Pemeriksaan Ibu Hamil (Antenatal Care / ANC)
1. Pengertian Antenatal Care
Antenatal Care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan untuk:
-
memantau kesehatan ibu
-
memantau pertumbuhan janin
-
mendeteksi risiko kehamilan
-
mencegah komplikasi
Tujuan utama ANC adalah menjamin kehamilan dan persalinan berjalan aman.
2. Jadwal Pemeriksaan Ibu Hamil
Menurut standar pelayanan kesehatan, pemeriksaan minimal:
6 kali selama kehamilan
Trimester 1
➡ 2 kali pemeriksaan
Trimester 2
➡ 1 kali pemeriksaan
Trimester 3
➡ 3 kali pemeriksaan
Semakin sering pemeriksaan dilakukan, semakin baik pemantauan kondisi ibu dan janin.
3. Anamnesis (Wawancara Ibu Hamil)
Langkah pertama pemeriksaan adalah menggali informasi dari ibu.
Yang ditanyakan bidan biasanya:
Identitas ibu
-
nama
-
umur
-
pekerjaan
-
alamat
Riwayat kehamilan sekarang
-
HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)
-
keluhan ibu
-
mual muntah
-
pusing
-
perdarahan
Riwayat kehamilan sebelumnya
-
jumlah anak
-
pernah keguguran
-
persalinan sebelumnya
Riwayat penyakit
-
hipertensi
-
diabetes
-
penyakit jantung
-
anemia
4. Pemeriksaan Fisik Ibu
Bidan kemudian melakukan pemeriksaan fisik.
Yang diperiksa:
1. Tekanan Darah
Tekanan darah normal:
110/70 – 120/80 mmHg
Jika tekanan darah terlalu tinggi bisa mengarah ke:
preeklamsia.
2. Berat Badan
Selama kehamilan kenaikan berat badan normal sekitar:
11 – 16 kg
Jika terlalu sedikit bisa menyebabkan BBLR (berat bayi lahir rendah).
3. Pemeriksaan Mata
Dilihat apakah ada tanda:
-
anemia
-
pucat
4. Pemeriksaan Payudara
Dilihat apakah:
-
puting susu menonjol
-
ada kelainan
Ini penting untuk persiapan menyusui.
5. Pemeriksaan Abdomen (Perut Ibu)
Ini pemeriksaan penting untuk menilai perkembangan janin.
A. Tinggi Fundus Uteri (TFU)
TFU adalah tinggi rahim yang diukur dari tulang kemaluan sampai puncak rahim.
Digunakan untuk memperkirakan:
-
usia kehamilan
-
pertumbuhan janin
Contoh:
20 minggu → TFU sekitar setinggi pusar.
B. Palpasi Leopold
Ini teknik meraba perut ibu untuk mengetahui posisi bayi.
Ada 4 langkah Leopold.
Leopold 1
Untuk mengetahui bagian janin yang berada di fundus rahim.
Biasanya:
-
kepala
atau -
bokong
Leopold 2
Untuk mengetahui posisi punggung bayi.
Bidan meraba sisi kanan dan kiri perut ibu.
Leopold 3
Untuk mengetahui bagian janin yang berada di bawah rahim.
Apakah kepala sudah masuk panggul atau belum.
Leopold 4
Untuk mengetahui seberapa jauh kepala bayi masuk panggul.
6. Mendengarkan Detak Jantung Janin
Bidan menggunakan alat seperti:
-
Doppler
-
stetoskop Pinard
Detak jantung janin normal:
120 – 160 kali per menit
Jika terlalu cepat atau lambat bisa menandakan gangguan janin.
7. Pemeriksaan Laboratorium
Biasanya ibu hamil juga diperiksa:
Pemeriksaan darah
Untuk mengetahui:
-
anemia
-
golongan darah
Pemeriksaan urine
Untuk mengetahui:
-
protein urine
-
gula urine
Ini penting untuk mendeteksi:
-
preeklamsia
-
diabetes gestasional
8. Tanda Bahaya Kehamilan
Bidan harus mengedukasi ibu tentang tanda bahaya.
Contohnya:
-
perdarahan dari vagina
-
sakit kepala berat
-
pandangan kabur
-
pembengkakan wajah
-
gerakan bayi berkurang
-
nyeri perut hebat
Jika muncul tanda tersebut, ibu harus segera ke fasilitas kesehatan.
9. Edukasi yang Diberikan Bidan
Bidan juga memberikan penyuluhan kepada ibu tentang:
-
nutrisi ibu hamil
-
istirahat yang cukup
-
konsumsi tablet tambah darah
-
tanda persalinan
-
persiapan persalinan
10. Pencatatan Buku KIA
Semua hasil pemeriksaan dicatat di:
Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Ini penting untuk memantau perkembangan kehamilan.
No comments:
Post a Comment