ANTIBIOTIK
1. Pengertian Antibiotik
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri penyebab infeksi dalam tubuh.
Antibiotik tidak bekerja pada virus, sehingga tidak efektif untuk penyakit seperti:
-
flu
-
pilek
-
demam karena virus
-
COVID
-
campak
Antibiotik hanya digunakan pada infeksi bakteri seperti:
-
infeksi saluran pernapasan
-
infeksi kulit
-
infeksi saluran kemih
-
infeksi telinga
-
pneumonia
-
tifus
2. Sejarah Penemuan Antibiotik
Antibiotik pertama ditemukan oleh Alexander Fleming pada tahun 1928.
Ia menemukan bahwa jamur Penicillium mampu membunuh bakteri.
Dari penemuan tersebut lahirlah antibiotik pertama yaitu penisilin yang kemudian menyelamatkan jutaan nyawa dari infeksi bakteri.
3. Pengertian Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak dalam tubuh sehingga menyebabkan penyakit.
Contoh bakteri penyebab penyakit:
-
Streptococcus → radang tenggorokan
-
Staphylococcus → infeksi kulit
-
E. coli → infeksi saluran kemih
-
Salmonella → tifus
Gejala infeksi bakteri biasanya:
-
demam
-
nyeri
-
pembengkakan
-
kemerahan
-
keluar nanah
-
peningkatan sel darah putih
4. Mekanisme Kerja Antibiotik
Antibiotik bekerja dengan beberapa cara utama:
1. Menghambat pembentukan dinding sel bakteri
Bakteri membutuhkan dinding sel untuk mempertahankan bentuk dan kelangsungan hidupnya.
Jika dinding sel rusak, bakteri akan pecah dan mati.
Contoh:
-
penisilin
-
sefalosporin
2. Menghambat sintesis protein bakteri
Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan reproduksi bakteri.
Antibiotik dapat menghambat pembentukan protein sehingga bakteri tidak dapat berkembang.
Contoh:
-
tetrasiklin
-
makrolida
3. Menghambat sintesis DNA bakteri
Antibiotik ini mengganggu pembentukan DNA bakteri sehingga bakteri tidak bisa berkembang biak.
Contoh:
-
kuinolon
4. Mengganggu metabolisme bakteri
Antibiotik menghambat pembentukan asam folat yang diperlukan bakteri untuk hidup.
Contoh:
-
sulfonamid
-
trimetoprim
5. Golongan Antibiotik
Antibiotik dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan struktur dan mekanisme kerjanya.
Golongan utama:
-
Penisilin
-
Sefalosporin
-
Makrolida
-
Tetrasiklin
-
Kuinolon
-
Aminoglikosida
-
Sulfonamid
6. Golongan Penisilin
Penisilin adalah antibiotik yang bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri.
Contoh obat:
-
Amoksisilin
-
Ampisilin
-
Penisilin G
Indikasi:
-
infeksi saluran pernapasan
-
infeksi telinga
-
infeksi kulit
-
infeksi gigi
Dosis umum amoksisilin dewasa:
500 mg setiap 8 jam
Efek samping:
-
alergi
-
ruam kulit
-
diare
7. Golongan Sefalosporin
Sefalosporin juga bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri.
Contoh:
-
Cefadroxil
-
Cefixime
-
Ceftriaxone
Indikasi:
-
infeksi saluran kemih
-
infeksi kulit
-
pneumonia
-
infeksi telinga
8. Golongan Makrolida
Makrolida bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri.
Contoh:
-
Eritromisin
-
Azitromisin
-
Klaritromisin
Indikasi:
-
infeksi saluran pernapasan
-
infeksi kulit
-
infeksi tenggorokan
Makrolida sering digunakan pada pasien yang alergi penisilin.
9. Golongan Tetrasiklin
Tetrasiklin bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri.
Contoh:
-
Tetrasiklin
-
Doksisiklin
Indikasi:
-
jerawat
-
infeksi saluran pernapasan
-
infeksi tertentu
Efek samping:
-
perubahan warna gigi
-
gangguan lambung
Karena itu tidak dianjurkan pada anak kecil dan ibu hamil.
10. Golongan Kuinolon
Kuinolon bekerja dengan menghambat sintesis DNA bakteri.
Contoh:
-
Ciprofloxacin
-
Levofloxacin
-
Ofloxacin
Indikasi:
-
infeksi saluran kemih
-
infeksi saluran pencernaan
-
tifus
Efek samping:
-
mual
-
pusing
-
gangguan tendon
11. Resistensi Antibiotik
Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik sehingga obat tidak lagi efektif.
Penyebab resistensi:
-
penggunaan antibiotik yang tidak tepat
-
tidak menghabiskan antibiotik
-
penggunaan antibiotik tanpa resep
-
penggunaan antibiotik berlebihan
Akibatnya:
-
infeksi menjadi lebih sulit diobati
-
membutuhkan antibiotik yang lebih kuat
-
meningkatkan risiko kematian
12. Prinsip Penggunaan Antibiotik yang Benar
Beberapa prinsip penting:
-
Antibiotik hanya digunakan untuk infeksi bakteri
-
Harus sesuai resep dokter
-
Dosis harus tepat
-
Harus dihabiskan sesuai durasi terapi
-
Tidak boleh berbagi antibiotik dengan orang lain
13. Efek Samping Antibiotik
Beberapa efek samping yang dapat terjadi:
-
mual
-
muntah
-
diare
-
alergi
-
ruam kulit
-
gangguan fungsi hati
Efek samping serius:
-
reaksi alergi berat (anafilaksis)
No comments:
Post a Comment