Farmakokinetik
1. Pengertian Farmakokinetik
-
Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari perjalanan obat di dalam tubuh dari saat obat masuk sampai dibuang.
-
Singkatnya: Apa yang tubuh lakukan terhadap obat.
-
Empat proses utama: ADME
-
Absorpsi (Absorption) → bagaimana obat masuk ke aliran darah
-
Distribusi (Distribution) → bagaimana obat menyebar ke jaringan
-
Metabolisme (Metabolism) → bagaimana obat diubah di tubuh
-
Ekskresi (Excretion) → bagaimana obat dibuang
-
2. Absorpsi (Absorption)
-
Proses obat masuk dari rute pemberian ke sirkulasi sistemik
-
Dipengaruhi oleh:
-
Rute pemberian
-
Oral → lewat lambung & usus → lambat, dipengaruhi makanan
-
Sublingual → cepat, langsung ke darah
-
Parenteral (IV/IM/SC) → cepat, bioavailabilitas tinggi
-
Topikal / transmukosal → tergantung penetrasi kulit/mukosa
-
-
Faktor kimia obat → pH, kelarutan air / lemak
-
Faktor fisiologi pasien → aliran darah, motilitas lambung, kondisi usus
-
-
Bioavailabilitas: fraksi obat yang mencapai sirkulasi sistemik secara utuh.
-
Contoh: obat oral mungkin 50% terabsorpsi → bioavailabilitas 50%
-
3. Distribusi (Distribution)
-
Obat menyebar dari darah ke jaringan target & organ lain
-
Dipengaruhi oleh:
-
Aliran darah ke jaringan → otak vs lemak vs otot
-
Ikatan protein plasma → obat yang terikat albumin tidak aktif
-
Volume distribusi (Vd) → perkiraan seberapa luas obat tersebar di tubuh
-
-
Contoh:
-
Obat lipofilik → menumpuk di jaringan lemak
-
Obat hidrofilik → tetap di plasma & cairan ekstraseluler
-
4. Metabolisme (Metabolism)
-
Obat diubah menjadi bentuk yang lebih mudah dibuang atau lebih aktif/inaktif
-
Terutama di hati melalui enzim CYP450
-
Tahap metabolisme:
-
Fase I: oksidasi, reduksi, hidrolisis → menambah gugus polar
-
Fase II: konjugasi → obat digabungkan dengan zat lain → larut air
-
-
Contoh klinis:
-
Paracetamol → metabolisme di hati, dosis tinggi → hepatotoksik
-
Codein → dimetabolisme menjadi morfin (lebih aktif)
-
5. Ekskresi (Excretion)
-
Obat & metabolit dibuang dari tubuh
-
Jalur utama:
-
Ginjal: urine → obat larut air
-
Hati & empedu: obat lipofilik → feses
-
Lain: keringat, air mata, ASI, napas
-
-
Faktor yang mempengaruhi:
-
Fungsi ginjal & hati pasien
-
pH urine → memengaruhi reabsorpsi obat
-
6. Parameter Farmakokinetik Penting
-
Waktu paruh (t½) → waktu yang dibutuhkan obat turun 50% di darah
-
Konsentrasi puncak (Cmax) & waktu puncak (Tmax) → indikasi efektivitas obat
-
Area Under Curve (AUC) → total paparan obat terhadap tubuh
-
Clearance (CL) → kemampuan tubuh menghilangkan obat
7. Contoh Kasus Klinis di Kebidanan
Kasus 1: Paracetamol IV untuk Nyeri Postpartum
-
Absorpsi: langsung ke darah (IV) → cepat
-
Distribusi: ke jaringan termasuk rahim & otot
-
Metabolisme: hati
-
Ekskresi: ginjal → urine
Kasus 2: Oxytocin IV untuk Persalinan
-
Absorpsi: langsung karena IV
-
Distribusi: ke otot rahim
-
Metabolisme: hati & plasenta sebagian
-
Ekskresi: urine
Kasus 3: Vitamin K IM pada Neonatal
-
Absorpsi: melalui otot → lambat & stabil
-
Distribusi: ke seluruh tubuh bayi
-
Metabolisme & ekskresi: hati → empedu / urine
No comments:
Post a Comment