Tuesday, April 14, 2026

Dari Cinta, Lahirlah Sebuah Karya

Desember 2025..
Di hari ulang tahunku,
Aku menerima hadiah yang tidak begitu besar tapi tidak begitu kecil
Sebuah parfum.
Ya, 
Tapi ternyata tidak se-sederhana itu.

Awalnya aku pikir hanya tentang sebuah wangi
Tapi ternyata diam-diam ia menetap
Lebih dari sekedar harum

Dan sejak hari itu aku mulai mengerti
Bahwa ada hal yang tidak perlu dijelaskan untuk menggambarkan keindahan 
Karena setiap kali aku menyemprotkannya,
Dunia seakan melambat sebentar
Mengembalikan aku ke hari itu
Ke perasaan hangatku mendapati moment yang membuatku merasa dipilih, diingat, dan dicintai

Lucunya,
Ternyata aku menyadari bahwa ini bukan hanya sebuah parfum dan aroma
Tapi ini soal kisah, 
Cerita aku dengannya
Yang tersimpan dalam harumnya
Dan yang terjaga dalam setiap tetesnya

Aku tak tahu,
Apakah semua orang pernah merasakannya?
Tentang bagaimana satu aroma bisa menyimpan seseorang?
Karena itulah, 
Aku ingin menciptakan hal yang sama
Bukan hanya sekedar parfum,
Tapi sebuah rasa yang bisa kamu jaga sambil membawanya pergi
Atau rasa yang bisa kamu kenang sambil memejamkan mata saat ingin terlelap
Agar suatu hari nanti,
Ketika kamu kembali pada aroma ini
Kamu akan berhenti sejenak
Diam, teringat, tentang siapa, tentang bagaimana kamu pernah merasa
“aku pernah ada cinta disini.”

— Dysense Perfume by Widyisa

Monday, April 6, 2026

Aku mengerti tanpa banyak kata
Tapi bukan berarti aku tak ingin kau tak bicara
Aku bisa menenangkan diriku 
Tapi bukan berarti kau diam tanpa tanya mengapa
Aku sedang tak ingin diganggu siapapun
Tapi bukan berarti kau tak disampingku menemani
Kamu tau se-taksengaja apa, kau kutemukan?

Aku hanya berjalan menyingkir dari orang yang bedesak-desakkan di rak depan.
Sampai pada akhirnya langkahku terhenti di tempat yang tenang -mengingatkanku bahwa aku pernah merasakan ini sebelumnya.
Lalu ku menoleh ke sebelah kiri, rak pojok, tepat di barisan terdepan.
Kamu.
Buku yang pernah kumiliki, pernah kubawa dan kukenalkan pada setiap orang -bahwa ini buku indah yang ceritanya selalu membawa kita seolah ikut bahagia di dalamnya, buku yang pernah kubaca sampai habis tapi kusisakan satu judul terakhir kemudian aku pergi karena tak lagi sanggup ku membacanya.

Yaa, finally i found you.
And, bisakah kita lanjut untuk menulis buku kedua ini?
Dengan ada aku lagi di dalamnya?
Aku rindu setiap katanya, sungguh.

Perihal buku itu, 
Bukan aku malas untuk membacanya,
Tapi entah kenapa rasanya aku ingin tinggal lebih lama lagi di setiap halamannya
Rasanya aku sangat butuh me time di cafe, malam ini.
Yaa walaupun ujung-ujungnya tetap sambil ngerjain kerjaan.

Sengaja kupilih meja di sudut, biar nggak banyak orang lalu lalang.

1 jam berlalu, kupikir waktu yang cukup untukku melamun.
Dan sekarang ayoo kerja lagi. Bismillah.

"Seintrovert-introvertnya orang, kalau ada orang tiba-tiba duduk di depannya, ditengok dong"
"Loh, kamu?"
"Hnm, masih aja ditutup hatinya sampai cuek sama orang."
"Sorry lagi fokus kerja. Kok bisa disini?
"Jaga parkir. Kebetulan shift aku udah abis"
"Haha masih aja. Sehat?
"Ini sengaja kesini buat ngasih tau jawabannya langsung."

Kepergianku, kupastikan takkan membuatku kembali
Maka dari itu aku bertahan begitu hebatnya
Terasa dekat,
Begitu hangat.
Bolehkah selamanya terus seperti ini?
Egoiskah aku tak ingin dingin?
Aku hanya bisa diam dalam jatuhku
Sakit yang tak sempat kurasa karena tertahan kepergianmu
Aku takut teriakku memperburuk keadaan
Mungkin bukan hanya luka, tapi hancur
Perasaan ini,
Apa hanya aku yang merasakan?
Apa hanya aku yang memiliki?
Tuhan, mengapa berantakan?
Sedangkan tidak ada yang hancur disini

Sunday, April 5, 2026

Kamu adalah lembar pertama dari ribuan halaman yang berisikan tentangmu
Bahkan saat buku yang kumulai baca belum habis,
Aku sudah ingin memiliki judul yang lain.
Ya, sehebat itu kamu mengacaukan hidupku.

Dari Cinta, Lahirlah Sebuah Karya

Desember 2025.. Di hari ulang tahunku, Aku menerima hadiah yang tidak begitu besar tapi tidak begitu kecil Sebuah parfum. Ya,  Tapi ternyata...