan. Cairan ketuban bertambah banyak, sehingga dapat melindungi tubuh janin(Chomaria, 2021). Nafsu makan akan kembali setelah melewati fase ini dan selanjutnya kenaikan berat badan anda sekitar 0.5 kg/minggu (Rasjidi, 2015). 

- Minggu 12 Janin berukuran 5.4 cm dan beratnya 0.49 ons. Pita suara terbentuk. Telinga berada ditempatnya secara tepat, yaitu di kanan dan kiri. Mata mulai bisa bergerak, warna pupil pun semakin jelas. Hati dan pankreas telah berfungsi, yaitu sebagai pembersih darah, menyimpan nutrisi, serta menghasilkan insulin (Chomaria, 2021). Janin mulai menghisap jari, ada bakal pengecapan yang pertama dan karakteristik serta organisasi mata mulai terjadi (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). Pada usia ini denyut jantung bayi bisa didengar menggunakan alat khusus yang disebut fetal dophtone (Rasjidi, 2015).

- Minggu ke 13 Ukuran janin sekarang adalah sekitar 7,4 cm dan beratnya 0,801 ons. kemampuan menghisap dan menghembuskan berkembang. Leher bayi tampak memanjang sehingga kepala mulai terpisah dengan dadanya. Dengan menggunakan alat Doppler detak jantung bayi bisa terdengar (Chomaria, 2021). Pada usia ini seukuran buah peach. Plasenta sudah berkembang sempurna dan memberikan oksigen, nutrisi serta membuang produk sisa janin. Siklus Hidup Manusia 

- Mingggu 14 Janin berukuran 8,7 cm panjangnya dan berat sekitar 1,52 ons. tulang janin lebih keras. Prostat pada janin laki-laki dan ovarium pada anak perempuan berkembang. Kulit masih terlihat transparan dan tipis. Disekujur tubuh janin ditumbuhi bu;u halus yang disebut lanugo yang akan melindungi tubuh janin. Pada usia ini, janin sudah belajar untuk menghisap jempol (Chomaria, 2021). 

- Minggu 15 Panjang janin berkisar antara 10.1 cm dan beratnya 2.47 ons. Sesekali ibu bisa merasakan gerakan janin yang seperti berdenyut diperutnya. Kaki, tangan, serta tubuh janin lebih panjang daripada kepalanya. Kulitnya yang tipis memungkinkan pembuluh darahnya terlihat. Alis dan rambut kepala mulai tumbuh, walaupun dimungkinkan warnanya akan berubah setelah lahir nanti (Chomaria, 2021). 

- Minggu 16 Janin telah mencapai 11.6 cm panjangnya dan sekitar 3.53 ons beratnya. Pada saat ini ukuran janin dan plasenta sama besar. terbentuk lemak dibawah kulit sehingga janin tampak lebih berisi. Kepala dan leher mulai tegak. Detak jantung dan gerakan seperti berdenyut dirasakan ibu. Refleksi janin seperti menghisap, menelan dan berkedip mulai jelas (Chomaria, 2021). System pencernaan mulai mensekresikan enzim, meconium terbentuk dalam usus dan anus terbuka. Pada janin laki-laki testis mulai turun ke skrotum dan pada janin wanita vagina terbuka (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). Beberapa ibu menyatakan sudah merasakan gerakannya di awal 16 minggu (Sitompul, 2015). 

- Minggu 17 Diusia ini bagian tubuh seperti hidung dan telinga lengkap, serta rambut sudah mulai tumbuh, bahkan lemak untuk menjaga kestabilan suhu dan metabolism tubuh sudah terbentuk (Sibarani, 2018). Tali pusat tumbuh lebih tebal dan lebih kuat. Berat badan janin lebih dari 150 gram. Panjang sekitar 12.5-14 cm dari ujung kepala hingga bokong. Retina mata sudah senintif terhadap cahaya (Savitri, 2018). 

