Thursday, March 12, 2026

Dokumentasi Kebidanan

Dokumentasi Kebidanan


1. Pendahuluan

  • Dokumentasi Kebidanan = catatan tertulis, elektronik, atau visual mengenai asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu dan bayi.

  • Merupakan bagian dari praktik profesional bidan yang penting untuk:

    1. Pelayanan yang aman dan efektif

    2. Akuntabilitas & legalitas tindakan

    3. Komunikasi antar tenaga kesehatan

    4. Evaluasi & audit mutu layanan


2. Tujuan Dokumentasi

  1. Mencatat riwayat kesehatan ibu & bayi

  2. Memantau proses kehamilan, persalinan, nifas, dan neonatal

  3. Menjadi bukti tindakan bidan bila diperlukan secara hukum

  4. Membantu koordinasi tim kesehatan

  5. Mempermudah penilaian outcome dan perbaikan mutu layanan


3. Jenis Dokumentasi Kebidanan

JenisContohTujuan / Keterangan
Dokumentasi KlinisRekam medis, catatan persalinan, catatan antenatalMencatat pemeriksaan, tindakan, obat, prosedur
Dokumentasi AdministratifFormulir pendaftaran, kartu ibu hamil, kartu bayiData identitas, administrasi pelayanan
Dokumentasi Edukasi & KonselingCatatan KB, edukasi nutrisi, ASIBukti edukasi dan konseling kepada ibu
Dokumentasi ElektronikE-medical record, aplikasi RSPraktis, cepat, mudah diakses, aman
Dokumentasi Audit / MutuLaporan insiden, evaluasi pelayananMenilai efektivitas layanan & kepatuhan prosedur

4. Komponen Dokumentasi Kebidanan

A. Identitas Pasien

  • Nama ibu, NIK, umur, alamat, nomor rekam medis

  • Tanggal kunjungan / persalinan

  • Identitas bayi (nama, tanggal lahir, jenis kelamin, berat lahir)

B. Riwayat Kesehatan

  • Riwayat kehamilan sebelumnya

  • Penyakit kronis / alergi

  • Riwayat persalinan

C. Pemeriksaan Fisik & Vital Sign

  • Tekanan darah, nadi, suhu, respirasi

  • Pemeriksaan uterus, payudara, perineum

  • Status janin: DJJ, posisi, presentasi

D. Asuhan & Tindakan

  • Tindakan klinis: pemeriksaan, pemberian obat, prosedur persalinan

  • Instruksi edukasi & konseling

  • Metode kontrasepsi bila diberikan

E. Hasil & Evaluasi

  • Kondisi ibu & bayi setelah tindakan

  • APGAR score bayi

  • Komplikasi atau intervensi tambahan

F. Tanda Tangan / Nama Petugas

  • Bidan / tenaga kesehatan yang bertanggung jawab

  • Tanggal & jam pencatatan


5. Prinsip Dokumentasi

  1. Akurat & Jelas → fakta & data nyata, hindari opini subjektif

  2. Tepat Waktu → dicatat segera setelah tindakan

  3. Lengkap → semua komponen pemeriksaan, tindakan, obat, edukasi

  4. Rahasia → jaga kerahasiaan pasien sesuai kode etik

  5. Rapi & Terstruktur → mudah dibaca & dipahami


6. Contoh Format Dokumentasi Persalinan (Teks)

Tanggal / Jam: 12/03/2026, 08.30
Nama Ibu: Siti Aisyah
Umur: 28 tahun, G2P1A0
Riwayat Kesehatan: Normal, tidak ada alergi
Pemeriksaan:
- Tekanan darah: 110/70 mmHg
- Nadi: 80x/menit
- Kontraksi: Teratur 3x/10 menit
- DJJ: 140 bpm, reguler
Tindakan:
- Pemberian Oxytocin 5 IU IM
- Monitoring kontraksi & DJJ setiap 15 menit
Hasil:
- Persalinan normal, bayi lahir pukul 09.15
- APGAR: 8/9
Catatan Edukasi:
- Edukasi ASI eksklusif & perawatan tali pusat
Bidan: [Nama Bidan]

Mikrobiologi

Mikrobiologi


1. Pendahuluan

  • Mikrobiologi = ilmu yang mempelajari mikroorganisme, termasuk bakteri, virus, jamur, dan protozoa.

