Farmakoterapi Penyakit & Praktik Klinis Lanjut
📚 BAB 1 — FARMAKOTERAPI PENYAKIT KARDIOVASKULAR
1.1 Hipertensi
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah ≥140/90 mmHg yang persisten.
Tujuan terapi
-
Mencegah komplikasi jantung & stroke
-
Menurunkan mortalitas
-
Menjaga kualitas hidup
Golongan obat utama
1️⃣ ACE Inhibitor
Contoh: Captopril, Ramipril
Mekanisme:
Menghambat pembentukan angiotensin II → vasodilatasi → tekanan darah turun
Efek samping:
-
Batuk kering
-
Hiperkalemia
-
Hipotensi
2️⃣ ARB
Contoh: Valsartan
Digunakan jika pasien tidak toleran ACEI.
3️⃣ Calcium Channel Blocker
Contoh: Amlodipine
Efek:
-
Vasodilatasi
-
Penurunan tekanan darah
Efek samping:
-
Edema perifer
-
Flushing
4️⃣ Diuretik
Contoh: Hydrochlorothiazide
Mengurangi volume cairan → tekanan turun
1.2 Gagal Jantung
Tujuan terapi:
-
Mengurangi gejala
-
Mencegah rawat inap
-
Meningkatkan survival
Terapi utama:
-
ACEI/ARB
-
Beta blocker
-
Diuretik
-
Antagonis aldosteron
📚 BAB 2 — FARMAKOTERAPI DIABETES MELITUS
2.1 Patofisiologi
Terjadi karena resistensi insulin atau defisiensi insulin.
2.2 Terapi Oral
1️⃣ Biguanid
Contoh: Metformin
Mekanisme:
-
Mengurangi produksi glukosa hati
-
Meningkatkan sensitivitas insulin
Efek samping:
-
Gangguan GI
-
Risiko asidosis laktat (jarang)
2️⃣ Sulfonilurea
Contoh: Glibenclamide
Meningkatkan sekresi insulin.
Risiko:
⚠️ Hipoglikemia
2.3 Insulin
Digunakan jika:
-
Gula darah sangat tinggi
-
DM tidak terkontrol
-
Kehamilan
Jenis:
-
Rapid acting
-
Short acting
-
Intermediate
-
Long acting
📚 BAB 3 — FARMAKOTERAPI INFEKSI & ANTIBIOTIK
3.1 Prinsip Penggunaan Antibiotik
-
Tepat indikasi
-
Tepat obat
-
Tepat dosis
-
Tepat durasi
-
Mencegah resistensi
3.2 Antibiotik Umum
Penisilin
Contoh: Amoxicillin
Spektrum luas terhadap bakteri Gram positif.
Efek samping:
-
Diare
-
Alergi
-
Ruam
Sefalosporin
Contoh: Cefixime
Digunakan untuk infeksi saluran napas & urin.
Makrolida
Contoh: Azithromycin
Alternatif pada alergi penisilin.
📚 BAB 4 — FARMAKOTERAPI NYERI & INFLAMASI
4.1 Paracetamol
Contoh: Paracetamol
Efektif untuk nyeri ringan–sedang.
Keunggulan:
✔ Aman untuk lambung
✔ Aman pada anak
Risiko:
⚠️ Hepatotoksik dosis tinggi
4.2 NSAID
Contoh: Ibuprofen, Ketorolac
Mekanisme:
Menghambat enzim COX → menurunkan prostaglandin
Efek samping:
-
Iritasi lambung
-
Risiko perdarahan
-
Gangguan ginjal
📚 BAB 5 — FARMAKOTERAPI SALURAN CERNA
5.1 GERD & Gastritis
Proton Pump Inhibitor
Contoh: Omeprazole
Menurunkan produksi asam lambung.
Antasida
Menetralkan asam lambung secara langsung.
5.2 Mual dan Muntah
Antiemetik
Contoh: Domperidone
Meningkatkan motilitas lambung dan mengurangi mual.
📚 BAB 6 — FARMAKOTERAPI SISTEM PERNAPASAN
6.1 Asma
Terapi meliputi:
✔ Bronkodilator
✔ Kortikosteroid inhalasi
✔ Leukotriene antagonist
Contoh bronkodilator: Salbutamol
6.2 Batuk
Antitusif
Menekan refleks batuk.
Ekspektoran
Membantu pengeluaran dahak.
📚 BAB 7 — FARMAKOTERAPI SISTEM SARAF
7.1 Depresi
Contoh obat: Fluoxetine
Termasuk golongan SSRI.
7.2 Epilepsi
Terapi jangka panjang untuk mencegah kejang.
Contoh: Valproate
📚 BAB 8 — FARMAKOTERAPI PADA POPULASI KHUSUS
Anak
-
Dosis berdasarkan berat badan
-
Risiko kesalahan dosis tinggi
Lansia
-
Perubahan metabolisme obat
-
Risiko polifarmasi
Ibu hamil
-
Pertimbangan keamanan janin
📚 BAB 9 — KEPATUHAN TERAPI (ADHERENCE)
Faktor yang mempengaruhi:
-
Kompleksitas regimen
-
Efek samping
-
Edukasi pasien
-
Dukungan keluarga
Farmasis berperan penting meningkatkan kepatuhan melalui konseling.
📚 BAB 10 — PERAN FARMASIS DALAM TIM KESEHATAN
Farmasis klinis bertanggung jawab pada:
✔ Optimalisasi terapi
✔ Pencegahan interaksi obat
✔ Edukasi pasien
✔ Monitoring efek samping
✔ Penggunaan obat rasional
✨ KESIMPULAN
Farmasi klinis S2 menuntut kemampuan:
✔ Analisis klinis mendalam
✔ Pengambilan keputusan berbasis bukti
✔ Kolaborasi interprofesional
✔ Fokus pada keselamatan pasien
No comments:
Post a Comment