- Minggu 18 Gerakan janin yang mulai dirasakan rata-rata pada usia kehamilan 18-20 minggu (Sitompul, 2015). Panjang janin sekitar 15 cm dari puncak kepala sampai bokong dan beratnya sekitar 200 gram. Bayi anda mungkin sudah bisa 6 | Siklus Hidup Manusia mendengar degup jantung, perut anda yang keroncongan atau darah yang begerak melalui tali pusat. Kantung udara yang disebut alveoli mulai terbentuk di paru-paru, dan pita suara juga terbentuk (Savitri, 2018). 

- Minggu 19 Janin berukuran 15.3 cm dan beratnya mencapai 8.47 ons. Janin memiliki pola istirahat yang baik. Dalam keadaan terjaga, ia akan aktif. Seluruh tubuh janin dan sarafnya dilapisi oleh zatr lemak yang disebut myelin yang bertugas menstimulus syaraf sehingga impuls dapat mengalir dengan lancar. Tunas gigi sudah dikembangkan dan selama beberapa hari berikutnya kuncup untuk gigi permanen akan mulai membentuk dibelakang gigi susu. 

- Minggu 20 Janin berukuran 16.4 cm dan beratnya sekitae 10.58 ons. Pertumbuhan pada awal kehidupan yang teramat pesat segera berakhir. Detak jantung janin menguat, dan ibu sesekali merasakan tendangan janin. Sel kekebalan tubuh dari ibu ditransfer ke janin, yang nantinya akan dibawa janin hingga usia 6 bulan setelah kelahiran. Sel saraf untuk rasa, bau, mendengar, melihat, dan sentuhan sekarang berkembang di daerah-daerah khusus otak. Indra pendengaran berkembang, sehingga janin bisa mendengar suara-suara dari luar (Chomaria, 2021). Gerakan janin cukup kuat sehingga dapat dirasakan ibu (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 21 Panjang janin sekitar 26.7 cm dan bertanya hampir 12.7 ons. Sel darah putih mulai diproduksi. Kulit janin sudah tidak transparan lag. Lidah bayi sudah mulai terbentuk sehingga ia mampu merasakan beraneka rasa. Organ reproduksi semakin berkembang. Tidak seperti laki-laki yang masa reproduksinya terbatas, janin perempuan pada usia ini telah memiliki sebanyak 6 juta telur yang akan berkurang menjadi 1 juta telur setelah lahir. Perkembangan lainnya adalah periode bangun dan tidur menjadi lebih konsisten. 

- Minggu 22 Berat bayi pada titik ini 430 gram, panjang 27.8 cm. Indra pendengaran jauh lebih tajam, sehingga aktivitas yang mendatangkan bunyi dapat tertangkap janin dengan jelas. Penelitian telah menemukan bahwa bayi yang baru lahir akan menghisap lebih keras ketika mendengar bacaan dari buku yang sering Siklus Hidup Manusia | 7 mereka dengar ketika ia berada dalam rahim. Kelopak mata dan alis terbentuk lebih sempurna, demikian juga dengan kuku yang telah tertempel di ujung jari 

- Minggu 23 Janin semakin bertambah berat, sehingga perut semakin menonjol disertai lingkar pinggang yang bertambah (Sibarani, 2018). Panjang lebih dari 28 cm dan beratnya sampai dengan 550 gram. Alis telah terlihat, bayi sudah dapat menyedot. Pancreas yang penting untuk memproduksi hormone, kini terus berkembang. Bayi sudah dapat memproduksi insulin, yaitu bagian yang penting untuk proses pemecahan gula (Savitri, 2018). 

- Minggu 24 Tubuh janin menjadi langsing, namun dengan perbandingan yang sesuai. Kulit menjadi merah dan berkeriput, serta terbentuk kelenjar keringat. Berat + 600 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong + 23 cm. Pembentukan darah di hati berkurang, sedangkan pada sumsum tulang meningkat. Janin mulai dapat mendengar (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 25 Kelopak mata dan jantung janin mulai menjalakan fungsinya, yaitu untuk melindungi mata dan memompa darah (Sibarani, 2018). Ukuran panjang bayi sekitar 32 cm dan beratnya 1 ½ kg. Tulang sudah padat, dan tangan sudah sepenuhnya terbentuk. Otak telah berkembang pesat, dan sel-sel otak mulai matang (Savitri, 2018). 