  • Penting untuk kebidanan karena infeksi mikroba dapat mempengaruhi kesehatan ibu, janin, dan bayi baru lahir.

  • Bidan perlu memahami:

    1. Jenis mikroorganisme

    2. Mekanisme infeksi

    3. Pencegahan & kontrol infeksi

    4. Implikasi klinis & tindakan bidan


2. Klasifikasi Mikroorganisme

A. Bakteri

  • Prokariotik, bereproduksi dengan pembelahan biner

  • Struktur: dinding sel, membran plasma, ribosom, DNA sirkular, kapsul (opsional)

  • Mekanisme infeksi: adhesi → kolonisasi → invasi jaringan → toksin

  • Contoh penting di kebidanan:

    • Escherichia coli: infeksi saluran kemih, sepsis neonatal

    • Streptococcus agalactiae (Group B Streptococcus): infeksi vagina & neonatal sepsis

    • Staphylococcus aureus: mastitis, luka operasi

B. Virus

  • Tidak memiliki sel sendiri, memerlukan sel inang untuk bereplikasi

  • Struktur: kapsid protein, asam nukleat (DNA/RNA), kadang dilapisi lipid

  • Mekanisme infeksi: masuk sel → replikasi → lisis / integrasi

  • Contoh penting:

    • HIV → penularan ibu → bayi

    • Rubella → cacat janin

    • Hepatitis B → infeksi neonatal

C. Jamur (Fungi)

  • Eukariotik, dapat membentuk hifa atau spora

  • Contoh penting:

    • Candida albicans → infeksi vagina, oral thrush pada bayi

  • Mekanisme infeksi: kolonisasi → invasi mukosa → inflamasi

D. Protozoa

  • Eukariotik, bersel tunggal, hidup parasitik

  • Contoh penting:

    • Toxoplasma gondii → infeksi janin, abortus

    • Plasmodium → malaria ibu hamil → anemia & pertumbuhan janin terganggu


3. Mekanisme Infeksi dan Patogenesis

  1. Kontak / transmisi: vertikal (ibu → janin), horizontal (lingkungan, kontak)

  2. Kolonisasi: mikroba menempel pada mukosa / kulit

  3. Invasi & proliferasi: menembus jaringan → kerusakan sel & jaringan

  4. Toksin / reaksi imun: menyebabkan gejala & kerusakan lebih lanjut


4. Infeksi Penting di Kebidanan

MikroorganismeInfeksiCara PenularanDampak pada IbuDampak pada Bayi
Group B StreptococcusVaginitis, sepsis neonatalVertikal saat lahirJarang gejalaSepsis, meningitis, pneumonia
E. coliSaluran kemih, sepsisKontak fecal-oral / genitalInfeksi ginjal, demamPrematur, sepsis
Candida albicansVaginitisSeksual / kolonisasiGatal, keputihanOral thrush, diaper rash
HIVSistemikVertikal, darahSistemik, imunokompromaisInfeksi kronis, imunodefisiensi
Rubella virusSistemikVertikalBiasanya ringanCongenital Rubella Syndrome
Toxoplasma gondiiSistemikMakanan / kucingAsimtomatik / ringanAbortus, malformasi janin
Plasmodium falciparumMalariaGigitan nyamuk AnophelesAnemia, demamBerat badan lahir rendah, prematur

