Wednesday, March 11, 2026

KONSEP DASAR ILMU KEBIDANAN

BAB 1 FILOSOFI DAN RUANG LINGKUP ASUHAN KEBIDANAN
Aswita, S.Si.T, MPH

A. Pendahuluan 

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, menyangkut fisik, mental, maupun sosial budaya dan ekonomi. Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan yang menyeluruh, terarah dan berkesinambungan.
Dalam era globalisasi ekonomi kita dihadapkan pada persaingan global yang semakin ketat yang menuntut kita untuk menyiapkan manusia Indonesia yang berkualitas tinggi sebagai generasi penerus bangsa yang harus disiapkan sebaik mungkin secara terencana, terpadu dan berkesinambungan. upaya tersebut haruslah secara konsisten dilakukan sejak dini yakni sejak janin dalam kandungan, masa bayi dan balita, masa remaja hingga dewasa bahkan sampai usia lanjut. 
Bidan adalah sebutan bagi orang yang belajar di sekolah khusus untuk menolong perempuan saat melahirkan. Bidan merupakan profesi yang diakui secara nasional dan internasional, bidan diakui sebagai tenaga profesional yang bertanggungjawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan kepada perempuan sepanjang siklus hidup. Bidan dapat melakukan praktik di berbagai tatanan pelayanan, mulai di rumah sebagai praktik Mandiri bidan, di masyarakat atau di komunitas, Puskesmas, Rumah sakit, klinik dan unit kesehatan lainnya.  


BAB 2 SEJARAH KEBIDANAN : PROFESI, PELAYANAN DAN PENDIDIKAN 
Zilfi Yola Pitri, S.Tr.Keb. M.Keb 

A. Pendahuluan 

Perkembangan dunia kebidanan baik itu dari segi profesi, pelayanan dan Pendidikan di tahapan nasional maupun internasional terjadi begitu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan profesi, pelayanan dan pendidikan kebidanan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh petugas kesehatan khususnya bidan yang bertugas sebagai bidan pendidik maupun bidan di pelayanan. 
Sejarah menunjukkan bahwa kebidanan merupakan salah satu profesi tertua di dunia sejak adanya peradaban manusia. Bidan seolah menjadi wanita yang bisa diandalkan dalam mendampingi dan membantu ibu saat melahirkan. Peran dan status bidan di masyarakat dihargai dan diakui karena tugasnya yang sangat mulia untuk menolong, membimbing dan mendukung ibu dalam persalinan agar ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Itulah sebabnya maka istilah “bidan”, yang dalam bahasa Inggris disebut Midwife yang diartikan “with women”, termasuk perannya membantu kelahiran, dalam arti kelahiran normal, dan bukan suatu tindakan intervensi seperti halnya dokter ahli kebidanan yang praktek (Obstetrics and Gynecology) Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah masih tingginya mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil 


BAB 3 PARADIGMA ASUHAN KEBIDANAN 
Gesti Prajawati, SST 

A. Pendahuluan

Angka kematian ibu (aki) merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Aki juga mengindikasikan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, kapasitas pelayanan kesehatan, kualitas pendidikan, dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. 
Mortalitas dan morbiditas ibu hamil, bersalin dan masa nifas merupakan masalah besar di negara berkembang. Aki atau maternal mortality yaitu kematian perempuan hamil atau kematian dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan tanpa mempertimbangkan umur dan jenis kehamilan sebagai komplikasi persalinan atau nifas dengan penyebab terkait atau diperberat oleh kehamilan dan manajemen kehamilan, tetapi bukan karena kecelakaan (who, 2012). 
Kesehatan ibu dan anak masih menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Hal ini selaras dengan salah satu Program “Nawacita” Presiden Joko Widodo, Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia dengan memperjuangkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia yang masih tinggi. 
Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, jumlah angka kematian ibu (AKI) sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup dengan kasus sebesar 14.623 kasus. Penyebab langsung kematian ibu (AKI) yaitu disebabkan 


BAB 4 PERAN DAN FUNGSI BIDAN
Rina Inda Sari, S.ST., M.KEB 

A. Pendahuluan 

Peran dan fungsi secara umum terdapat di berbagai macam profesi kesehatan. Salah satu profesi yang ada di indonesia dalam bidang kesehatan adalah kebidanan. Peran dan fungsi bidan bertujuan sebagai sarana untuk meningkatkan derajat kesehatan dan sebagai wadah pengembangan ilmu dan teknologi yang ada untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat. 
Sebelum mengetahui peran dan fungsi bidan, perlu dipahami terlebih dahulu apa pengertian dari seorang bidan. Bidan merupakan seorang wanita yang telah menyelesaikan pendidikan bidan dan mendapat lisensi untuk memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat menyangkut kesehatan ibu, anak, remaja, usia reproduksi (dewasa) hingga lansia. 
Menurut ibi (ikatan bidan indonesia), bidan merupakan tenaga profesional yang bekerja sebagai mitra perempuan dalam memberikan asuhan, dukungan dan nasehat selama hamil, masa persalinan, masa nifas dan masa bayi baru lahir hingga balita secara paripurna dan berkesinambungan. Sedangkan pengertian bidan menurut icm (international confederation of midwives), bidan adalah seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut serta memenuhi kualifikasi untuk di daftar (register) dan atau memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktik kebidanan (lestari, dita, 2017). Bidan dikenal sebagai profesional 


