Thursday, March 12, 2026

Perdarahan Setelah Melahirkan (Postpartum Hemorrhage)

Perdarahan Setelah Melahirkan (Postpartum Hemorrhage)

1. Pengertian

Perdarahan setelah melahirkan adalah kehilangan darah yang berlebihan setelah bayi lahir.

Secara medis disebut Postpartum Hemorrhage (PPH).

Definisi umum:

  • kehilangan darah ≥500 ml setelah persalinan normal

  • atau ≥1000 ml setelah operasi caesar

Perdarahan ini merupakan penyebab utama kematian ibu di dunia jika tidak segera ditangani.


2. Jenis Perdarahan Postpartum

Ada dua jenis utama:

1️⃣ Perdarahan postpartum primer

Terjadi dalam 24 jam pertama setelah melahirkan.

Ini yang paling berbahaya dan paling sering terjadi.


2️⃣ Perdarahan postpartum sekunder

Terjadi setelah 24 jam sampai 6 minggu setelah persalinan.

Biasanya disebabkan infeksi atau sisa plasenta.


3. Penyebab Perdarahan (Konsep 4T)

Dalam kebidanan dikenal empat penyebab utama perdarahan yang disebut 4T.


1️⃣ Tone (Atonia Uteri)

Ini penyebab paling sering.

Atonia uteri adalah kondisi ketika rahim tidak berkontraksi setelah bayi lahir.

Akibatnya:

pembuluh darah di tempat plasenta tidak tertutup sehingga terjadi perdarahan.

Faktor risiko:

  • rahim terlalu teregang (bayi besar, kembar)

  • persalinan lama

  • banyak anak (multipara)

  • kelelahan ibu


2️⃣ Tissue (Sisa Plasenta)

Jika ada bagian plasenta tertinggal di dalam rahim, maka rahim tidak bisa berkontraksi dengan baik.

Akibatnya perdarahan terus berlangsung.


3️⃣ Trauma

Perdarahan juga bisa terjadi akibat robekan pada jalan lahir, misalnya:

  • robekan perineum

  • robekan vagina

  • robekan serviks

Semakin berat robekannya, semakin banyak darah yang keluar.


4️⃣ Thrombin

Ini berkaitan dengan gangguan pembekuan darah.

Darah ibu tidak bisa membeku dengan normal sehingga perdarahan sulit berhenti.

Contohnya pada:

  • preeklamsia berat

  • infeksi berat

  • gangguan koagulasi


4. Tanda Perdarahan Postpartum

Bidan harus segera mengenali tanda-tanda berikut:

  • darah keluar sangat banyak

  • rahim terasa lembek

  • ibu pucat

  • ibu lemas

  • nadi cepat

  • tekanan darah turun

  • ibu merasa pusing

Jika tidak segera ditangani bisa terjadi syok hipovolemik.


5. Cara Pencegahan Perdarahan

Dalam kebidanan ada prosedur yang disebut:

Manajemen Aktif Kala III Persalinan (AMTSL).

Langkah-langkahnya:

1️⃣ Pemberian oksitosin

Obat ini membantu rahim berkontraksi.

Biasanya diberikan segera setelah bayi lahir.


2️⃣ Tarikan tali pusat terkendali

Bidan menarik tali pusat dengan hati-hati untuk membantu plasenta keluar.


3️⃣ Masase fundus uteri

Rahim dipijat agar tetap berkontraksi.


6. Penanganan Perdarahan

Jika terjadi perdarahan, bidan harus segera melakukan:

1️⃣ Masase rahim

Rahim dipijat agar berkontraksi.


2️⃣ Pemberian obat uterotonik

Contoh obat:

  • oksitosin

  • misoprostol

  • ergometrin

Tujuannya merangsang kontraksi rahim.


3️⃣ Memastikan plasenta lengkap

Jika ada sisa plasenta harus segera dikeluarkan.


4️⃣ Menjahit robekan jalan lahir

Jika perdarahan berasal dari robekan.


5️⃣ Rujukan segera

Jika perdarahan tidak dapat dikendalikan.


7. Pemeriksaan Rahim Setelah Persalinan

Setelah bayi lahir, bidan harus memeriksa:

  • tinggi fundus uteri

  • kekerasan rahim

  • jumlah perdarahan

Rahim normal setelah melahirkan harus terasa:

keras seperti bola.

Jika lembek → kemungkinan atonia uteri.


8. Tanda Syok pada Ibu

Jika perdarahan sangat banyak, ibu bisa mengalami syok.

Gejalanya:

  • kulit pucat dan dingin

  • nadi sangat cepat

  • tekanan darah rendah

  • napas cepat

  • kesadaran menurun

Ini kondisi darurat medis.

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...