Friday, March 13, 2026

Interpretasi CTG (Cardiotocography)

Interpretasi CTG (Cardiotocography) 


1. Pengertian CTG

CTG (Cardiotocography) = alat untuk memantau:

👶 Denyut jantung janin (DJJ)
🤰 Kontraksi rahim ibu

Digunakan pada:

  • Persalinan

  • Kehamilan risiko tinggi

  • Monitoring janin di RS

👉 Tujuan: mendeteksi apakah janin kekurangan oksigen (distres janin)


2. Komponen Utama CTG

CTG memiliki dua grafik:

📈 A. Grafik Atas — DJJ (Fetal Heart Rate)

Menunjukkan detak jantung janin per menit (bpm)

Normal:
👉 110 — 160 bpm


📉 B. Grafik Bawah — Kontraksi Rahim

Menunjukkan:

  • Frekuensi kontraksi

  • Durasi kontraksi

  • Kekuatan kontraksi


3. Parameter Penilaian CTG


❤️ A. Baseline FHR

Detak jantung rata-rata janin selama 10 menit.

KondisiNilai
Normal110 — 160 bpm
Takikardia> 160 bpm
Bradikardia< 110 bpm

Penyebab abnormal:

  • Hipoksia janin

  • Demam ibu

  • Infeksi

  • Obat-obatan


🔄 B. Variabilitas

Fluktuasi kecil pada DJJ → tanda sistem saraf janin sehat.

VariabilitasArti
NormalJanin sehat
MinimalJanin tidur / hipoksia ringan
Tidak adaRisiko tinggi hipoksia

👉 Variabilitas adalah indikator kesejahteraan janin paling penting


⬆️ C. Akselerasi

Kenaikan DJJ sementara.

Ciri:

  • Naik ≥ 15 bpm

  • ≥ 15 detik

Arti:

💚 Tanda janin sehat
💚 Respons normal terhadap gerakan


⬇️ D. Deselerasi

Penurunan DJJ sementara.

1. Deselerasi Dini

  • Terjadi bersamaan dengan kontraksi

  • Disebabkan tekanan kepala janin
    👉 Biasanya normal


2. Deselerasi Lambat ⚠️

  • Terjadi setelah puncak kontraksi

  • Disebabkan gangguan oksigen plasenta

👉 Tanda bahaya (distres janin)


3. Deselerasi Variabel

  • Tidak teratur

  • Disebabkan kompresi tali pusat

Bisa ringan atau berat tergantung durasi & kedalaman.


4. Kategori Interpretasi CTG


🟢 Kategori I — Normal

✔ Baseline normal
✔ Variabilitas normal
✔ Tidak ada deselerasi lambat

👉 Janin sehat


🟡 Kategori II — Meragukan

  • Variabilitas minimal

  • Takikardia ringan

  • Deselerasi variabel

👉 Perlu observasi ketat


🔴 Kategori III — Abnormal

⚠ Variabilitas tidak ada
⚠ Deselerasi lambat berulang
⚠ Bradikardia berat

👉 Distres janin → tindakan segera!


5. Tindakan Jika CTG Tidak Normal

Langkah awal bidan:

  1. Posisi ibu miring kiri

  2. Beri oksigen

  3. Hentikan oksitosin (jika ada)

  4. Beri cairan infus

  5. Monitor ketat

  6. Kolaborasi dengan dokter

👉 Jika memburuk → persalinan segera (vakum / SC)


6. Indikasi Penggunaan CTG

CTG dilakukan pada:

  • Kehamilan risiko tinggi

  • Preeklampsia

  • Diabetes gestasional

  • Persalinan lama

  • Air ketuban hijau

  • Gerakan janin berkurang

  • Induksi persalinan

No comments:

CRITICAL CARE PHARMACY (ICU) Farmasi pada Pasien Kritis

📚 1. DEFINISI Critical Care Pharmacy adalah cabang farmasi klinis yang berfokus pada pengelolaan terapi obat pada pasien dengan kondisi m...