BAB 5 STANDAR PROFESI KEBIDANAN
Suci Rahmadheny, S,ST, BD, M.KEB

A. Pengertian

Standar adalah spesifikasi dari fungsi atau tujuan yang harus dipenuhi oleh suatu sarana pelayanan Kesehatan agar pemakai jasa pelayanan dapat memperoleh keuntungan yang maksimal dari pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan. 
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 01.07/MENKES/320/2020 memutuskan bahwa Standar Profesi Bidan terdiri atas: 
1) Standar Kompetensi, dan
2) Kode Etik Profesi. 

Standar Kompetensi Bidan terdiri atas 7 (tujuh) area kompetensi yang diturunkan dari gambaran tugas, peran, dan fungsi Bidan. Setiap area kompetensi ditetapkan definisinya, yang disebut kompetensi inti. Setiap area kompetensi dijabarkan menjadi beberapa komponen kompetensi, yang dirinci lebih lanjut menjadi kemampuan yang diharapkan di akhir pendidikan. 
Standar kompetensi ini dimaksudkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kebidanan terstandar oleh Bidan yang kompeten. Manfaat Standar Profesi Kebidanan adalah sebagai berikut: 
1. Memandu, mendorong dan mengarahkan kinerja klinis dalam upaya menampilkan asuhan kebidanan yang bermutu. 
2. Sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat kualitas asuhan kebidanan yang diberikan kepada klien 


BAB 6 STANDAR PENDIDIKAN BIDAN
Sapril, S.KM., M.Sc 

A. Pendahuluan

Pertumbuhan dan perkembangan reproduksi perempuan dimulai sejak terbentuknya organ reproduksi, jauh sebelum seorang perempuan dilahirkan dan berketurunan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan generasi agar tidak punah, hal ini merupakan proses dan fungsi reproduksi perempuan secara alamiah. Perkembangan pelayanan kebidanan sejalan dengan kemajuan pelayanan obstetri dan ginekologi. Bidan sebagai profesi yang terus berkembang, senantiasa mempertahankan profesionalitasnya dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Profesionalitas terkait erat dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang profesional (kompetensi profesional). Bidan profesional yang dimaksud harus memiliki kompetensi klinis (midwifery skills), sosialbudaya untuk menganalisa, melakukan advokasi dan pemberdayaan dalam mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, keluarga dan masyarakat (kepmenkes, 2020)


BAB 7 KOMUNIKASI DAN KONSELING DALAM KEBIDANAN
Yuni Purwatiningsih, SST, M. Kes 

A. Pendahuluan

Komunikasi merupakan hal penting dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial tentu perlu berinteraksi dan berkomunikasi baik secara personal, kelompok ataupun komunikasi massa. Komunikasi juga menjadi unsur penting dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi dalam praktik pelayanan kebidanan menentukan kualitas dalam pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan khususnya bidan harus mampu berkomunikasi secara efektif dalam tim untuk memberikan pelayanan yang aman berkualitas dan berkelanjutan serta mampu berkomunikasi kepada klien dan keluarga. (casey & wallis, 2011) beberapa permasalahan dalam pelayanan kesehatan tidak hanya terkait dengan aspek klinis, namun aspek non klinis seperti komunikasi, tim work, dan kemampuan dalam pengambilan keputusan yang efektif. (hobgood et al., 2010) Bidan professional diharapkan memiliki kompetensi interpersonal dan mampu memberdayakan komunikasi dan kemitraan positif ibu dan keluarga yang senantiasa mengembangkan diri baik secara personal maupun profesional untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan. (halldorsdottir & karlsdottir, 2011) oleh karena itu penting bagi seorang bidan untuk memahami dan mempraktikkan komunikasi secara efektif dan efisien. 