5. Pemeriksaan Laboratorium

  • Bakteri: kultur & sensitif antibiotik, Gram stain, PCR

  • Virus: PCR, serologi (IgM, IgG), rapid test

  • Jamur: KOH prep, kultur, mikroskopi

  • Protozoa: Mikroskop darah, serologi, PCR


6. Pencegahan dan Kontrol Infeksi

  1. Kebersihan tangan & aseptik saat asuhan ibu & bayi

  2. Sterilisasi alat persalinan & neonatal

  3. Vaksinasi ibu hamil: Tetanus, Hepatitis B, Rubella

  4. Kebersihan lingkungan: bersihkan inkubator, ruangan bersalin

  5. Edukasi ibu: mencuci tangan, makanan matang, hindari kontak kucing untuk toksoplasma

  6. Isolasi bila perlu: ibu dengan infeksi menular


7. Pengaruh Klinis untuk Ibu & Bayi

  • Infeksi dapat menyebabkan:

    • Ibu: demam, infeksi saluran kemih, endometritis, perdarahan, komplikasi persalinan

    • Janin / bayi: sepsis, prematur, berat lahir rendah, malformasi, kematian neonatal

Dasar Kebidanan dan Karakter Profesional

Dasar Kebidanan dan Karakter Profesional


1. Pendahuluan

  • Kebidanan = ilmu dan praktik kesehatan yang fokus pada kehamilan, persalinan, nifas, dan perawatan bayi baru lahir.

  • Bidan adalah tenaga profesional yang menyediakan pelayanan kesehatan ibu dan anak, dengan keahlian klinis, etika, dan komunikasi efektif.


2. Dasar-dasar Kebidanan

A. Ruang Lingkup

  1. Asuhan Kebidanan

    • Antenatal care (ANC) → pemeriksaan & edukasi ibu hamil

    • Persalinan → normal & komplikasi ringan

    • Nifas → pemantauan ibu & bayi

  2. Kesehatan Reproduksi

    • KB / family planning

    • Konseling reproduksi & seksual

  3. Kebidanan Komunitas

    • Promosi kesehatan ibu & anak

    • Imunisasi & deteksi dini komplikasi

  4. Manajemen Obat & Farmakologi

    • Obat-obatan untuk ibu & bayi

    • Pemilihan sediaan farmasi sesuai kondisi pasien

B. Kompetensi Dasar Bidan

  • Menguasai teori dan praktik kebidanan

  • Memberikan asuhan klinis yang aman, tepat, dan efektif

  • Mampu membuat keputusan klinis sesuai protokol

  • Menjaga hubungan profesional dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan


3. Karakter Profesional Bidan

KarakterDeskripsiContoh Praktik
Etika & IntegritasMematuhi kode etik, jujur, adilSelalu catat asuhan ibu & bayi dengan benar
Tanggung JawabBertanggung jawab atas keputusan & tindakanMemantau ibu & bayi sesuai standar
KompetenMemiliki pengetahuan & keterampilan yang cukupMemahami prosedur persalinan normal & komplikasi ringan
KomunikatifMenyampaikan informasi jelas & empatiEdukasi ibu tentang ASI, nutrisi, KB
ProfesionalismeMenjaga sikap, penampilan, & hubungan kerjaMengenakan seragam rapi, bersikap sopan pada pasien
Berorientasi pada pasienFokus pada keselamatan & kenyamanan pasienMengutamakan kebutuhan ibu & bayi saat tindakan
Kerja TimBekerja sama dengan tenaga kesehatan lainKolaborasi dengan dokter, perawat, dan bidan lain
Belajar Mandiri & InovatifSelalu update ilmu & praktikMengikuti seminar, membaca jurnal kebidanan terbaru

4. Etika dalam Praktik Kebidanan

  1. Hak pasien → informed consent sebelum tindakan

  2. Privasi & kerahasiaan → data pasien tidak dibocorkan

  3. Keselamatan pasien → tindakan sesuai protokol

  4. Penghormatan & empati → sikap sopan, peduli, komunikatif

Sediaan Farmasi

Sediaan Farmasi 


1. Pendahuluan

  • Sediaan farmasi = bentuk fisik obat yang siap digunakan oleh pasien

  • Tujuan: memudahkan pemberian, dosis, stabilitas, dan efektivitas obat

  • Bentuk sediaan disesuaikan dengan cara pemberian dan kondisi pasien (ibu hamil, bayi, anak)


