Thursday, March 12, 2026

ANTIHISTAMIN (OBAT ALERGI)

ANTIHISTAMIN (OBAT ALERGI)

1. Pengertian Alergi

Alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya.

Zat yang memicu alergi disebut alergen.

Contoh alergen:

  • debu

  • serbuk sari

  • bulu hewan

  • makanan tertentu

  • obat-obatan

  • gigitan serangga

Pada orang yang alergi, tubuh menganggap zat tersebut sebagai ancaman, sehingga memicu pelepasan zat kimia bernama histamin.


2. Pengertian Histamin

Histamin adalah zat kimia yang dilepaskan oleh sel mast ketika terjadi reaksi alergi.

Histamin menyebabkan berbagai gejala alergi seperti:

  • gatal

  • bersin

  • hidung meler

  • mata berair

  • kemerahan pada kulit

  • pembengkakan

Histamin bekerja dengan menempel pada reseptor histamin dalam tubuh.

Jenis reseptor histamin:

  • H1

  • H2

  • H3

  • H4

Pada reaksi alergi, reseptor yang paling berperan adalah reseptor H1.


3. Pengertian Antihistamin

Antihistamin adalah obat yang digunakan untuk menghambat kerja histamin sehingga gejala alergi dapat berkurang atau hilang.

Obat ini bekerja dengan memblokir reseptor H1, sehingga histamin tidak dapat menimbulkan efek alergi.


4. Mekanisme Reaksi Alergi

Proses alergi terjadi dalam beberapa tahap:

Tahap 1 – Sensitisasi

Tubuh pertama kali terpapar alergen.

Sistem imun membentuk antibodi IgE terhadap alergen tersebut.


Tahap 2 – Paparan ulang

Ketika tubuh kembali terpapar alergen:

  • antibodi IgE mengenali alergen

  • sel mast melepaskan histamin


Tahap 3 – Timbul gejala alergi

Histamin menyebabkan:

  • pelebaran pembuluh darah

  • peningkatan permeabilitas pembuluh darah

  • stimulasi saraf

Akibatnya muncul gejala:

  • gatal

  • bersin

  • ruam

  • bengkak


5. Golongan Antihistamin

Antihistamin dibagi menjadi dua generasi utama.

1. Antihistamin Generasi Pertama

Karakteristik:

  • menembus otak

  • menyebabkan kantuk

  • efek sedasi kuat

Contoh obat:

  • Klorfeniramin maleat (CTM)

  • Difenhidramin

  • Dimenhidrinat

  • Prometazin

Kegunaan:

  • alergi

  • mabuk perjalanan

  • obat tidur ringan

Efek samping:

  • mengantuk

  • mulut kering

  • pusing

  • penglihatan kabur


2. Antihistamin Generasi Kedua

Karakteristik:

  • tidak mudah masuk ke otak

  • efek kantuk minimal

  • lebih aman untuk aktivitas sehari-hari

Contoh obat:

  • Loratadin

  • Cetirizine

  • Fexofenadine

  • Desloratadine

Indikasi:

  • rhinitis alergi

  • urtikaria

  • alergi kulit


6. Perbedaan Antihistamin Generasi 1 dan 2

KarakteristikGenerasi 1Generasi 2
Efek kantukkuatminimal
Frekuensi dosislebih seringlebih jarang
Efek sampinglebih banyaklebih sedikit
Penggunaanalergi & mabuk perjalananalergi

7. Indikasi Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk mengatasi:

Rhinitis alergi

Gejala:

  • bersin

  • hidung meler

  • hidung tersumbat

Urtikaria

Dikenal sebagai biduran.

Gejala:

  • bentol

  • gatal pada kulit

Konjungtivitis alergi

Gejala:

  • mata merah

  • mata gatal

  • mata berair

Reaksi alergi obat atau makanan


8. Efek Samping Antihistamin

Efek samping yang dapat terjadi:

Mengantuk

terutama pada antihistamin generasi pertama.

Mulut kering

Pusing

Gangguan penglihatan

Pada penggunaan dosis tinggi dapat menyebabkan:

  • gangguan jantung

  • kebingungan

  • kejang (jarang terjadi)


9. Hal yang Perlu Diperhatikan

Beberapa hal penting dalam penggunaan antihistamin:

  1. Hindari mengemudi setelah minum antihistamin generasi pertama

  2. Gunakan sesuai dosis

  3. Hati-hati pada lansia

  4. Hati-hati pada penderita penyakit hati

  5. Jangan dikombinasikan dengan alkohol


10. Contoh Obat Antihistamin di Apotek

Beberapa obat yang sering ditemukan:

  • CTM

  • Loratadin

  • Cetirizine

  • Fexofenadine

  • Diphenhydramine

Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk:

  • tablet

  • sirup

  • kapsul

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...