BAB 8 BIDAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN
Syarini Novita, SST., M.Kes 

A. Pendahuluan 

Sistem pelayanan kesehatan adalah sistem, khususnya organisasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan subjek. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan sistem pelayanan kesehatan sebagai sistem yang didasarkan pada mekanisme keuangan, tenaga kesehatan yang terlatih, informasi yang tepat dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan dan kebijakan, serta fasilitas kesehatan yang dikelola dengan baik untuk penyediaan obat-obatan, fasilitas kesehatan dan teknologi berkualitas(Martina Pakpahan et al., 2022). Sistem pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari promosi kesehatan. Sistem ini memungkinkan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan secara efektif, efisien dan terarah. Sistem ini memberikan kualitas layanan yang efektif mengingatkan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat(Martina Pakpahan et al., 2022). B. Sistem Pelayanan Kesehatan Definisi sistem pelayanan kesehatan adalah segala upaya yang dilakukan secara individu atau organisasi untuk melakukan upaya kuratif, preventif, promotif dan rehabilitatif terhadap penyakit, serta untuk memperbaiki kesehatan individu, keluarga dan masyarakat,sebagaimana WHO mendefinisikan


BAB 9 MANAJEMEN KEBIDANAN DAN PRAKTIK KEBIDANAN
Julian Jingsung SST.,M.Kes. 

A. Pendahuluan

Manajemen kebidanan sangat penting diterapkan oleh semua bidan terlepas dari posisi atau senioritas. Model manajemen kebidanan dapat dikelola dengan lebih baik melalui pendekatan multi pronged. Kepemimpinan dan manajemen yang lebih baik dapat membantu mempertahankan derajat kesehatan yang lebih baik. Meskipun ada kebutuhan yang dirasakan untuk tatanan manajemen kebidanan (Hewitt et al., 2021). Manajemen Asuhan Kebidanan memiliki standar pelayanan yang disetujui Bersama oleh International Midwives Confederation (ICM) telah mengembangkan Standar Global ICM untuk Peraturan Kebidanan (2011) sebagai tanggapan atas permintaan dari bidan, asosiasi kebidanan, pemerintah, Badan PBB dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuan dari standar ini adalah untuk mempromosikan mekanisme pengaturan yang melindungi masyarakat (perempuan dan keluarga) dengan memastikan bahwa bidan yang aman dan kompeten memberikan standar perawatan kebidanan yang tinggi kepada setiap wanita dan bayi (International Confederation of Midwives, 2011). Secara umum pengertian manajemen adalah proses dimana seseorang dapat mengatur sesuatu atau pekerjaan yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki  


BAB 10 REFLECTIVE PRACTICE
Dr. Dhesi Ari Astuti, S.SiT., M.Kes 

A. Pendahuluan 

Kebidanan adalah sebuah profesi yang harus mengintegrasikan kemampuan kognitif dengan kondisi nyata di lapangan. Pembelajaran bersifat kontekstual, tidak hanya tekstual. Kebidanan dan keperawatan di Australia diatur melalui sebuah konsil, bahwa penyelenggara pendidikan kebidanan harus mengembangkan dan menerapkan kurikulum yang berfikir kritis dan reflektif, oleh karena itu kegiatan pembelajaran dirancang dengan tujuan instruksional pedagogis. Pendidikan kebidanan merupakan pendidikan campuran antara tradisional persalinan yaitu persalinan di tempat pelayanan persalinan dan dan Continuity of Care Experiences (COCE), dimana siswa mengikuti wanita melalui pengalaman bersalin mereka. COCE mengacu pada proses yang sedang berlangsung yaitu hubungan antara seorang siswa dan seorang wanita dimulai dari kontak awal kehamilan, hingga enam minggu pertama segera setelah kelahiran, dan keseluruhan pertemuan terjadi di komunitas dan di perawatan kesehatan yang sesuai jadwal. COCE adalah pengalaman belajar yang otentik dan kaya secara pedagogis. Merefleksikan dalam praktik pembelajaran pedagogi yang berharga untuk menambah nilai pendidikan COCE, tetapi seringkali siswa kebidanan menulis secara deskriptif daripada reflektif. Praktik reflektif, dalam bentuknya yang paling sederhana adalah dengan memikirkan atau merenungkan apa yang akan 


BAB 11 MODEL PENDOKUMENTASIAN
Miyatun, SST., M.Kes  

A. Pendahuluan 

Di Dalam Pendokumentasian terdapat beberapa Model Pendokumentasian yaitu cara dokumentasi dalam melakukan proses asuhan . Digunakan dalam mencatat semua Asuhan selama pasien dalam perawatan dimulai dari pengkajian, pemeriksaan, penentuan diagnosa masalah, perencanaan hingga evaluasi. Yang mampu mempermudah tenaga Kesehatan dalam mengetahui kondisi pasien dan asuhan yang akan diberikan ke pasien. Model dokumentasi dibagi menjadi beberapa model pendokumentasian yaitu 
POR (Problem Oriented Record), 
SOR (Source Oriented Record), 
CBE (Charting By Exception), 
Kardeks dan Komputer. 
Dimana masing-masing model pendokumentasian memiliki keuntungan dan kerugian serta Teknik yang berbeda dalam pencatatan pendokumentasian. 