2. Jenis Sediaan Farmasi

A. Sediaan Padat

  1. Tablet

    • Tablet tekan: tablet biasa

    • Tablet hisap / kunyah: untuk anak

    • Tablet lepas lambat / sustained release

    • Contoh: Paracetamol tablet, Kalsium tablet

  2. Kapsul

    • Hard gelatin capsule: serbuk / granul

    • Soft gelatin capsule: cair / minyak

    • Contoh: Minyak ikan kapsul, Vitamin E kapsul

  3. Serbuk / Granul

    • Bisa dilarutkan dalam air sebelum diminum

    • Contoh: Oralit, Antibiotik bubuk


B. Sediaan Cair

  1. Sirup

    • Larutan obat dengan rasa manis → anak lebih mudah minum

    • Contoh: Sirup Paracetamol, Sirup Cough

  2. Suspensi

    • Partikel obat tidak larut, digoyang sebelum diminum

    • Contoh: Suspensi antibiotik anak

  3. Larutan / Solusi

    • Obat larut sepenuhnya → bisa oral, injeksi, topical

    • Contoh: NaCl 0,9% injeksi, Vitamin C larutan oral


C. Sediaan Semisolid

  1. Salep / Ointment

    • Untuk kulit / luka

    • Contoh: Salep antibiotik, Salep antiseptik

  2. Krim / Cream

    • Larut dalam air → mudah dibersihkan

    • Contoh: Krim anti-jamur, Krim hydrocortisone

  3. Gel

    • Transparan / berbasis air → topikal

    • Contoh: Gel lidocaine, Gel antiseptik


D. Sediaan Gas / Aerosol

  1. Inhaler

    • Obat masuk saluran pernapasan

    • Contoh: Salbutamol inhaler

  2. Spray / Nebulizer

    • Contoh: Saline spray, Nebulizer bronkodilator


E. Sediaan Injeksi / Steril

  1. Intravena (IV)

    • Cairan steril → langsung ke aliran darah

    • Contoh: NaCl 0,9%, Vitamin B kompleks IV

  2. Intramuskular (IM)

    • Cairan steril → otot

    • Contoh: Suntik kontrasepsi, Vitamin K IM

  3. Subkutan (SC)

    • Cairan steril → lapisan bawah kulit

    • Contoh: Insulin, vaksin


3. Catatan Penting Bidan

  • Pilih sediaan sesuai usia pasien, kondisi kesehatan, dan cara pemberian

  • Perhatikan dosis, stabilitas, dan alergi pasien

  • Untuk bayi & ibu hamil: hindari obat oral padat jika sulit menelan, pilih sirup, suspensi, atau injeksi sesuai protokol

  • Simpan sesuai instruksi penyimpanan (suhu, cahaya, kelembaban)


4. Contoh Praktis Sediaan Farmasi dalam Kebidanan

ObatBentuk SediaanCara PemberianCatatan Praktis
ParacetamolTablet / SirupOralAnak <6 tahun → sirup, dosis sesuai BB
Vitamin KIM injeksiIMPencegahan perdarahan neonatus
OxytocinIV / IMIV / IMPersalinan / perdarahan postpartum
AmoxicillinSuspensi / KapsulOralAnak → suspensi, guncang sebelum minum
ErythromycinSalep mataTopikalNeonatal prophylaxis
SalbutamolInhaler / NebulizerInhalasiAsma / bronkitis neonatus / anak

Bahan Tambahan Obat

Bahan Tambahan Obat


1. Pendahuluan

  • Bahan Tambahan Obat (BTO) = zat selain zat aktif yang ditambahkan ke sediaan obat

