Ruptur Uteri (Rahim Robek)
1. Pengertian
Ruptur uteri = robekan pada dinding rahim selama kehamilan atau persalinan.
👉 Bisa menyebabkan bayi keluar ke rongga perut
👉 Perdarahan hebat
👉 Mengancam nyawa ibu & janin
⚠ Termasuk DARURAT OBSTETRI EKSTREM
2. Jenis Ruptur Uteri
🩸 A. Ruptur Komplit
Robekan menembus seluruh lapisan rahim.
Akibat:
❌ Bayi bisa keluar dari rahim
❌ Perdarahan sangat hebat
👉 Sangat berbahaya
🩹 B. Ruptur Inkomplit
Robekan tidak menembus seluruh lapisan.
👉 Lebih ringan, tapi tetap berbahaya
3. Faktor Risiko
⚠️ Faktor Paling Penting
👉 Riwayat operasi rahim sebelumnya
-
Sectio caesarea (SC)
-
Operasi mioma
-
Kuretase berulang
🤰 Faktor Lain
-
Persalinan lama / macet
-
Induksi oksitosin berlebihan
-
Janin besar
-
Multipara (sering melahirkan)
-
Trauma persalinan
4. Tanda & Gejala Ruptur Uteri
🔥 Tanda klasik:
⚠ Nyeri perut hebat tiba-tiba
⚠ Kontraksi berhenti mendadak
⚠ Perdarahan vagina
⚠ Syok
⚠ DJJ menurun / hilang
🧠 Tanda Tambahan
-
Bagian janin mudah teraba di perut
-
Penurunan kepala janin berhenti
-
Ibu gelisah atau pingsan
👉 Kondisi sangat kritis
5. Bahaya Ruptur Uteri
Pada Ibu:
💔 Perdarahan hebat
💔 Syok hipovolemik
💔 Infeksi
💔 Kematian
Pada Bayi:
💔 Asfiksia berat
💔 Cedera
💔 Kematian janin
6. Penanganan Darurat
🔥 Prinsip: SELAMATKAN IBU & BAYI SEGERA 🔥
⚡ Langkah Awal oleh Bidan
-
Panggil bantuan medis segera
-
Stabilkan ibu (ABC)
-
Pasang infus cairan cepat
-
Beri oksigen
-
Monitor tanda vital
-
Persiapan rujukan emergensi
👉 Biasanya memerlukan operasi darurat (laparotomi / SC)
7. Pencegahan
✨ Identifikasi ibu dengan riwayat SC
✨ Persalinan di fasilitas lengkap
✨ Monitoring ketat
✨ Penggunaan oksitosin sesuai indikasi
No comments:
Post a Comment