Mikrobiologi
1. Pendahuluan
-
Mikrobiologi = ilmu yang mempelajari mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan protozoa.
-
Penting untuk kebidanan karena infeksi mikroba dapat mempengaruhi kesehatan ibu, janin, dan bayi baru lahir.
-
Bidan perlu memahami:
-
Jenis mikroorganisme
-
Mekanisme infeksi
-
Pencegahan & kontrol infeksi
-
Implikasi klinis & tindakan bidan
-
2. Klasifikasi Mikroorganisme
A. Bakteri
-
Prokariotik, bereproduksi dengan pembelahan biner
-
Struktur: dinding sel, membran plasma, ribosom, DNA sirkular, kapsul (opsional)
-
Mekanisme infeksi: adhesi → kolonisasi → invasi jaringan → toksin
-
Contoh penting di kebidanan:
-
Escherichia coli: infeksi saluran kemih, sepsis neonatal
-
Streptococcus agalactiae (Group B Streptococcus): infeksi vagina & neonatal sepsis
-
Staphylococcus aureus: mastitis, luka operasi
-
B. Virus
-
Tidak memiliki sel sendiri, memerlukan sel inang untuk bereplikasi
-
Struktur: kapsid protein, asam nukleat (DNA/RNA), kadang dilapisi lipid
-
Mekanisme infeksi: masuk sel → replikasi → lisis / integrasi
-
Contoh penting:
-
HIV → penularan ibu → bayi
-
Rubella → cacat janin
-
Hepatitis B → infeksi neonatal
-
C. Jamur (Fungi)
-
Eukariotik, dapat membentuk hifa atau spora
-
Contoh penting:
-
Candida albicans → infeksi vagina, oral thrush pada bayi
-
-
Mekanisme infeksi: kolonisasi → invasi mukosa → inflamasi
D. Protozoa
-
Eukariotik, bersel tunggal, hidup parasitik
-
Contoh penting:
-
Toxoplasma gondii → infeksi janin, abortus
-
Plasmodium → malaria ibu hamil → anemia & pertumbuhan janin terganggu
-
3. Mekanisme Infeksi dan Patogenesis
-
Kontak / transmisi: vertikal (ibu → janin), horizontal (lingkungan, kontak)
-
Kolonisasi: mikroba menempel pada mukosa / kulit
-
Invasi & proliferasi: menembus jaringan → kerusakan sel & jaringan
-
Toksin / reaksi imun: menyebabkan gejala & kerusakan lebih lanjut
4. Infeksi Penting di Kebidanan
| Mikroorganisme | Infeksi | Cara Penularan | Dampak pada Ibu | Dampak pada Bayi |
|---|---|---|---|---|
| Group B Streptococcus | Vaginitis, sepsis neonatal | Vertikal saat lahir | Jarang gejala | Sepsis, meningitis, pneumonia |
| E. coli | Saluran kemih, sepsis | Kontak fecal-oral / genital | Infeksi ginjal, demam | Prematur, sepsis |
| Candida albicans | Vaginitis | Seksual / kolonisasi | Gatal, keputihan | Oral thrush, diaper rash |
| HIV | Sistemik | Vertikal, darah | Sistemik, imunokompromais | Infeksi kronis, imunodefisiensi |
| Rubella virus | Sistemik | Vertikal | Biasanya ringan | Congenital Rubella Syndrome |
| Toxoplasma gondii | Sistemik | Makanan / kucing | Asimtomatik / ringan | Abortus, malformasi janin |
| Plasmodium falciparum | Malaria | Gigitan nyamuk Anopheles | Anemia, demam | Berat badan lahir rendah, prematur |
5. Pemeriksaan Laboratorium
-
Bakteri: kultur & sensitif antibiotik, Gram stain, PCR
-
Virus: PCR, serologi (IgM, IgG), rapid test
-
Jamur: KOH prep, kultur, mikroskopi
-
Protozoa: Mikroskop darah, serologi, PCR
6. Pencegahan dan Kontrol Infeksi
-
Kebersihan tangan & aseptik saat asuhan ibu & bayi
-
Sterilisasi alat persalinan & neonatal
-
Vaksinasi ibu hamil: Tetanus, Hepatitis B, Rubella
-
Kebersihan lingkungan: bersihkan inkubator, ruangan bersalin
-
Edukasi ibu: mencuci tangan, makanan matang, hindari kontak kucing untuk toksoplasma
-
Isolasi bila perlu: ibu dengan infeksi menular
7. Pengaruh Klinis untuk Ibu & Bayi
-
Infeksi dapat menyebabkan:
-
Ibu: demam, infeksi saluran kemih, endometritis, perdarahan, komplikasi persalinan
-
Janin / bayi: sepsis, prematur, berat lahir rendah, malformasi, kematian neonatal
-
No comments:
Post a Comment