  • Tujuan: meningkatkan stabilitas, rasa, warna, bentuk, atau cara pemberian obat

  • Nama lain: excipient / additive / adjuvant


2. Fungsi Bahan Tambahan Obat

  1. Pembentuk / Pengisi (Diluents / Fillers)

    • Memberikan volume & bentuk tablet / kapsul

    • Contoh: lactose, manitol, pati

  2. Pengikat / Adhesive (Binder)

    • Mengikat partikel agar tablet padat & utuh

    • Contoh: povidone, gelatin, acacia

  3. Pengurai / Disintegrant

    • Membantu tablet / kapsul hancur & larut di saluran pencernaan

    • Contoh: sodium starch glycolate, croscarmellose sodium

  4. Pelembap / Humectant

    • Menjaga obat tidak kering atau mudah pecah

    • Contoh: gliserin, sorbitol

  5. Pelumas / Lubricant

    • Mempermudah tablet keluar dari cetakan

    • Contoh: magnesium stearate, talc

  6. Penstabil / Preservative

    • Mencegah degradasi kimia / mikrobiologi

    • Contoh: sodium benzoate, paraben, asam askorbat

  7. Pewarna / Colorant

    • Mempermudah identifikasi, estetika obat

    • Contoh: tartrazine, sunset yellow

  8. Perasa / Flavoring Agent

    • Menyembunyikan rasa pahit obat → lebih mudah diminum

    • Contoh: vanillin, mint, strawberry flavor

  9. Pengemulsi / Surfactant

    • Membantu mencampur zat yang sulit larut

    • Contoh: polysorbate 80, lecithin


3. Catatan Penting Bahan Tambahan Obat

  • Tidak aktif secara farmakologi, tapi bisa mempengaruhi:

    • Absorpsi obat

    • Stabilitas & umur simpan

    • Reaksi alergi / intoleransi (misal lactose, pewarna)

  • Penting untuk membaca label & mengenal excipient terutama pada bayi, ibu hamil, dan pasien alergi


4. Contoh Praktis

Zat TambahanFungsiCatatan
LactosePengisi / fillerHindari pada pasien intoleransi laktosa
Magnesium stearateLubricantDosis tinggi bisa memperlambat larut obat
Sodium benzoatePreservativeAman, tapi sensitif untuk bayi prematur
VanillinFlavoringMembantu menutupi rasa pahit obat sirup bayi
TartrazinePewarnaRisiko alergi → waspada pada individu sensitif

Pil KB

 

Pil KB


1. Pendahuluan

  • Pil KB = metode kontrasepsi hormonal dalam bentuk tablet

  • Dua tipe utama:

    1. Pil Kombinasi (Estrogen + Progestin)

    2. Pil Progestin Saja (Mini-Pill)

  • Tujuan: mencegah kehamilan, mengatur siklus menstruasi, menurunkan risiko perdarahan abnormal


2. Mekanisme Kerja

A. Pil Kombinasi

  • Mengandung estrogen + progestin

  • Mekanisme:

    1. Menghambat ovulasi → tidak terjadi pelepasan sel telur

    2. Menebalkan lendir serviks → sperma sulit masuk

    3. Mengubah endometrium → implantasi sulit

B. Pil Progestin Saja (Mini-Pill)

  • Mengandung progestin saja

  • Mekanisme:

    1. Menebalkan lendir serviks

    2. Mengubah endometrium → implantasi sulit

    3. Ovulasi bisa tetap terjadi (lebih jarang terhambat)


3. Cara Pakai & Dosis

Jenis PilDosis & JadwalCatatan Praktis
Pil Kombinasi1 tablet/hari, mulai hari ke-1 menstruasi atau hari ke-5 siklusMinum setiap hari pada jam yang sama, efektif bila tepat waktu
Pil Mini-Pill1 tablet/hari, mulai hari ke-1 menstruasiSangat penting minum tepat waktu setiap hari (<3 jam terlambat bisa menurunkan efektivitas)

Catatan: Bila lupa minum:

