Sediaan Parenteral & Injeksi
1. Pengertian
Sediaan parenteral adalah obat yang diberikan langsung ke dalam tubuh, menghindari saluran cerna.
-
Tujuan: efek cepat, dosis tepat, bioavailabilitas tinggi
-
Bentuk utama: injeksi, infus, implant, dan sediaan sterile lain
2. Jenis Sediaan Parenteral
A. Injeksi (Injection)
Obat diberikan melalui jarum suntik ke berbagai rute:
| Rute | Lokasi | Contoh |
|---|---|---|
| IV (Intravenous) | Pembuluh darah | Ceftriaxone injeksi |
| IM (Intramuscular) | Otot | Vitamin B12 injeksi |
| SC (Subcutaneous) | Bawah kulit | Insulin |
| ID (Intradermal) | Lapisan kulit | Tes tuberkulin |
B. Infus (Infusion)
-
Cairan obat atau nutrisi diberikan secara kontinu melalui vena
-
Contoh: NaCl 0,9%, Glukosa 5%, antibiotik infus
C. Implant / Depot
-
Obat dilepas perlahan selama minggu/bulan
-
Contoh: kontrasepsi hormon implant
3. Syarat Sediaan Parenteral
-
Steril → bebas mikroba dan spora
-
Bebas partikel → tidak menimbulkan emboli
-
pH & Osmolaritas sesuai tubuh → mencegah iritasi atau hemolisis
-
Stabil → obat tidak terurai sebelum disuntikkan
4. Proses Pembuatan Sediaan Parenteral
-
Pemilihan bahan aktif & eksipien steril
-
Pengenceran dan filtrasi → cairan disaring 0,22 µm untuk sterilisasi
-
Pengisian aseptik → mesin aseptik atau ruang bersih (clean room)
-
Sterilisasi akhir → autoclave, radiasi, atau filtrasi
-
Pengemasan steril → vial, ampul, atau kantong infus
5. Keuntungan Sediaan Parenteral
-
Efek cepat → ideal untuk kondisi darurat
-
Bioavailabilitas 100% → seluruh dosis masuk tubuh
-
Cocok untuk pasien yang tidak bisa minum obat oral
6. Kekurangan & Risiko
-
Infeksi → jika sterilisasi tidak sempurna
-
Iritasi / nekrosis jaringan → jika pH atau osmolaritas tidak sesuai
-
Kesalahan dosis → dosis kecil tapi berisiko tinggi
-
Biaya produksi lebih mahal dibanding tablet / kapsul
No comments:
Post a Comment