OBAT SALURAN CERNA
1. Pengertian Saluran Cerna
Saluran cerna adalah sistem organ yang berfungsi untuk mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan membuang sisa metabolisme.
Organ yang termasuk dalam saluran cerna:
-
mulut
-
kerongkongan (esofagus)
-
lambung
-
usus halus
-
usus besar
-
rektum
-
anus
Gangguan pada saluran cerna sangat sering terjadi dan banyak pasien datang ke apotek dengan keluhan seperti:
-
maag
-
diare
-
sembelit
-
mual
-
muntah
-
perut kembung
2. Penyakit yang Sering Terjadi pada Saluran Cerna
Beberapa gangguan yang sering terjadi:
Gastritis (maag)
Peradangan pada dinding lambung.
Gejala:
-
nyeri ulu hati
-
perut terasa perih
-
mual
-
kembung
Diare
Diare adalah kondisi buang air besar dengan konsistensi cair lebih dari 3 kali sehari.
Penyebab:
-
infeksi bakteri
-
virus
-
makanan terkontaminasi
-
efek obat
Konstipasi (sembelit)
Konstipasi adalah kondisi sulit buang air besar atau frekuensi BAB yang jarang.
Gejala:
-
BAB keras
-
perut terasa penuh
-
sulit mengejan
Mual dan muntah
Mual adalah sensasi ingin muntah, sedangkan muntah adalah pengeluaran isi lambung melalui mulut.
3. Golongan Obat Saluran Cerna
Obat saluran cerna dapat dibagi menjadi beberapa golongan:
-
Antasida
-
H2 blocker
-
Proton Pump Inhibitor (PPI)
-
Antidiare
-
Laksatif
-
Antiemetik
4. Antasida
Antasida adalah obat yang digunakan untuk menetralisir asam lambung.
Cara kerja:
bereaksi langsung dengan asam lambung sehingga menurunkan keasaman lambung.
Contoh obat:
-
Aluminium hidroksida
-
Magnesium hidroksida
-
Kalsium karbonat
Indikasi:
-
maag
-
nyeri ulu hati
-
refluks asam
Efek samping:
-
sembelit (aluminium)
-
diare (magnesium)
5. H2 Blocker
H2 blocker adalah obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung.
Obat ini bekerja dengan menghambat reseptor histamin H2 di lambung.
Contoh obat:
-
Cimetidine
-
Ranitidine
-
Famotidine
Indikasi:
-
gastritis
-
tukak lambung
-
refluks asam
6. Proton Pump Inhibitor (PPI)
PPI adalah obat yang paling kuat dalam menurunkan produksi asam lambung.
Cara kerja:
menghambat pompa proton pada sel lambung yang menghasilkan asam.
Contoh obat:
-
Omeprazole
-
Lansoprazole
-
Pantoprazole
-
Esomeprazole
Indikasi:
-
GERD
-
tukak lambung
-
gastritis berat
7. Antidiare
Antidiare digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar pada diare.
Contoh obat:
Loperamide
Cara kerja:
memperlambat pergerakan usus sehingga penyerapan air meningkat.
Attapulgite
Bekerja dengan menyerap racun dan bakteri di usus.
Selain obat, terapi penting pada diare adalah rehidrasi menggunakan oralit.
8. Laksatif
Laksatif adalah obat yang digunakan untuk mengatasi sembelit.
Jenis laksatif:
Laksatif osmotik
Menarik air ke dalam usus sehingga feses menjadi lunak.
Contoh:
-
Laktulosa
Laksatif stimulan
Merangsang pergerakan usus.
Contoh:
-
Bisacodyl
-
Senna
Laksatif bulk-forming
Menambah volume feses.
Contoh:
-
Psyllium
9. Antiemetik
Antiemetik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi mual dan muntah.
Contoh obat:
-
Metoclopramide
-
Domperidone
-
Ondansetron
Indikasi:
-
mual akibat gastritis
-
mabuk perjalanan
-
efek samping obat
10. Hal yang Harus Diperhatikan
Dalam penggunaan obat saluran cerna perlu diperhatikan:
-
hindari makanan pedas dan asam pada penderita maag
-
makan secara teratur
-
minum air cukup
-
hindari penggunaan obat jangka panjang tanpa pengawasan dokter
No comments:
Post a Comment