Thursday, March 12, 2026

Resusitasi Bayi Baru Lahir

Resusitasi Bayi Baru Lahir

1. Pengertian Resusitasi Bayi

Resusitasi bayi baru lahir adalah tindakan untuk membantu bayi bernapas dan mempertahankan kehidupan jika bayi tidak bernapas atau napasnya lemah setelah lahir.

Bayi yang baru lahir harus segera:

  • bernapas

  • menangis

  • memiliki warna kulit kemerahan

Jika tidak, maka bidan harus segera melakukan resusitasi neonatus.


2. Penyebab Bayi Tidak Bernapas Saat Lahir

Beberapa penyebab yang sering terjadi:

1️⃣ Asfiksia lahir

Bayi kekurangan oksigen saat persalinan.

2️⃣ Persalinan lama

Proses persalinan terlalu lama sehingga bayi stres.

3️⃣ Lilitan tali pusat

Tali pusat melilit leher bayi.

4️⃣ Air ketuban bercampur mekonium

Bayi menghirup kotoran dalam ketuban.

5️⃣ Prematuritas

Paru-paru bayi belum matang.


3. Tanda Bayi Membutuhkan Resusitasi

Bidan harus segera bertindak jika bayi:

  • tidak menangis

  • napas lemah atau tidak bernapas

  • warna kulit kebiruan

  • denyut jantung <100 kali per menit

  • tonus otot lemah


4. Langkah Awal Resusitasi

Langkah awal harus dilakukan dalam 30 detik pertama setelah lahir.

Langkah-langkahnya:

1️⃣ Menghangatkan bayi

Bayi harus segera dikeringkan untuk mencegah hipotermia.

2️⃣ Membersihkan jalan napas

Membersihkan:

  • mulut

  • hidung

Jika ada lendir atau cairan.

3️⃣ Mengeringkan bayi

Gunakan kain bersih dan hangat.

4️⃣ Merangsang bayi

Biasanya dengan:

  • menggosok punggung

  • menepuk ringan telapak kaki

Sering kali bayi langsung menangis setelah dirangsang.


5. Jika Bayi Masih Tidak Bernapas

Jika bayi masih tidak bernapas, maka dilakukan ventilasi tekanan positif (VTP).

Ini dilakukan menggunakan:

bag and mask.

Tujuannya:

memberikan udara ke paru-paru bayi.

Frekuensi ventilasi:

sekitar 40–60 kali per menit.


6. Evaluasi Setelah Ventilasi

Setelah 30 detik ventilasi, bidan harus mengevaluasi:

Denyut jantung bayi

Jika:

100 kali/menit
➡️ ventilasi bisa dihentikan

60–100 kali/menit
➡️ ventilasi dilanjutkan

<60 kali/menit
➡️ perlu tindakan lanjutan.


7. Jika Denyut Jantung Sangat Rendah

Jika denyut jantung bayi <60 kali per menit, maka dilakukan:

Kompresi dada

Teknik:

  • dua ibu jari menekan dada bayi

  • posisi di tengah dada

Perbandingan:

3 kompresi : 1 ventilasi

Total sekitar 120 tindakan per menit.


8. Peralatan Resusitasi Bayi

Bidan harus menyiapkan beberapa alat penting:

  • penghangat bayi

  • kain kering

  • penghisap lendir

  • bag and mask

  • oksigen

  • stetoskop

Semua harus siap sebelum persalinan.


9. Pencegahan Asfiksia Bayi

Bidan harus melakukan beberapa tindakan pencegahan:

  • memantau DJJ selama persalinan

  • menggunakan partograf

  • menangani persalinan dengan benar

  • segera menolong bayi setelah lahir


10. Penilaian Kondisi Bayi Setelah Lahir

Bidan menggunakan sistem penilaian yang disebut Apgar Score.

Sistem ini dikembangkan oleh dokter anak Amerika
Virginia Apgar.

Penilaian dilakukan pada menit ke-1 dan menit ke-5 setelah lahir.


Komponen Apgar Score

Ada 5 parameter:

1️⃣ warna kulit
2️⃣ denyut jantung
3️⃣ refleks
4️⃣ tonus otot
5️⃣ pernapasan

Skor maksimal = 10

Interpretasi:

7 – 10 → bayi baik
4 – 6 → bayi perlu bantuan
0 – 3 → kondisi gawat

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...