  • Pil kombinasi → minum segera, dua hari berikutnya tetap satu tablet/hari

  • Pil mini-pill → minum segera, gunakan kondom 48 jam


4. Efek Samping / Risiko

Jenis PilEfek Samping UmumEfek Samping Jarang / Risiko
Pil KombinasiMual, nyeri payudara, spotting, perubahan moodTrombosis vena / arteri, hipertensi, migrain dengan aura
Pil Mini-PillSpotting, perubahan menstruasi, nyeri payudaraInfertilitas sementara, jarang gangguan hati

5. Kontraindikasi / Peringatan

Jenis PilKontraindikasi
Pil KombinasiRiwayat trombosis, penyakit jantung, hipertensi berat, migrain dengan aura, kanker hormon-sensitif
Pil Mini-PillGangguan hati berat, perdarahan genital tidak diketahui penyebabnya

6. Konseling & Edukasi Ibu

  1. Jelaskan cara minum & jadwal tepat waktu

  2. Diskusikan efek samping yang mungkin muncul

  3. Anjurkan kontrol rutin → 1–3 bulan pertama

  4. Edukasi penggunaan metode cadangan (kondom) bila lupa pil

Kontrasepsi

Kontrasepsi


1. Pendahuluan

  • Kontrasepsi = cara untuk mencegah kehamilan dengan metode hormonal, mekanik, atau alami

  • Tujuan:

    1. Mengatur jarak kehamilan

    2. Menjaga kesehatan ibu & anak

    3. Mendukung rencana keluarga


2. Prinsip Pemilihan Metode

  • Sesuai usia, kesehatan, riwayat penyakit, rencana kehamilan

  • Pertimbangan menyusui → pilih yang aman untuk bayi

  • Edukasi ibu & keluarga → manfaat, risiko, cara penggunaan


3. Jenis-jenis Kontrasepsi

A. Kontrasepsi Hormonal

MetodeKandunganCara Pakai / RuteKelebihanKekurangan / Efek Samping
Pil kombinasi (estrogen + progestin)Estrogen + Progestin1 tablet/hariRegulasi menstruasi, efektifMual, spotting, risiko trombosis jarang
Pil progestin saja (mini-pill)Progestin1 tablet/hariAman menyusui, efektifSpotting, perubahan menstruasi
Suntik progestinProgestinIM setiap 1–3 bulanTidak perlu konsumsi tiap hariSpotting, perubahan menstruasi, penurunan kepadatan tulang
Implant / susuk hormonalProgestinSubdermal, 3–5 tahunJangka panjang, efektifSpotting, nyeri, jarang infeksi

B. Kontrasepsi Mekanik / Peralatan

MetodeCara PakaiKelebihanKekurangan
IUD / spiral (tembaga / hormonal)IntrauterinJangka panjang, reversibel, efektifInfeksi awal, nyeri, spotting
Kondom priaPenisLindungi dari infeksi, reversibelRisiko robek / slip
Kondom wanitaVaginaLindungi dari infeksiLebih sulit pakai, biaya lebih mahal
Diafragma / cupTutup serviksReversibel, non-hormonalButuh fitting, risiko iritasi

C. Kontrasepsi Alami / Fertility Awareness

MetodeCaraKelebihanKekurangan
Kalender / metode ritmeHitung masa suburTanpa obatKurang efektif, butuh disiplin
Suhu basal tubuhPantau suhu tubuh setiap hariNon-hormonalRentan kesalahan, disiplin tinggi
Lendir serviksPeriksa perubahan lendirNon-hormonalKurang akurat jika tidak terlatih

4. Edukasi & Konseling

  • Jelaskan cara pakai & jadwal metode yang dipilih

  • Diskusikan efek samping & tanda peringatan:

    • Spotting / perubahan menstruasi

    • Nyeri / infeksi

    • Reaksi alergi obat

  • Rencanakan kontrol & follow-up:

    • 1–3 bulan setelah pemakaian

    • Pemeriksaan rutin bila ada komplikasi


5. Kontraindikasi / Peringatan

MetodeKontraindikasi / Peringatan
Pil kombinasiRiwayat trombosis, hipertensi berat, migrain dengan aura
Pil progestin / suntikGangguan hati berat, perdarahan tidak diketahui penyebabnya
IUDInfeksi pelvis aktif, kelainan uterus
KondomAlergi latex → gunakan non-latex

