Monday, April 6, 2026

Aku mengerti tanpa banyak kata
Tapi bukan berarti aku tak ingin kau tak bicara
Aku bisa menenangkan diriku 
Tapi bukan berarti kau diam tanpa tanya mengapa
Aku sedang tak ingin diganggu siapapun
Tapi bukan berarti kau tak disampingku menemani
Kamu tau se-taksengaja apa, kau kutemukan?

Aku hanya berjalan menyingkir dari orang yang bedesak-desakkan di rak depan.
Sampai pada akhirnya langkahku terhenti di tempat yang tenang -mengingatkanku bahwa aku pernah merasakan ini sebelumnya.
Lalu ku menoleh ke sebelah kiri, rak pojok, tepat di barisan terdepan.
Kamu.
Buku yang pernah kumiliki, pernah kubawa dan kukenalkan pada setiap orang -bahwa ini buku indah yang ceritanya selalu membawa kita seolah ikut bahagia di dalamnya, buku yang pernah kubaca sampai habis tapi kusisakan satu judul terakhir kemudian aku pergi karena tak lagi sanggup ku membacanya.

Yaa, finally i found you.
And, bisakah kita lanjut untuk menulis buku kedua ini?
Dengan ada aku lagi di dalamnya?
Aku rindu setiap katanya, sungguh.

Perihal buku itu, 
Bukan aku malas untuk membacanya,
Tapi entah kenapa rasanya aku ingin tinggal lebih lama lagi di setiap halamannya
Rasanya aku sangat butuh me time di cafe, malam ini.
Yaa walaupun ujung-ujungnya tetap sambil ngerjain kerjaan.

Sengaja kupilih meja di sudut, biar nggak banyak orang lalu lalang.

1 jam berlalu, waktu yang cukup untukku sekarang bekerja lagi. Bismillah.

"Seintrovert-introvertnya orang, kalau ada orang tiba-tiba duduk di depannya, ditengok dong"
"Loh, kamu?"
"Hnm, masih aja ditutup hatinya sampai cuek sama orang."
"Sorry lagi fokus kerja. Kok bisa disini?
"Jaga parkir. Kebetulan shift aku udah abis"
"Haha masih aja. Sehat?
"Ini sengaja kesini buat ngasih tau jawabannya langsung."

Kepergianku, kupastikan takkan membuatku kembali
Maka dari itu aku bertahan begitu hebatnya
Terasa dekat,
Begitu hangat.
Bolehkah selamanya terus seperti ini?
Egoiskah aku tak ingin dingin?
Aku hanya bisa diam dalam jatuhku
Sakit yang tak sempat kurasa karena tertahan kepergianmu
Aku takut teriakku memperburuk keadaan
Mungkin bukan hanya luka, tapi hancur
Perasaan ini,
Apa hanya aku yang merasakan?
Apa hanya aku yang memiliki?
Tuhan, mengapa berantakan?
Sedangkan tidak ada yang hancur disini

Sunday, April 5, 2026

Kamu adalah lembar pertama dari ribuan halaman yang berisikan tentangmu
Bahkan saat buku yang kumulai baca belum habis,
Aku sudah ingin memiliki judul yang lain.
Ya, sehebat itu kamu mengacaukan hidupku.

Friday, March 27, 2026

Surat Pernyataan Keabsahan Data Dokumen

Surat Pernyataan Kebenaran dan Keabsahan Data

 

 

 

Yang bertandatangan di bawah ini :

 

Nama Lengkap dan Gelar Akademik*)    : …………………………….………………………….

No. KTP                                                : …………………………….………………………….

Jabatan                                                : …………………………….………………………….

Nama Instansi                                       : …………………………….………………………….

Alamat Instansi                                     : …………………………….………………………….

Telepon/Fax.                                         : …………………………….………………………….

 

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa semua informasi yang disampaikan dalam seluruh dokumen serta lampiran-lampirannya ini adalah benar dan sah serta merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

 

Apabila dikemudian hari ditemukan dan/atau dibuktikan adanya penipuan/pemalsuan atas informasi yang disampaikan, maka kami bersedia dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

 

Demikian surat pernyataan kebenaran dan keabsahan data ini dibuat dengan sebenar-benarnya, tanpa ada paksaan dari pihak manapun, dan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

.................,....................

 

 

Materai Rp 10.000,-

 

 

 

……………………………

……………………………

 

*) Gelar Akademik wajib diisi untuk izin-izin yang memerlukan gelar akademik

Aku mengerti tanpa banyak kata Tapi bukan berarti aku tak ingin kau tak bicara Aku bisa menenangkan diriku  Tapi bukan berarti kau diam tanp...