Thursday, March 12, 2026

Mikrobiologi

Mikrobiologi


1. Pendahuluan

  • Mikrobiologi = ilmu yang mempelajari mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan protozoa.

  • Penting untuk kebidanan karena infeksi mikroba dapat mempengaruhi kesehatan ibu, janin, dan bayi baru lahir.

  • Bidan perlu memahami:

    1. Jenis mikroorganisme

    2. Mekanisme infeksi

    3. Pencegahan & kontrol infeksi

    4. Implikasi klinis & tindakan bidan


2. Klasifikasi Mikroorganisme

A. Bakteri

  • Prokariotik, bereproduksi dengan pembelahan biner

  • Struktur: dinding sel, membran plasma, ribosom, DNA sirkular, kapsul (opsional)

  • Mekanisme infeksi: adhesi → kolonisasi → invasi jaringan → toksin

  • Contoh penting di kebidanan:

    • Escherichia coli: infeksi saluran kemih, sepsis neonatal

    • Streptococcus agalactiae (Group B Streptococcus): infeksi vagina & neonatal sepsis

    • Staphylococcus aureus: mastitis, luka operasi

B. Virus

  • Tidak memiliki sel sendiri, memerlukan sel inang untuk bereplikasi

  • Struktur: kapsid protein, asam nukleat (DNA/RNA), kadang dilapisi lipid

  • Mekanisme infeksi: masuk sel → replikasi → lisis / integrasi

  • Contoh penting:

    • HIV → penularan ibu → bayi

    • Rubella → cacat janin

    • Hepatitis B → infeksi neonatal

C. Jamur (Fungi)

  • Eukariotik, dapat membentuk hifa atau spora

  • Contoh penting:

    • Candida albicans → infeksi vagina, oral thrush pada bayi

  • Mekanisme infeksi: kolonisasi → invasi mukosa → inflamasi

D. Protozoa

  • Eukariotik, bersel tunggal, hidup parasitik

  • Contoh penting:

    • Toxoplasma gondii → infeksi janin, abortus

    • Plasmodium → malaria ibu hamil → anemia & pertumbuhan janin terganggu


3. Mekanisme Infeksi dan Patogenesis

  1. Kontak / transmisi: vertikal (ibu → janin), horizontal (lingkungan, kontak)

  2. Kolonisasi: mikroba menempel pada mukosa / kulit

  3. Invasi & proliferasi: menembus jaringan → kerusakan sel & jaringan

  4. Toksin / reaksi imun: menyebabkan gejala & kerusakan lebih lanjut


4. Infeksi Penting di Kebidanan

MikroorganismeInfeksiCara PenularanDampak pada IbuDampak pada Bayi
Group B StreptococcusVaginitis, sepsis neonatalVertikal saat lahirJarang gejalaSepsis, meningitis, pneumonia
E. coliSaluran kemih, sepsisKontak fecal-oral / genitalInfeksi ginjal, demamPrematur, sepsis
Candida albicansVaginitisSeksual / kolonisasiGatal, keputihanOral thrush, diaper rash
HIVSistemikVertikal, darahSistemik, imunokompromaisInfeksi kronis, imunodefisiensi
Rubella virusSistemikVertikalBiasanya ringanCongenital Rubella Syndrome
Toxoplasma gondiiSistemikMakanan / kucingAsimtomatik / ringanAbortus, malformasi janin
Plasmodium falciparumMalariaGigitan nyamuk AnophelesAnemia, demamBerat badan lahir rendah, prematur

5. Pemeriksaan Laboratorium

  • Bakteri: kultur & sensitif antibiotik, Gram stain, PCR

  • Virus: PCR, serologi (IgM, IgG), rapid test

  • Jamur: KOH prep, kultur, mikroskopi

  • Protozoa: Mikroskop darah, serologi, PCR


6. Pencegahan dan Kontrol Infeksi

  1. Kebersihan tangan & aseptik saat asuhan ibu & bayi

  2. Sterilisasi alat persalinan & neonatal

  3. Vaksinasi ibu hamil: Tetanus, Hepatitis B, Rubella

  4. Kebersihan lingkungan: bersihkan inkubator, ruangan bersalin

  5. Edukasi ibu: mencuci tangan, makanan matang, hindari kontak kucing untuk toksoplasma

  6. Isolasi bila perlu: ibu dengan infeksi menular


7. Pengaruh Klinis untuk Ibu & Bayi

  • Infeksi dapat menyebabkan:

    • Ibu: demam, infeksi saluran kemih, endometritis, perdarahan, komplikasi persalinan

    • Janin / bayi: sepsis, prematur, berat lahir rendah, malformasi, kematian neonatal

No comments:

Dokumentasi Kebidanan

Dokumentasi Kebidanan 1. Pendahuluan Dokumentasi Kebidanan = catatan tertulis, elektronik, atau visual mengenai asuhan kebidanan yang ...