Thursday, March 12, 2026

Sediaan Farmasi

Sediaan Farmasi 


1. Pendahuluan

  • Sediaan farmasi = bentuk fisik obat yang siap digunakan oleh pasien

  • Tujuan: memudahkan pemberian, dosis, stabilitas, dan efektivitas obat

  • Bentuk sediaan disesuaikan dengan cara pemberian dan kondisi pasien (ibu hamil, bayi, anak)


2. Jenis Sediaan Farmasi

A. Sediaan Padat

  1. Tablet

    • Tablet tekan: tablet biasa

    • Tablet hisap / kunyah: untuk anak

    • Tablet lepas lambat / sustained release

    • Contoh: Paracetamol tablet, Kalsium tablet

  2. Kapsul

    • Hard gelatin capsule: serbuk / granul

    • Soft gelatin capsule: cair / minyak

    • Contoh: Minyak ikan kapsul, Vitamin E kapsul

  3. Serbuk / Granul

    • Bisa dilarutkan dalam air sebelum diminum

    • Contoh: Oralit, Antibiotik bubuk


B. Sediaan Cair

  1. Sirup

    • Larutan obat dengan rasa manis → anak lebih mudah minum

    • Contoh: Sirup Paracetamol, Sirup Cough

  2. Suspensi

    • Partikel obat tidak larut, digoyang sebelum diminum

    • Contoh: Suspensi antibiotik anak

  3. Larutan / Solusi

    • Obat larut sepenuhnya → bisa oral, injeksi, topical

    • Contoh: NaCl 0,9% injeksi, Vitamin C larutan oral


C. Sediaan Semisolid

  1. Salep / Ointment

    • Untuk kulit / luka

    • Contoh: Salep antibiotik, Salep antiseptik

  2. Krim / Cream

    • Larut dalam air → mudah dibersihkan

    • Contoh: Krim anti-jamur, Krim hydrocortisone

  3. Gel

    • Transparan / berbasis air → topikal

    • Contoh: Gel lidocaine, Gel antiseptik


D. Sediaan Gas / Aerosol

  1. Inhaler

    • Obat masuk saluran pernapasan

    • Contoh: Salbutamol inhaler

  2. Spray / Nebulizer

    • Contoh: Saline spray, Nebulizer bronkodilator


E. Sediaan Injeksi / Steril

  1. Intravena (IV)

    • Cairan steril → langsung ke aliran darah

    • Contoh: NaCl 0,9%, Vitamin B kompleks IV

  2. Intramuskular (IM)

    • Cairan steril → otot

    • Contoh: Suntik kontrasepsi, Vitamin K IM

  3. Subkutan (SC)

    • Cairan steril → lapisan bawah kulit

    • Contoh: Insulin, vaksin


3. Catatan Penting Bidan

  • Pilih sediaan sesuai usia pasien, kondisi kesehatan, dan cara pemberian

  • Perhatikan dosis, stabilitas, dan alergi pasien

  • Untuk bayi & ibu hamil: hindari obat oral padat jika sulit menelan, pilih sirup, suspensi, atau injeksi sesuai protokol

  • Simpan sesuai instruksi penyimpanan (suhu, cahaya, kelembaban)


4. Contoh Praktis Sediaan Farmasi dalam Kebidanan

ObatBentuk SediaanCara PemberianCatatan Praktis
ParacetamolTablet / SirupOralAnak <6 tahun → sirup, dosis sesuai BB
Vitamin KIM injeksiIMPencegahan perdarahan neonatus
OxytocinIV / IMIV / IMPersalinan / perdarahan postpartum
AmoxicillinSuspensi / KapsulOralAnak → suspensi, guncang sebelum minum
ErythromycinSalep mataTopikalNeonatal prophylaxis
SalbutamolInhaler / NebulizerInhalasiAsma / bronkitis neonatus / anak

No comments:

Dokumentasi Kebidanan

Dokumentasi Kebidanan 1. Pendahuluan Dokumentasi Kebidanan = catatan tertulis, elektronik, atau visual mengenai asuhan kebidanan yang ...