- Minggu 26 Bayi berukuran 35.5 cm pajang dan berat lebih dari 760 gram. Panjang kakinya 5 cm, dan tangannya sangat aktif. Mata bayi sudah mulai membuka. Bayi sudah mampu membuat gerakan pernapasan, meski tidak ada udara di paru-paru. Tangannya mulai aktif dan koordinasi otot sedemikian rupa sehingga mereka bisa menaruh jempol ke dalam mulut. Menghisap jempol akan menenangkan bayi dan juga akan memperkuat pipi dan otot rahang (Savitri, 2018).

- Minggu 27 Pada usia ini kulit bayi berkembang dari transparan menjadi non transparan. Kulit masih keriput tetapi dilindungi oleh verniks yang melindungi kulit (Siswosuharjo & Fitra, 2011). 8 | Siklus Hidup Manusia 

- Minggu 28 Badan janin masih langsing, terbentuk kuku, keriput pada kulit berkurang dan kulit berwarna merah. Berat + 1100 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong + 27 cm. Pada perkembangan system syaraf, janin mempunyai siklus tidur-bangun yang tidak tepat, dapat menangis dengan lemah atau belum sama sekali dan refleksi menghisap masih lemah. Kelopak mata terbuka dan pupil mulai bereaksi terhadap cahaya (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 29 Ukuran calon bayi sekitar sepertiga dari ukurannya pada saat dilahirkan (Ayustawati, 2019). Panjang janin rata-rata 37 cm dan beratnya mencapai 1.250 g. Di usia ini paru-paru janin belum berkembang dengan sempurna. Pada usia ini, kemunhkinan lahir premature bisa saja terjadi (Siswosuharjo & Fitra, 2011). 

- Minggu 30-31 Janin tampak lebih bulat karena lemak sub kutan mulai terkumpul. Kulit berwarna merah muda dan tampak licin. Janin mulai menempati posisi seperti saat akan lahir. Berat 1200-2100 gram dan panjang dari puncak kepala ke bokong + 31 cm. muncul primodial gigi permanen dan janin mulai dapat menengok kesamping (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 36 Tubuh janin semakin bulat, kulit berwarna merah muda dan lanugo menghilang. Berat 2200-2900 gram dan panjang puncak kepala ke bokong + 23 cm. pada system muskoloskeltal, gerak janin pasti dan dapat bertahan, tonus cukup kuat dan dapat membalik dan mengangkat kepala. Pembentukan nefron baru pada ginjal berhenti (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 37 Panjang bayi mencapai kurang lebih 47 cm dengan berat 2.950 gr. Pada usia ini bayi sudah siap untuk dilahirkan karena organ-organ tubuhnya telah bekerja sesuai fungsinya (Siswosuharjo & Fitra, 2011).

- Minggu 39 Panjang bayi sekitar 49 cm dan beratnya 3.250 gr. Diusia ini dokter akan selalu memantau kehamilan kehamilan agar tidak terjadi postmature atau lewat waktu. Postmatur akan mengakibatkan plasenta tidak menyerap makanan dari ibu ke bayi sehingga bayi akan mengalami kekurangan gizi yang Siklus Hidup Manusia | 9 menyebabkan kulit bayi menjadi kering bahkan keriput (Siswosuharjo & Fitra, 2011). 

