Thursday, March 12, 2026

OBAT ANTIHIPERTENSI (OBAT DARAH TINGGI)

OBAT ANTIHIPERTENSI (OBAT DARAH TINGGI)


1. Pengertian Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam arteri meningkat secara terus-menerus.

Tekanan darah dinyatakan dalam dua angka:

  • Sistolik → tekanan saat jantung memompa darah

  • Diastolik → tekanan saat jantung beristirahat

Tekanan darah normal sekitar:

120 / 80 mmHg

Seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darah ≥ 140 / 90 mmHg.


2. Penyebab Hipertensi

Hipertensi dapat dibagi menjadi dua jenis.

Hipertensi Primer

Merupakan hipertensi yang tidak diketahui penyebab pastinya.

Faktor risiko:

  • usia

  • genetik

  • obesitas

  • konsumsi garam berlebihan

  • kurang olahraga

  • stres


Hipertensi Sekunder

Hipertensi yang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti:

  • penyakit ginjal

  • gangguan hormon

  • penyakit jantung

  • penggunaan obat tertentu


3. Gejala Hipertensi

Hipertensi sering disebut “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala.

Namun beberapa pasien dapat mengalami:

  • sakit kepala

  • pusing

  • mimisan

  • penglihatan kabur

  • jantung berdebar

Jika tidak diobati, hipertensi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • stroke

  • gagal jantung

  • penyakit ginjal

  • serangan jantung


4. Tujuan Pengobatan Hipertensi

Tujuan terapi hipertensi adalah:

  • menurunkan tekanan darah

  • mencegah komplikasi

  • meningkatkan kualitas hidup pasien

Selain obat, perubahan gaya hidup juga sangat penting.


5. Golongan Obat Antihipertensi

Obat hipertensi dibagi menjadi beberapa golongan utama:

  1. Diuretik

  2. ACE inhibitor

  3. ARB

  4. Beta blocker

  5. Calcium channel blocker


6. Diuretik

Diuretik adalah obat yang membantu mengeluarkan kelebihan cairan dan garam melalui urine.

Dengan berkurangnya cairan dalam tubuh, tekanan darah akan menurun.

Contoh obat:

  • Hydrochlorothiazide

  • Furosemide

  • Spironolactone

Indikasi:

  • hipertensi

  • edema

  • gagal jantung

Efek samping:

  • sering buang air kecil

  • gangguan elektrolit

  • dehidrasi


7. ACE Inhibitor

ACE inhibitor bekerja dengan menghambat pembentukan hormon angiotensin II yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Akibatnya pembuluh darah melebar dan tekanan darah menurun.

Contoh obat:

  • Captopril

  • Enalapril

  • Lisinopril

Indikasi:

  • hipertensi

  • gagal jantung

  • penyakit ginjal pada diabetes

Efek samping:

  • batuk kering

  • pusing

  • tekanan darah terlalu rendah


8. ARB (Angiotensin Receptor Blocker)

ARB bekerja dengan menghambat reseptor angiotensin II sehingga pembuluh darah tetap melebar.

Contoh obat:

  • Losartan

  • Valsartan

  • Candesartan

ARB sering digunakan jika pasien tidak toleran terhadap ACE inhibitor.

Efek samping:

  • pusing

  • tekanan darah rendah


9. Beta Blocker

Beta blocker bekerja dengan mengurangi kerja jantung dan menurunkan denyut jantung.

Akibatnya tekanan darah menurun.

Contoh obat:

  • Propranolol

  • Atenolol

  • Bisoprolol

  • Metoprolol

Indikasi:

  • hipertensi

  • aritmia

  • penyakit jantung

Efek samping:

  • lelah

  • denyut jantung lambat

  • tangan dan kaki dingin


10. Calcium Channel Blocker

Obat ini bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam sel otot pembuluh darah.

Akibatnya pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar.

Contoh obat:

  • Amlodipine

  • Nifedipine

  • Diltiazem

  • Verapamil

Efek samping:

  • sakit kepala

  • bengkak pada kaki

  • pusing


11. Terapi Non-Obat

Selain obat, penderita hipertensi dianjurkan untuk:

  • mengurangi konsumsi garam

  • menurunkan berat badan

  • berhenti merokok

  • berolahraga secara teratur

  • mengurangi stres

Perubahan gaya hidup sangat membantu dalam mengontrol tekanan darah.

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...