Perdarahan Obstetri
1. Pengertian
Perdarahan obstetri = perdarahan yang terjadi selama:
🤰 Kehamilan
👶 Persalinan
🩺 Masa nifas
👉 Kondisi ini darurat dan dapat menyebabkan syok hingga kematian.
2. Klasifikasi Perdarahan Obstetri
A. Perdarahan Antepartum
Terjadi setelah usia kehamilan ≥ 20 minggu sebelum bayi lahir.
B. Perdarahan Intrapartum
Terjadi saat proses persalinan.
C. Perdarahan Postpartum
Terjadi setelah bayi lahir.
🩸 A. PERDARAHAN ANTEPARTUM
1. Plasenta Previa
Pengertian
Plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir.
Gejala khas:
✨ Perdarahan merah segar
✨ Tanpa nyeri
✨ Berulang
Risiko:
⚠ Persalinan tidak bisa normal
⚠ Syok
⚠ Prematur
2. Solusio Plasenta
Pengertian
Plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir.
Gejala khas:
⚠ Nyeri perut hebat
⚠ Perdarahan gelap
⚠ Rahim tegang
⚠ DJJ menurun / tidak ada
👉 Sangat berbahaya bagi ibu & janin
🩸 B. PERDARAHAN INTRAPARTUM
Terjadi saat persalinan berlangsung.
Penyebab:
-
Robekan jalan lahir
-
Ruptur uteri (rahim robek)
-
Solusio plasenta saat persalinan
🩸 C. PERDARAHAN POSTPARTUM (PPP)
👉 Paling sering dan paling berbahaya
Definisi
Perdarahan > 500 ml setelah persalinan normal
atau > 1000 ml setelah operasi SC
4. Penyebab Perdarahan Postpartum — 4T
Ini wajib hafal 👇🔥
| Penyebab | Penjelasan |
|---|---|
| Tone | Atonia uteri (rahim tidak berkontraksi) |
| Tissue | Sisa plasenta |
| Trauma | Robekan jalan lahir |
| Thrombin | Gangguan pembekuan darah |
👉 Tone (Atonia uteri) = penyebab terbanyak
🧠 Atonia Uteri
Rahim gagal berkontraksi setelah persalinan → pembuluh darah terbuka → perdarahan hebat.
Faktor risiko:
-
Persalinan lama
-
Kehamilan ganda
-
Bayi besar
-
Polihidramnion
-
Multipara
5. Tanda Bahaya Perdarahan Berat
⚠ Darah keluar banyak
⚠ Pucat
⚠ Nadi cepat lemah
⚠ Tekanan darah turun
⚠ Pusing / gelisah
⚠ Penurunan kesadaran
👉 Tanda syok hipovolemik
6. Penanganan Awal oleh Bidan
🔥 Prinsip: SELAMATKAN IBU DULU 🔥
Langkah cepat:
-
Panggil bantuan
-
Evaluasi ABC (Airway, Breathing, Circulation)
-
Posisikan ibu telentang dengan kaki ditinggikan
-
Pasang infus cairan cepat
-
Oksigen
-
Monitor tanda vital
Jika Atonia Uteri:
👉 Lakukan:
-
Pijat uterus
-
Kosongkan kandung kemih
-
Beri uterotonika (oksitosin)
-
Kompresi bimanual (oleh tenaga terlatih)
7. Pencegahan Perdarahan Postpartum
Dilakukan saat persalinan:
👉 Manajemen aktif kala III (AMTSL)
Meliputi:
✔ Pemberian oksitosin segera setelah bayi lahir
✔ Tarikan tali pusat terkendali
✔ Pijat uterus setelah plasenta lahir
👉 Terbukti menurunkan risiko PPP secara signifikan
8. Komplikasi Perdarahan Obstetri
Jika tidak ditangani:
⚠ Syok
⚠ Gagal organ
⚠ Koagulopati
⚠ Kematian ibu
No comments:
Post a Comment