Friday, March 13, 2026

Perdarahan Obstetri

Perdarahan Obstetri


1. Pengertian

Perdarahan obstetri = perdarahan yang terjadi selama:

🤰 Kehamilan
👶 Persalinan
🩺 Masa nifas

👉 Kondisi ini darurat dan dapat menyebabkan syok hingga kematian.


2. Klasifikasi Perdarahan Obstetri

A. Perdarahan Antepartum

Terjadi setelah usia kehamilan ≥ 20 minggu sebelum bayi lahir.

B. Perdarahan Intrapartum

Terjadi saat proses persalinan.

C. Perdarahan Postpartum

Terjadi setelah bayi lahir.


🩸 A. PERDARAHAN ANTEPARTUM


1. Plasenta Previa

Pengertian

Plasenta menempel di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir.

Gejala khas:

✨ Perdarahan merah segar
✨ Tanpa nyeri
✨ Berulang

Risiko:

⚠ Persalinan tidak bisa normal
⚠ Syok
⚠ Prematur


2. Solusio Plasenta

Pengertian

Plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum bayi lahir.

Gejala khas:

⚠ Nyeri perut hebat
⚠ Perdarahan gelap
⚠ Rahim tegang
⚠ DJJ menurun / tidak ada

👉 Sangat berbahaya bagi ibu & janin


🩸 B. PERDARAHAN INTRAPARTUM

Terjadi saat persalinan berlangsung.

Penyebab:

  • Robekan jalan lahir

  • Ruptur uteri (rahim robek)

  • Solusio plasenta saat persalinan


🩸 C. PERDARAHAN POSTPARTUM (PPP)

👉 Paling sering dan paling berbahaya

Definisi

Perdarahan > 500 ml setelah persalinan normal
atau > 1000 ml setelah operasi SC


4. Penyebab Perdarahan Postpartum — 4T

Ini wajib hafal 👇🔥

PenyebabPenjelasan
ToneAtonia uteri (rahim tidak berkontraksi)
TissueSisa plasenta
TraumaRobekan jalan lahir
ThrombinGangguan pembekuan darah

👉 Tone (Atonia uteri) = penyebab terbanyak


🧠 Atonia Uteri

Rahim gagal berkontraksi setelah persalinan → pembuluh darah terbuka → perdarahan hebat.

Faktor risiko:

  • Persalinan lama

  • Kehamilan ganda

  • Bayi besar

  • Polihidramnion

  • Multipara


5. Tanda Bahaya Perdarahan Berat

⚠ Darah keluar banyak
⚠ Pucat
⚠ Nadi cepat lemah
⚠ Tekanan darah turun
⚠ Pusing / gelisah
⚠ Penurunan kesadaran

👉 Tanda syok hipovolemik


6. Penanganan Awal oleh Bidan

🔥 Prinsip: SELAMATKAN IBU DULU 🔥

Langkah cepat:

  1. Panggil bantuan

  2. Evaluasi ABC (Airway, Breathing, Circulation)

  3. Posisikan ibu telentang dengan kaki ditinggikan

  4. Pasang infus cairan cepat

  5. Oksigen

  6. Monitor tanda vital


Jika Atonia Uteri:

👉 Lakukan:

  • Pijat uterus

  • Kosongkan kandung kemih

  • Beri uterotonika (oksitosin)

  • Kompresi bimanual (oleh tenaga terlatih)


7. Pencegahan Perdarahan Postpartum

Dilakukan saat persalinan:

👉 Manajemen aktif kala III (AMTSL)

Meliputi:

✔ Pemberian oksitosin segera setelah bayi lahir
✔ Tarikan tali pusat terkendali
✔ Pijat uterus setelah plasenta lahir

👉 Terbukti menurunkan risiko PPP secara signifikan


8. Komplikasi Perdarahan Obstetri

Jika tidak ditangani:

⚠ Syok
⚠ Gagal organ
⚠ Koagulopati
⚠ Kematian ibu

No comments:

CRITICAL CARE PHARMACY (ICU) Farmasi pada Pasien Kritis

📚 1. DEFINISI Critical Care Pharmacy adalah cabang farmasi klinis yang berfokus pada pengelolaan terapi obat pada pasien dengan kondisi m...