- Minggu 40 Kulit berwarna merah muda dan halus, lanugo hanya pada tubuh bagian atas dan bahu, vernik kaseosa sedikit. Berat > 3200 gram dan panjang kepala ke bokong + 40 cm. gerak janin aktif dan bertahan, tonus baik dan dapat mengangkat kepala. Siklus tidur-bangun teratur dan diselingin periode bangun. Janin akan mengis jika lapar dan merasa tidak nyaman, refleksi menghisap kuat. Pada janin laki-laki, testis telah berada di dalam skrotum dan janin perempuan labiya mayora berkembang dengan baik (Bobak et al, 2005 dalam Yuliani dkk, 2021). 

- Minggu 41-42 Pada dasarnya sama dengan usia 40 minggu. Namun yang perlu diwaspadai adalah cairan ketuban yang mungkin berkurang, keruh atau jernih yang menggambarkan suatu risiko dan plasenta yang makin tua (Siswosuharjo & Fitra, 2011). 

- Lebih dari 42 minggu Disebut kehamilan serotinus atau lewat bulan. Kehamilan ini mempunyai risiko, misalnya kematian janin. Oleh karenanya pada kehamilan lewat bulan harus dilakukan USG dan bila perlu diulangi setiap satu minggu karena perkembangan harus selalu diikuti terus. Pengakhiran kehamilan dengan SC juga dimungkinkan, misalnya dipertimbangkan induksi persalinan ternyata gagal (Siswosuharjo & Fitra, 2011). 


B. PERSALINAN 

Pada saat usia kehamilan mencapai usia 37 minggu keatas, janin di dalam kandungan akan dilahrikan kapan saja. Pada minggu-minggu ini, janin sudah memiliki kemampuan untuk bisa bernafas normal diluar kandungan ibu (Ayustawati, 2019). 

Beberapa tanda-tanda melahirkan menurut Ayustawati (2019).antara lain: 
1. Menurunnya kepala bayi ke daerah pelvis (lightening) 
2. Keluarnya lender bercampur darah dari daerah vagina 
3. Kontraksi melahirkan 

Beberapa hal yang bisa membantu ibu hamil dirumah untuk bisa merasakan lebih nyaman sambil menunggu kontraksi menjadi lebih kuat, yaitu 
1. Berusaha mengalihkan perhatian dari rasa sakit, seperti berjalan-jalan disekitar rumah, nonton video dan sejenisnya 
2. Mandi air hangat atau berendam air hangat, hanya apabila air ketuban belum pecah 
3. Mencoba tidur sebentar atau nap untuk menyiapkan enrgi saat melahirkan nanti 

C. ANAK-ANAK 

1. Bayi Masa bayi yaitu periode kelahiran samapi usia 11 bulan. Masa bayi ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu masa neonatal (sejak kelahiran sampai umur 28 hari) dan masa sesudah lahir/ post natal (29 hari sampai 11 bulan) (Danal dkk, 2021). 

a. Perkembangan bahasa bayi Menurut Danal dkk (2021) 
perkembangan bahasa bayi yaitu: Alat komunikasi utama menangis 
1-2 bulan bayi mendengkur 3-4 bulan bayi tertawa, mengoceh, terdengar banyi atau suara konsonan dari mulut
6 bulan bayi meniru bunyi-bunyi 
8 bulan bayi dapat menggabungkan suku kata seperti mengucap “mama” 
10 bulan bayi mengerti dan dapat mengatakan 4-10 kata

b. Perkembangan Motorik Halus Menurut Danal dkk (2021) 
perkembangan motorik halus yaitu: 
1 bulan Bayi menggenggam kuat 
2 bulan Bayi dapat memegang mainan dengat kuat 
3 bulan Refleks genggaman bayi menghilang, bayi secara aktif memegang mainan yang berbunyi dan memperhatikan mainan 
4 bulan Bayi memasukkan objek ke mulut 
5 bulan Bayi memegang 2 objek dan memindahkan objek dari satu tangan ke tangan lainnya 
6 bulan Bayi dapat mengamankan kubus pada penglihatannya 6 1/2 bulan Bayi bermain dan menangani suatu objek 
7 bulan Bayi dapat menarik tali untuk meraih objek 8-9 bulan Bayi menggenggam dengan jempol dan jarijarinya 
10 bulan Bayi dapat memukul-mukul cangkir dengan sendok 
11 bulan Bayi dapat menaruh 3 objek ke dalam botol 
12 bulan Bayi dapat menyusun 2 balok keatas 