Flowchart Persalinan

Flowchart Persalinan


1. Pendahuluan

  • Flowchart persalinan membantu bidan memantau dan mengambil keputusan cepat

  • Tujuan: memastikan persalinan aman untuk ibu & bayi, mencegah komplikasi


2. Tahap Persalinan

A. Tahap I – Pembukaan Serviks

Ciri: Kontraksi teratur, serviks mulai membuka (0–10 cm)
Pemeriksaan & Monitoring:

  • Tekanan darah, nadi, suhu ibu

  • Kontraksi: frekuensi, durasi, intensitas

  • Posisi janin & denyut jantung janin (DJJ)

Obat / Tindakan:

  • Analgesik ringan (Paracetamol / NSAID) jika perlu

  • Oxytocin jika lemah kontraksi atau induksi persalinan

Flowchart Tahap I:

Mulai persalinan → Pemeriksaan ibu & janin → Kontraksi adekuat?
↓ ↓
Ya → Monitor & dukung ibu
Tidak → Pertimbangkan Oxytocin / Rujuk

B. Tahap II – Pengeluaran Janin

Ciri: Serviks penuh buka, ibu mulai mengejan
Pemeriksaan & Monitoring:

  • Posisi kepala janin, tekanan panggul

  • DJJ tetap dipantau

  • Tanda distosia (sulit lahir)

Obat / Tindakan:

  • Episiotomi jika indikasi

  • Oxytocin untuk memperkuat kontraksi jika perlu

Flowchart Tahap II:

Serviks 10 cm → Ibu mengejan → Janin turun?
↓ ↓
Ya → Pantau DJJ, bantu janin lahir
Tidak → Evaluasi distosia → Maneuver persalinan / rujuk

C. Tahap III – Pengeluaran Plasenta

Ciri: Plasenta & selaput janin keluar setelah bayi lahir
Pemeriksaan & Monitoring:

  • Perdarahan maternal → jumlah & tipe

  • Kondisi plasenta → lengkap atau ada sisa

Obat / Tindakan:

  • Oxytocin IV/IM → kontraksi rahim & pencegahan perdarahan postpartum

  • Periksa robekan / episiotomi → jahit jika perlu

Flowchart Tahap III:

Bayi lahir → Tunggu plasenta → Plasenta keluar?
↓ ↓
Ya → Periksa perdarahan & robekan
Tidak → Maneuver / rujuk → Periksa sisa plasenta

D. Tahap IV – Perawatan Postpartum Awal

Ciri: 1–2 jam pertama setelah plasenta keluar
Pemeriksaan & Monitoring:

  • Tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu)

  • Kontraksi rahim, perdarahan, warna lochia

  • Reaksi bayi: pernapasan, warna kulit, tangisan

Obat / Tindakan:

  • Analgesik jika ibu nyeri

  • Pemberian IM Oxytocin untuk mencegah perdarahan

  • Observasi bayi & lakukan APGAR

Flowchart Tahap IV:

Plasenta keluar → Observasi ibu & bayi → Perdarahan adekuat?
↓ ↓
Ya → Lanjut pemantauan rutin
Tidak → Tekan fundus, Oxytocin, rujuk jika perlu

3. Catatan Penting Bidan

  • Selalu pantau ibu & janin setiap tahap

  • Tindakan harus cepat & tepat sesuai protokol

  • Catat semua obat, dosis, dan intervensi

  • Edukasi ibu & keluarga selama proses persalinan

Anatomi Bayi

Anatomi Bayi


1. Pendahuluan

  • Anatomi bayi berbeda dari orang dewasa: proporsi tubuh, organ, dan sistem masih berkembang.

