Interpretasi CTG (Cardiotocography)
1. Pengertian CTG
CTG (Cardiotocography) = alat untuk memantau:
👶 Denyut jantung janin (DJJ)
🤰 Kontraksi rahim ibu
Digunakan pada:
-
Persalinan
-
Kehamilan risiko tinggi
-
Monitoring janin di RS
👉 Tujuan: mendeteksi apakah janin kekurangan oksigen (distres janin)
2. Komponen Utama CTG
CTG memiliki dua grafik:
📈 A. Grafik Atas — DJJ (Fetal Heart Rate)
Menunjukkan detak jantung janin per menit (bpm)
Normal:
👉 110 — 160 bpm
📉 B. Grafik Bawah — Kontraksi Rahim
Menunjukkan:
-
Frekuensi kontraksi
-
Durasi kontraksi
-
Kekuatan kontraksi
3. Parameter Penilaian CTG
❤️ A. Baseline FHR
Detak jantung rata-rata janin selama 10 menit.
| Kondisi | Nilai |
|---|---|
| Normal | 110 — 160 bpm |
| Takikardia | > 160 bpm |
| Bradikardia | < 110 bpm |
Penyebab abnormal:
-
Hipoksia janin
-
Demam ibu
-
Infeksi
-
Obat-obatan
🔄 B. Variabilitas
Fluktuasi kecil pada DJJ → tanda sistem saraf janin sehat.
| Variabilitas | Arti |
|---|---|
| Normal | Janin sehat |
| Minimal | Janin tidur / hipoksia ringan |
| Tidak ada | Risiko tinggi hipoksia |
👉 Variabilitas adalah indikator kesejahteraan janin paling penting
⬆️ C. Akselerasi
Kenaikan DJJ sementara.
Ciri:
-
Naik ≥ 15 bpm
-
≥ 15 detik
Arti:
💚 Tanda janin sehat
💚 Respons normal terhadap gerakan
⬇️ D. Deselerasi
Penurunan DJJ sementara.
1. Deselerasi Dini
-
Terjadi bersamaan dengan kontraksi
-
Disebabkan tekanan kepala janin
👉 Biasanya normal
2. Deselerasi Lambat ⚠️
-
Terjadi setelah puncak kontraksi
-
Disebabkan gangguan oksigen plasenta
👉 Tanda bahaya (distres janin)
3. Deselerasi Variabel
-
Tidak teratur
-
Disebabkan kompresi tali pusat
Bisa ringan atau berat tergantung durasi & kedalaman.
4. Kategori Interpretasi CTG
🟢 Kategori I — Normal
✔ Baseline normal
✔ Variabilitas normal
✔ Tidak ada deselerasi lambat
👉 Janin sehat
🟡 Kategori II — Meragukan
-
Variabilitas minimal
-
Takikardia ringan
-
Deselerasi variabel
👉 Perlu observasi ketat
🔴 Kategori III — Abnormal
⚠ Variabilitas tidak ada
⚠ Deselerasi lambat berulang
⚠ Bradikardia berat
👉 Distres janin → tindakan segera!
5. Tindakan Jika CTG Tidak Normal
Langkah awal bidan:
-
Posisi ibu miring kiri
-
Beri oksigen
-
Hentikan oksitosin (jika ada)
-
Beri cairan infus
-
Monitor ketat
-
Kolaborasi dengan dokter
👉 Jika memburuk → persalinan segera (vakum / SC)
6. Indikasi Penggunaan CTG
CTG dilakukan pada:
-
Kehamilan risiko tinggi
-
Preeklampsia
-
Diabetes gestasional
-
Persalinan lama
-
Air ketuban hijau
-
Gerakan janin berkurang
-
Induksi persalinan
No comments:
Post a Comment