c. Perkembangan Motorik Kasar Menurut Danal dkk (2021) perkembangan motorik kasar yaitu: BBL Dapat menengokkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain, jika ditengkurapkan 3 bulan Hampir tidak ada kelambatan pada kepala, gulingguling 5 bulan Bayi berguling dari depan ke belakang 7 bulan Bayi duduk miring/ condong kedepan 8 bulan Bayi duduk tanpa ditopang (tegak) 9 bulan Bayi tertarik untuk berdiri 10 bulan Bayi menjelajah/ meluncur (kemana-mana) 12 bulan Bayi berjalan jika dipegang tangannya 

2. Anak anak toddle (umur 1-3 tahun) 
Anak usia toddler adalah anak usia 12-36 bulan (1-3 tahun). Pada periode ini anak mulai mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana mengontrol orang lain melalui kemarahan, penolakan dan tindakan keras kepala (Danal dkk, 2021) 

a. Perkembangan bahasa Menurut Danal dkk (2021) pekembangan bahasa usia toddle yaitu 15 bulan Anak menggunakan istilah yang ekspresif 2 tahun Anak bisa menggunakan 300 kata, menggunakan 2 atau 3 suku kata dan menggunakan kata ganti 12 | Siklus Hidup Manusia 2-5 tahun Anak menyebutkan nama panggilan dari nama lengkapnya, anak juga menggunakan kata jamak 

b. Perkembangan Motorik Menurut Danal dkk (2021) pekembangan motoric toddle yaitu Usia Mototik halus Motorik kasar 15 bulan Anak menyusun mainan balok (2 bola keatas), menulis coret-coretan secara spontan Anak berjalan tanpa bantuan 18 bulan Anak menyusun 3-4 balok keatas Anak berjalan menaiki tangga dengan satu tangan berpegangan 24 bulan Anak meniru gerakan vertikal Anak berjalan menaiki dan menuruni tangga satu tahap/ langkah setiap kaiknya 30 bulan Anak menyusun 8 balok keatas, dapat menyalip lintas Anak melompat dengan kedua kakinya 3. Anak prasekolah (umur 3-6 tahun) 
Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara nol samapi 6 tahun. Mereka biasanya mengikuti program preschool. Di Indonesia anak usia 4-6 tahun biasanya mengikuti program taman kanak-kanak (Danal dkk, 2021). 

a. Perkembangan motorik Menurut Danal dkk (2021) 
perkembangan motoric anak prasekolah yaitu Usia Mototik halus Motorik kasar 3 tahun Anak dapat menyusun keatas 9- 10 balok, membentuk jembatan 3 balok, Anak dapat menaiki sepeda roda tiga, menaiki tangga menggunakan kaki bergantian, berdiri pada satu kaki selama beberapa detik, melompak membuat lingkaran dari silang 4 tahun Anak dapat melepas sepatu, membuat segi empat, menambahkan 3 bagian ke gambar stik Anak dapat meloncat, menangkap bola, menuruni tangga menggunakan kaki bergantian 5 tahun Anak dapat mengikat tali sepatu, menggunakan gunting dengan baik, menyalin wajik dan segitiga, menambahkan 7-9 bagian gambar stik, menulis beberapa huruf dan angka dan nama pertama Anak dapat meloncat, berjingkat dengan satu kaki, menendang dan menangkap bola, lompat tali, menyeimbangkan kaki bergantian dengan mata tertutup 

4. Masa Anak Sekolah (6-12 tahun) 
Masa sekolah merupakan sebuah periode dimulai pada usia 6 tahun sampai dengan usia 12 tahun (Danal dkk, 2021). 

