Thursday, March 12, 2026

Farmakokinetik

Farmakokinetik

1. Pengertian Farmakokinetik

  • Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari perjalanan obat di dalam tubuh dari saat obat masuk sampai dibuang.

  • Singkatnya: Apa yang tubuh lakukan terhadap obat.

  • Empat proses utama: ADME

    1. Absorpsi (Absorption) → bagaimana obat masuk ke aliran darah

    2. Distribusi (Distribution) → bagaimana obat menyebar ke jaringan

    3. Metabolisme (Metabolism) → bagaimana obat diubah di tubuh

    4. Ekskresi (Excretion) → bagaimana obat dibuang


2. Absorpsi (Absorption)

  • Proses obat masuk dari rute pemberian ke sirkulasi sistemik

  • Dipengaruhi oleh:

    1. Rute pemberian

      • Oral → lewat lambung & usus → lambat, dipengaruhi makanan

      • Sublingual → cepat, langsung ke darah

      • Parenteral (IV/IM/SC) → cepat, bioavailabilitas tinggi

      • Topikal / transmukosal → tergantung penetrasi kulit/mukosa

    2. Faktor kimia obat → pH, kelarutan air / lemak

    3. Faktor fisiologi pasien → aliran darah, motilitas lambung, kondisi usus

  • Bioavailabilitas: fraksi obat yang mencapai sirkulasi sistemik secara utuh.

    • Contoh: obat oral mungkin 50% terabsorpsi → bioavailabilitas 50%


3. Distribusi (Distribution)

  • Obat menyebar dari darah ke jaringan target & organ lain

  • Dipengaruhi oleh:

    1. Aliran darah ke jaringan → otak vs lemak vs otot

    2. Ikatan protein plasma → obat yang terikat albumin tidak aktif

    3. Volume distribusi (Vd) → perkiraan seberapa luas obat tersebar di tubuh

  • Contoh:

    • Obat lipofilik → menumpuk di jaringan lemak

    • Obat hidrofilik → tetap di plasma & cairan ekstraseluler


4. Metabolisme (Metabolism)

  • Obat diubah menjadi bentuk yang lebih mudah dibuang atau lebih aktif/inaktif

  • Terutama di hati melalui enzim CYP450

  • Tahap metabolisme:

    1. Fase I: oksidasi, reduksi, hidrolisis → menambah gugus polar

    2. Fase II: konjugasi → obat digabungkan dengan zat lain → larut air

  • Contoh klinis:

    • Paracetamol → metabolisme di hati, dosis tinggi → hepatotoksik

    • Codein → dimetabolisme menjadi morfin (lebih aktif)


5. Ekskresi (Excretion)

  • Obat & metabolit dibuang dari tubuh

  • Jalur utama:

    1. Ginjal: urine → obat larut air

    2. Hati & empedu: obat lipofilik → feses

    3. Lain: keringat, air mata, ASI, napas

  • Faktor yang mempengaruhi:

    • Fungsi ginjal & hati pasien

    • pH urine → memengaruhi reabsorpsi obat


6. Parameter Farmakokinetik Penting

  1. Waktu paruh (t½) → waktu yang dibutuhkan obat turun 50% di darah

  2. Konsentrasi puncak (Cmax) & waktu puncak (Tmax) → indikasi efektivitas obat

  3. Area Under Curve (AUC) → total paparan obat terhadap tubuh

  4. Clearance (CL) → kemampuan tubuh menghilangkan obat


7. Contoh Kasus Klinis di Kebidanan

Kasus 1: Paracetamol IV untuk Nyeri Postpartum

  • Absorpsi: langsung ke darah (IV) → cepat

  • Distribusi: ke jaringan termasuk rahim & otot

  • Metabolisme: hati

  • Ekskresi: ginjal → urine

Kasus 2: Oxytocin IV untuk Persalinan

  • Absorpsi: langsung karena IV

  • Distribusi: ke otot rahim

  • Metabolisme: hati & plasenta sebagian

  • Ekskresi: urine

Kasus 3: Vitamin K IM pada Neonatal

  • Absorpsi: melalui otot → lambat & stabil

  • Distribusi: ke seluruh tubuh bayi

  • Metabolisme & ekskresi: hati → empedu / urine



No comments:

Dokumentasi Kebidanan

Dokumentasi Kebidanan 1. Pendahuluan Dokumentasi Kebidanan = catatan tertulis, elektronik, atau visual mengenai asuhan kebidanan yang ...