  • Pemahaman anatomi bayi penting untuk:

    1. Pemeriksaan fisik neonatal

    2. Menentukan pertumbuhan & perkembangan

    3. Penatalaksanaan persalinan & perawatan bayi


2. Sistem Skeletal / Tulang

  • Tengkorak: fontanel anterior (bregma) & posterior (lambda) → memudahkan lahir & pertumbuhan otak

  • Tulang panjang: humerus, femur, tibia, fibula → proporsi lebih pendek daripada orang dewasa

  • Tulang rusuk & sternum → fleksibel untuk bernapas

  • Tangan & kaki: jari lebih lentur, kuku tipis


3. Sistem Otot

  • Otot bayi lebih lemah dibanding dewasa → refleks motorik dominan

  • Refleks bawaan:

    • Moro (terkejut)

    • Rooting (mencari puting)

    • Grasp (menggenggam jari)

  • Otot postural: belum sempurna → kepala harus didukung


4. Sistem Saraf

  • Otak & sistem saraf pusat berkembang pesat setelah lahir

  • Refleks primitif hadir → hilang sesuai usia:

    • Moro (0–6 bulan)

    • Rooting & sucking (0–4 bulan)

  • Sensorik: penglihatan masih terbatas, pendengaran mulai berkembang

  • Sistem motorik: gerakan kasar, koordinasi masih terbatas


5. Sistem Kardiovaskular

  • Jantung: proporsi relatif lebih besar dibanding tubuh

  • Denyut jantung: 120–160 bpm

  • Sirkulasi neonatal: ada foramen ovale & ductus arteriosus → menutup beberapa hari / minggu setelah lahir

  • Tekanan darah lebih rendah dibanding dewasa: 60–80 / 40–50 mmHg


6. Sistem Pernapasan

  • Paru-paru: masih berkembang, alveoli sedikit saat lahir → terus bertambah hingga usia 8 tahun

  • Pernapasan: 30–60 kali/menit, pernapasan diafragma dominan

  • Saluran pernapasan lebih sempit → rentan obstruksi


7. Sistem Pencernaan

  • Mulut & lidah: refleks mengisap dominan

  • Lambung: kapasitas kecil (30–60 ml) → sering menyusu

  • Usus: masih belum matang → fungsi enzim & flora usus berkembang dalam beberapa minggu

  • Hati: masih kurang efektif → metabolisme bilirubin → sering muncul jaundice fisiologis


8. Sistem Genitourinaria

  • Ginjal: ukuran kecil, fungsi filtrasi terbatas → risiko dehidrasi / obat dosis salah

  • Kandung kemih: kapasitas kecil → sering buang air

  • Organ reproduksi: genitalia eksternal terlihat sesuai jenis kelamin, internal berkembang selama janin


9. Sistem Integumen / Kulit

  • Kulit tipis & lentur, lebih transparan

  • Lapisan lemak bawah kulit tipis → rentan kehilangan panas

  • Vernix caseosa: lapisan pelindung putih → hadir saat lahir

  • Lanugo: rambut halus, biasanya hilang beberapa minggu


10. Sistem Endokrin

  • Kelenjar adrenal: aktif → hormon stres saat lahir

  • Kelenjar tiroid: berperan dalam metabolisme & pertumbuhan

  • Pancreas: insulin & glukosa masih beradaptasi → risiko hipoglikemia neonatal


11. Sistem Imun

  • Kekebalan pasif: IgG dari ibu melalui plasenta

  • Kekebalan aktif: berkembang perlahan → vaksinasi penting

  • Risiko infeksi tinggi → perawatan neonatal harus steril & higienis


12. Poin Penting Pemeriksaan Anatomi Bayi

  1. Ukuran kepala, panjang, berat → pertumbuhan & nutrisi

  2. Fontanel & sutura → evaluasi neurologis

  3. Refleks bawaan → integritas saraf & otak

  4. Kulit & lapisan lemak → hidrasi & kesehatan

  5. Organ internal → deteksi cacat bawaan

Dokumentasi Kebidanan

Dokumentasi Kebidanan 1. Pendahuluan Dokumentasi Kebidanan = catatan tertulis, elektronik, atau visual mengenai asuhan kebidanan yang ...