Distosia Bahu (Shoulder Dystocia)
1. Pengertian
Distosia bahu = kondisi ketika:
👉 Kepala bayi sudah lahir
👉 Tetapi bahu tersangkut di panggul ibu
👉 Bayi tidak dapat keluar
⚠ Ini DARURAT OBSTETRI karena bayi bisa kekurangan oksigen.
2. Mekanisme Terjadinya
Biasanya bahu depan tersangkut di belakang tulang kemaluan ibu (simfisis pubis).
Akibatnya:
❌ Tubuh bayi tidak bisa mengikuti kepala
❌ Persalinan terhenti
3. Faktor Risiko
👶 Faktor Janin
-
Bayi besar (makrosomia > 4000 g)
-
Diabetes pada ibu
-
Riwayat distosia bahu sebelumnya
🤰 Faktor Ibu
-
Obesitas
-
Kehamilan lewat waktu
-
Persalinan lama
-
Induksi persalinan
⚠️ Catatan Penting
👉 Distosia bahu bisa terjadi TANPA faktor risiko.
4. Tanda Distosia Bahu
Tanda khas:
✨ Kepala bayi sudah lahir tetapi tidak maju
✨ Kepala tampak masuk kembali ke vagina
Disebut:
👉 🐢 “Turtle sign” (tanda kura-kura)
5. Bahaya Distosia Bahu
Pada Bayi:
⚠ Asfiksia (kekurangan oksigen)
⚠ Cedera saraf bahu (Erb’s palsy)
⚠ Fraktur klavikula
⚠ Kematian neonatal
Pada Ibu:
⚠ Perdarahan postpartum
⚠ Robekan perineum berat
⚠ Trauma jalan lahir
6. Penanganan Darurat
🔥 Prinsip: CEPAT — TENANG — SISTEMATIS 🔥
💺 Langkah 1 — Panggil Bantuan
👉 Situasi darurat → perlu tim
🤰 Langkah 2 — Posisi McRoberts
Ibu berbaring dengan:
✔ Paha ditekuk maksimal ke arah perut
✔ Membuka panggul
👉 Sering berhasil tanpa tindakan lain
✋ Langkah 3 — Tekanan Suprapubik
Tekan area di atas tulang kemaluan untuk membantu bahu keluar.
❌ Jangan tekan fundus rahim (berbahaya)
🔄 Langkah 4 — Manuver Tambahan (oleh tenaga terlatih)
Jika belum berhasil:
-
Rotasi bahu bayi
-
Melahirkan bahu belakang
-
Teknik internal lainnya
7. Hal yang TIDAK BOLEH Dilakukan
⚠ Menarik kepala bayi terlalu kuat
⚠ Tekanan pada fundus uterus
⚠ Panik / tindakan tidak terkoordinasi
👉 Bisa menyebabkan cedera serius pada bayi
8. Pencegahan
Tidak selalu bisa dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan:
✨ Deteksi bayi besar
✨ Kontrol diabetes ibu
✨ Monitoring persalinan
✨ Rencana persalinan tepat
No comments:
Post a Comment