a. Perkembangan motorik Menurut Danal dkk (2021) perkembangan motorik anak sekolah yaitu Motorik kasar Motorik kasar Selama tahun-tahun usia sekolah, koordinasi, keseimbangan, dan ritme meningkat. Anak usia sekolah antara 6 dan 8 tahun menikmati aktivitas motoric kasar seperti bersepeda, skating, dan berenang. Mereka terpesona dengan dunia dan teruk begerak. Terkadang rasa takut dibatasi karen dorongan eksplorasi yang kuat. Koordinasi dan keseimbangan mata-tangan meningkat dengan kedewasaan danlatihan. Penggunaan tangan meningkat, lebih mentap dan mandiri serta memberika kemudahan dan presisi yang memungkinkan anak-anak ini menulis, mencetak kata-kata, menjahit, atau membuat model atau kerajinan lainnya.

5. Masa Remaja (12-18 tahun) Usia remaja adalah periode yang dimulai pada usia 12 sampai 18 tahun. Pada remaja awal pertumbuhan meningkat cepat dan mencapai puncaknya (Danal dkk, 2021). 

a. Perkembangan motorik Menurut Danal dkk (2021) 
perkembangan motorik remaja yaitu 
Motorik kasar 
Motorik kasar Masa remaja awal remaja mulai mengembangkan ketahanan. Konsentrasi mereka meningkat sehingga mereka bisa mengikuti instruksi yang rumit. Selama masa remaja pertengahan, kecepatan akurasi meningkat sementara koordinasi juga meningkat Penggunaan komputer telah sangat meningkatkan keterampilan motorik halus remaja. Pada masa remaja awal, remaja meningkatkan kemampuan untuk memanipulasi objek. 

D. REMAJA DAN DEWASA Elizabeth B. Hurlock, 1978 membagi rentang usia dewasa awal menjadi tiga tahapan, yakni: 
1. Masa Dewasa Awal (muda, dini). Masa ini dimulai pada usia 18 tahun sampai kira-kira umur 40 tahun dimana perubahan fisik dan psikologis telah mencapai kematangannya. Batasan usia 18 tahun diambil karena di usia ini seseorang dianggap telah dewasa menurut hukum yang berlaku di Amerika sejak tahun 1970. 
2. Masa Dewasa Madya, dimulai pada usia 40 tahun hingga usia 60 tahun. Rentang usia ini ditandai dengan terjadinya penurunan kemampuan fisik dan psikologis yang nampak jelas pada semua orang. 
3. Masa dewasa Lanjut, Masa ini dimulai saat seseoang menginjak usia 60 tahun sampai meninggal dunia, di mana kemampuan fisik maupun psikologis dirasakan semakin cepat menurun pada setiap orang. 

E. TUA 

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Menua bukanlah suatu peyakit, tetapi merupakan proses yang berangsurangsur mengakibatkan perubahan komulatif, merupakan proses menurunnya daya tahan tubuh dalam menghadapi rangsangan dari dalam dan luar tubuh. Menua adalah suatu keadaan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Menjadi tua merupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupan, yaitu anak, dewasa dan tua (Nugroho 2006, dalam Widiyawati & Diah, 2020). 
Menurut WHO, lanjut usia meliputi: 
1. Usia petengahan (Middle age) yaitu kelompok usia 45-59 tahun 
2. Lanjut usia (Elderly) yaitu kelompok usia 60-74 tahun 
3. Lanjut usia tua (Old) yaitu kelompok usia 75-90 tahun 
4. Usia sangat tua (Very Old) yaitu usia diatas 90 tahun Departemen Kesehatan Ri mengklasifikasikan sebagai berikut: 

1. Pralansia (Prasenilis) Seseorang yang berusia antara 45-59 tahun 
2. Lansia Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih 
3. Lansia risiko tinggi Sesorang yang berusia 70 tahun atau lebih/ seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan 
4. Lansia potensial Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan dan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang/ jasa 
5. Lansia tidak potensial Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga hidupnya bergantung pada bantua orang lain. 

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...