Friday, March 13, 2026

Obstetri Risiko Tinggi (High Risk Pregnancy)

 

Obstetri Risiko Tinggi (High Risk Pregnancy)


1. Pengertian

Kehamilan risiko tinggi = kehamilan yang memiliki kemungkinan lebih besar terjadi komplikasi pada ibu dan/atau janin dibanding kehamilan normal.

👉 Tujuan deteksi: mencegah kematian ibu & bayi


2. Faktor Risiko Kehamilan

A. Faktor Ibu

Usia

  • < 20 tahun → panggul belum matang, anemia

  • 35 tahun → risiko hipertensi, diabetes, kromosom abnormal

Paritas

  • Primigravida tua

  • Grande multipara (≥ 5 kali melahirkan)

Jarak kehamilan

  • < 2 tahun → risiko anemia & prematur


B. Faktor Medis

  • Hipertensi kronis

  • Diabetes mellitus

  • Penyakit jantung

  • Anemia berat

  • Obesitas

  • Infeksi kronis


C. Faktor Obstetri Sebelumnya

  • Riwayat SC

  • Riwayat perdarahan

  • Riwayat kematian janin

  • Persalinan prematur

  • BBLR


D. Faktor Kehamilan Sekarang

  • Kehamilan ganda

  • Preeklampsia

  • Plasenta previa

  • Ketuban pecah dini

  • Pertumbuhan janin terhambat (IUGR)


3. Tanda Bahaya Kehamilan Risiko Tinggi

⚠ Perdarahan vagina
⚠ Sakit kepala hebat
⚠ Pandangan kabur
⚠ Nyeri perut hebat
⚠ Bengkak wajah & tangan
⚠ Gerakan janin berkurang
⚠ Demam tinggi

👉 Harus segera dirujuk!


4. Komplikasi Utama

A. Preeklampsia & Eklampsia

Preeklampsia

  • Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg

  • Proteinuria

  • Edema

Eklampsia

  • Preeklampsia + kejang

Risiko:
⚠ Stroke
⚠ Gagal organ
⚠ Kematian ibu & janin


B. Perdarahan Antepartum

  1. Plasenta previa → plasenta menutupi jalan lahir

  2. Solusio plasenta → plasenta terlepas sebelum bayi lahir


C. Persalinan Prematur

  • Lahir < 37 minggu

  • Risiko kematian neonatal tinggi


D. IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Janin tidak tumbuh sesuai usia kehamilan.

Penyebab:

  • Gangguan plasenta

  • Hipertensi ibu

  • Malnutrisi

  • Infeksi


5. Penatalaksanaan oleh Bidan

A. Deteksi Dini

  • ANC rutin

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pemantauan pertumbuhan janin

  • Skrining laboratorium


B. Edukasi Ibu

  • Nutrisi cukup

  • Istirahat

  • Minum obat sesuai anjuran

  • Mengenali tanda bahaya


C. Rujukan Tepat Waktu

👉 Prinsip penting: “Early detection — early referral”


6. Peran Bidan S1

Bidan S1 tidak hanya melakukan tindakan, tetapi juga:

🧠 Analisis risiko
📊 Pengambilan keputusan klinis
🏥 Koordinasi rujukan
👩‍👧 Edukasi keluarga
📚 Evidence-based practice

No comments:

CRITICAL CARE PHARMACY (ICU) Farmasi pada Pasien Kritis

📚 1. DEFINISI Critical Care Pharmacy adalah cabang farmasi klinis yang berfokus pada pengelolaan terapi obat pada pasien dengan kondisi m...