B. POR (Problem Oriented Record) 
1. Definisi POR merupakan metode yang berfokus pada data pasien dimana pendokumentasianya berdasarkan problem pada pasien . Sistem dokumentasi tipe ini mengintegrasikan seluruh informasi permasalahan yang ditemukan oleh dokter, perawat ataupun tenaga kesehatan lain yang ikut serta dalam pemberian layanan ke pasien. 


BAB 12 KARIR, REWARD, DAN PUNISHMENT 
Sinta Dewi Lestyoningrum, SKM., M.Kes 

A. Kinerja Bidan 

Kinerja merupakan kata yang umum digunakan dalam pekerjaan di sebuah organisasi. Kinerja berlaku umum untuk seluruh individu yang memiliki pekerjaan, tugas dan fungsi tertentu. Pembahasan kinerja dalam bab ini berlaku juga untuk profesi bidan yang bekerja di rumah sakit, klinik, pun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Beberapa ahli memiliki pendapat yang beragam terkait definisi dari kinerja itu sendiri. 
1. Kinerja merupakan bentuk hasil dari pelaksanaan tugas oleh pegawai (Robert L. Mathis and John H.Jackson, 2010). 
2. Kinerja adalah perilaku untuk melaksanakan tugas secara baik dan mendukung kegiatan teknis lainnya(McShane, S. L., and Von Glinow, M, 2018). 
3. Kinerja dalam pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan public lainnya adalah hasil akhir secara keseluruhan berdasarkan indikator-indikator yang telah disepakati(Stredwick, 2005). 
4. Kinerja merupakan hasil kerja yang sesuai tujuan organisasi dari setiap individu dalam organisasi yang dapat diukur kualitas dan kuantitasnya(Thomas G. Cummings; Christopher G. Worley, 2009). 
5. Kinerja adalah unsur pendukung pada kehidupan manusia berupa berbagai jenis kegiatan yang memiliki tujuan(Nitsch and Hackfort, 2016). 


BAB 13 ETIKA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
Sitti Nurlyanti Sanwar, S.ST., MH.Kes

A. Pendahuluan 

Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang demikian cepat dalam segala bidang serta meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kebidanan. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi kebidanan dalam mengembangkan profesinya dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Kualitas pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis etika yang baik. Sikap etis profesional yang kokok dari bidan akan tercermin dalam setiap langkahnya, termasuk pengambilan keputusan yang diambil. (sujiyatini, dkk.2011) 

B. Pengertian 
1. Etika Menurut bahasa, etik diartikan sebagai yunani;ethos. Kebiasaan atau tingkah laku, inggris; ethnis, tingkah laku/perilaku manusia yang baik, tindakan yang harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral umumnya. Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah, kebijakan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku. Menurut wiramihardja dan abdullah (2006:158), pada dasarnya etika meliputi empat pengertian, sebagai berikut: 


BAB 14 KONSEP DASAR PHC
Aliesya Patricia Wulandari, M.KEB 

A. Pendahuluan 

Pada sekitar tahun 1950 sebagian besar negara kesulitan untuk mengatasi dan menanggulangi wabah penyakit seperti TBC, Campak, Diare dan sebagainya sehingga terjadi kampanye massal dengan tujuan untuk memberantas penyakit menular maka dari itu dibentuklah forum internasional. Forum ini memiliki visi utama untuk menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan memperhatikan aspek social, kesehatan, dan penyakit di semua negara (Safrudin, 2011). Teknologi kuratif dan preventif dalam infrastruktur pelayanan Kesehatan pada tahun 1960 telah mengalami kemajuan sehingga terjadi pengembangan konsep dari “Upaya Dasar Kesehatan”. Pada sekitar tahun 1970 World Health Organization (WHO) memperkenalkan Primary Health Care (PHC) untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. World Health Assembly yakni sidang Kesehatan dunia pada tahun 1977 menghasilkan kesepakatan global untuk mencapai “Kesehatan Bagi Semua atau Health For All” Pada Tahun 2000 ( KBS 2000 / HFA by The Year 2000 ) yakni tercapai suatu derajat kesehatan yang optimal sehingga setiap orang dapat hidup produktif secara sosial maupun ekonomi. Berdasarkan hasil dari Deklarasi Alma Ata (1978), Primary Health Care (PHC) merupakan suatu kontak pertama bagi individu, keluarga, atau masyarakat dengan sistem pelayanan. Hal ini sama dengan definisi dari Sistem Kesehatan Nasional

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...