Thursday, March 12, 2026

ANALGESIK & ANTIPIRETIK

ANALGESIK & ANTIPIRETIK

1. Pengertian Analgesik

Analgesik adalah obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran.

Nyeri sendiri merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang menandakan adanya kerusakan jaringan atau gangguan pada organ tubuh.

Contoh nyeri yang sering terjadi:

  • sakit kepala

  • nyeri otot

  • nyeri haid

  • nyeri gigi

  • nyeri setelah operasi

  • nyeri akibat peradangan

Obat analgesik bekerja dengan menghambat proses penghantaran sinyal nyeri dari jaringan ke otak atau dengan mengurangi zat penyebab nyeri (prostaglandin).


2. Pengertian Antipiretik

Antipiretik adalah obat yang digunakan untuk menurunkan demam.

Demam terjadi ketika pusat pengatur suhu tubuh di hipotalamus meningkat akibat infeksi atau peradangan.

Penyebab demam antara lain:

  • infeksi bakteri

  • infeksi virus

  • peradangan

  • reaksi imun

Obat antipiretik bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin di hipotalamus sehingga suhu tubuh kembali normal.

Sebagian besar obat analgesik juga memiliki efek antipiretik.


3. Mekanisme Nyeri dalam Tubuh

Proses terjadinya nyeri melalui beberapa tahap:

1. Transduksi

Kerusakan jaringan menyebabkan pelepasan zat kimia seperti:

  • prostaglandin

  • bradikinin

  • histamin

  • serotonin

Zat-zat ini merangsang reseptor nyeri (nociceptor).


2. Transmisi

Sinyal nyeri dikirim melalui saraf perifer menuju sumsum tulang belakang dan otak.


3. Persepsi

Otak menginterpretasikan sinyal tersebut sebagai rasa nyeri.


4. Modulasi

Tubuh mencoba mengurangi sinyal nyeri melalui sistem saraf pusat.


4. Mekanisme Kerja Analgesik

Sebagian besar analgesik bekerja dengan menghambat enzim Cyclooxygenase (COX).

Enzim COX berfungsi menghasilkan prostaglandin, yaitu zat yang menyebabkan:

  • nyeri

  • peradangan

  • demam

Jika COX dihambat:

  • produksi prostaglandin menurun

  • nyeri berkurang

  • demam turun


5. Golongan Analgesik

Analgesik dibagi menjadi beberapa golongan utama:

  1. Analgesik non opioid

  2. NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs)

  3. Analgesik opioid


6. Analgesik Non Opioid

Analgesik ini digunakan untuk nyeri ringan sampai sedang.

Contoh utama:

1. Parasetamol

Nama lain: Acetaminophen

Indikasi:

  • demam

  • sakit kepala

  • nyeri ringan

  • nyeri setelah vaksin

Dosis dewasa:
500 – 1000 mg setiap 4–6 jam

Dosis maksimal:
4000 mg/hari

Kelebihan:

  • relatif aman

  • aman untuk anak

  • tidak mengiritasi lambung

Efek samping:

  • kerusakan hati jika overdosis


7. NSAID (Non Steroid Anti Inflammatory Drugs)

NSAID adalah obat yang memiliki efek:

  • analgesik

  • antipiretik

  • antiinflamasi

Contoh obat:

1. Ibuprofen

Indikasi:

  • nyeri otot

  • sakit kepala

  • nyeri haid

  • nyeri sendi

Dosis dewasa:
200 – 400 mg setiap 6–8 jam

Efek samping:

  • iritasi lambung

  • mual

  • tukak lambung


2. Asam Mefenamat

Sering digunakan untuk:

  • nyeri haid

  • nyeri gigi

  • nyeri sedang

Dosis dewasa:
500 mg awal, lalu 250 mg setiap 6 jam

Efek samping:

  • nyeri lambung

  • diare


3. Diklofenak

Digunakan untuk:

  • nyeri sendi

  • radang sendi

  • nyeri otot

Efek samping:

  • gangguan lambung

  • peningkatan risiko jantung


8. Analgesik Opioid

Digunakan untuk nyeri sedang sampai berat.

Biasanya dipakai pada:

  • nyeri kanker

  • nyeri pasca operasi

  • nyeri berat

Contoh obat:

  • Morfin

  • Kodein

  • Tramadol

Cara kerja:
Opioid bekerja pada reseptor opioid di otak dan sumsum tulang belakang sehingga persepsi nyeri berkurang.

Efek samping:

  • mengantuk

  • mual

  • konstipasi

  • depresi pernapasan

  • ketergantungan

Karena itu penggunaannya harus dengan resep dokter.


9. Perbedaan Analgesik dan Antiinflamasi

JenisFungsi
AnalgesikMenghilangkan nyeri
AntipiretikMenurunkan demam
AntiinflamasiMengurangi peradangan

Contoh:

  • Parasetamol → analgesik + antipiretik

  • Ibuprofen → analgesik + antipiretik + antiinflamasi


10. Efek Samping Analgesik

Beberapa efek samping yang dapat terjadi:

Gangguan lambung

terutama pada NSAID

Kerusakan hati

terutama akibat overdosis parasetamol

Gangguan ginjal

penggunaan NSAID jangka panjang

Ketergantungan

pada analgesik opioid


11. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Penggunaan Analgesik

  1. Gunakan sesuai dosis

  2. Jangan digunakan terlalu lama tanpa pengawasan dokter

  3. Hindari NSAID pada penderita maag berat

  4. Hati-hati pada pasien penyakit hati

  5. Jangan mengkombinasikan beberapa NSAID sekaligus

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...