Sediaan Steril & Non-Steril
1. Pengertian
-
Sediaan Steril: obat yang bebas mikroorganisme.
Contoh: injeksi, infus, tetes mata. -
Sediaan Non-Steril: obat yang tidak steril, tapi tetap harus aman dari kontaminasi berbahaya.
Contoh: tablet, kapsul, sirup, salep, krim.
2. Sediaan Steril
A. Ciri-Ciri
-
Bebas dari bakteri, jamur, virus, dan spora
-
Diuji secara mikrobiologi sebelum diedarkan
-
Dihasilkan dalam lingkungan aseptik
B. Contoh Sediaan Steril
-
Injeksi (IM, IV, SC)
-
Infus
-
Tetes mata / tetes telinga
-
Inhalasi / nebulizer
C. Cara Sterilisasi
-
Uap panas / Autoclave
-
121°C, 15–20 menit, tekanan tinggi
-
Cocok untuk larutan dan peralatan tahan panas
-
-
Filtrasi
-
Cairan disaring dengan filter 0,22 µm
-
Cocok untuk larutan sensitif panas
-
-
Radiasi
-
Sinar gamma atau UV
-
Untuk kemasan dan peralatan
-
-
Gas steril (ETO)
-
Etilen oksida untuk peralatan plastik sensitif panas
-
3. Sediaan Non-Steril
A. Ciri-Ciri
-
Tidak steril, tetapi harus bersih dan aman digunakan
-
Biasanya tidak dimasukkan ke tubuh langsung (oral, topikal)
B. Contoh
-
Tablet / kapsul
-
Sirup / suspensi
-
Salep, krim, gel
C. Cara Memastikan Keamanan
-
Gunakan bahan baku bersih
-
Gunakan alat produksi bersih
-
Tambahkan pengawet jika perlu
-
Simpan sesuai instruksi penyimpanan
4. Perbedaan Steril & Non-Steril
| Aspek | Steril | Non-Steril |
|---|---|---|
| Kebebasan mikroba | Bebas mikroba | Tidak steril, tapi aman |
| Contoh | Injeksi, tetes mata | Tablet, sirup, salep |
| Lingkungan produksi | Aseptik, higienis | Bersih, tidak harus aseptik |
| Uji mikrobiologi | Wajib | Tidak selalu |
5. Pentingnya Sterilisasi
-
Mencegah infeksi pada pasien
-
Sediaan steril digunakan langsung ke dalam tubuh
-
Contoh kasus:
-
Injeksi kontaminasi → sepsis
-
Tetes mata terkontaminasi → infeksi mata serius
-
No comments:
Post a Comment