A. LATAR BELAKANG
Pendidikan Profesi Bidan merupakan pendidikan yang mempersiapkan
lulusan menguasai kompetensi yang dipersyaratkan sesuai sebagai seorang
bidan ahli profesional, bekerja secara mandiri, mampu mengembangkan diri
dan beretika. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi serta tuntutan
masyarakat yang semakin kritis terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan
oleh bidan memberikan konsekuensi kepada lulusan pendidikan bidan untuk
meningkatkan hard skill, soft skill dan pengetahuannya serta bertindak sesuai
kompetensi dan kewenangannya.
Tujuan Program Pendidikan Profesi Bidan adalah untuk menghasilkan
Profesi Bidan yang kompeten dan profesional sebagai pemberi asuhan
kebidanan (care provider), komunikator (communicator), pengambil
keputusan (decision maker), penggerak dan pemberdaya masyarakat
(community leader), pengelola pelayanan kebidanan (manager) serta peneliti
(reseacher), yang bermoral tinggi dan berkepribadian luhur. Untuk mencapai
tujuan tersebut, proses pembelajaran dilakukan salah satunya dengan
praktikum dilahan.
Praktik kebidanan fisiologis holistik ini membekali mahasiswa profesi
bidan agar dapat melakukan pengkajian pada kasus fisiologis dari mulai hamil
sampai dengan anak pra sekolah dengan pendekatan holistik, analisa data pada
kehamilan dengan pendekatan holistik, perencanaan asuhan kehamilan
dengan pendekatan holistik, implementasi asuhan kehamilan dengan
pendekatan holistik berdasarkan evidence based, evaluasi asuhan kehamilan
dengan pendekatan holistik, pendokumentasian asuhan kehamilan dengan
pendekatan holistik.
B. METODE PEMBELAJARAN KLINIK
Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran praktik profesi bidan
yaitu
1. Pre dan post conference
2. Tutorial individual yang diberikan perceptor
3. Bedside teaching
4. Diskusi kasus
5. Observasi
6. Penugasan klinik
7. Ronde kebidanan
8. Demonstrasi
9. Case report dan overan dinas
10. Pendegelasian kewenangan bertahap
11. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/kebidanan
terkini
12. Problem solving for better health (PSBH)
13. Belajar mandiri dan belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan
C. STRATEGI PEMBELAJARAN KLINIK
No METODE
PEMBELAJARAN
SUMBER
PEMBELAJARAN
MEDIA
INSTRUKSIONAL
1 Penugasan Klinik
• Mahasiswa
mempelajari seluruh
kasus yang ada
diruangan
• Mahasiswa mengelola
kasus sesuai target
untuk disusun dalam
laporan kasus
Pembimbing klink Klien
2 Penugasan
• Laporan Pendahuluan
• Laporan kasus
• Laporan kegiatan
harian
• Teks book
• Status medik
• Status kebidanan
• Format rencana asuhan
kebidanan
• Catatan perkembangan
yang dikembangkan
oleh bagian kebidanan
3 Konferensi
• Pre conference
• Post converence
• Pembimbing
• Teman satu
kelompok
4 Observasi
Tiap mahasiswa memiliki
kesempatan untuk
mengobservasi
• Kegiatan diklinik
• Perilaku anggota tim
kesehatan di klinik
• Pembimbing
klinik
• Staf rumah sakit
• Kondisi fisik
klinik
• Aktivitas di
klinik
• Klient
• Ruang kebidanan
5 Ronde kebidanan • Pembimbing
klinik
• Klinik, asuhan
kebidanan
160 | Praktik Kebidanan
• Pencatatan di klinik
6 Demonstrasi suatu
prosedur tindakan pada
mahasiswa
• Pembimbing
klinik
• Klient dan media yang
dibutuhkan
7 Bedside teaching • Pembimbing
klinik
• Klien dan kubutuhan
yang sesuai dengan
bedside theaching
8 Belajar mandiri (kegiatan
belajar di klinik saat
tidak ada pembimbing)
• Bidan RS/ PKM • Klient
• Teks book
D. MODEL PEMBELAJARAN KLINIK
NO PROSES
PEMBELAJARAN
KEGIATAN
MAHASISWA
KEGIATAN
PEBIMBING
1 Fase pra interaksi
1. Menyusun laporan
pendahuluan
2. Mengikuti
conference
3. Membaca
informasi tentang
pasien dikaitkan
dengan LP
1. Memberikan informasi
tentang pasien antara
lain diagnosa
2. Pre conference evaluasi
pemahaman mahasiswa
3. Evaluasi pemahaman
mahasiswa
2 Fase Introduksi
1. Mempersiapkan
diri ke pasien
2. Melakukan
kontrak
1. Mengopservasi
mahasiswa umpan balik
2. Mengobservasi
mahasiswa umpan balik
3 Fase kerja
1. Melakukan
pengkajian dan
validasi
2. Melakukan
perumusan
masalah
3. Menyusun
intervensi dan
melakukan
implementasi
4. Melakukan ronde
kebidanan
5. Mengikuti bedside
teaching
1. Bimbingan untuk
menumbuhkan
kemampuan intelektual,
teknikal dan
interpersonal
2. Mendampingi ronde
kebidanan
3. Bimbingan dalam
bedside theacing
Praktik Kebidanan | 161
4 Fase evaluasi Menyimpulka apa
yang dicapai dengan
pasien
Bimbingan dan observasi
tentang kemampuan
mahasiswa
E. TUGAS PEMBIMBING KLINIK
1. Mengadakan kegiatan pre dan post konference
Pre Conference
a. Informasi tentang pelaksanaan praktik
b. Penjajagan kesiapan praktik mahasiswa
c. Perencanaan pencapaian praktik mahasiswa
Post Conference
a. Pemberian umpan balik terhadap mahasiswa
b. Penentuan tindak lanjut
Responsi Kasus
a. Membuat kasus sesuai dengan kasus yang ada dilahan.
b. Tiap mahasiswa diwajibkan melakukan responsi kasus yang didapat
dilahan.
c. Evaluasi/ penilaian pelaksanaan praktik dilakukan oleh pembimbing
lahan maupun akademik sesuai format yang sudah ditentukan.
2. Mengadakan ronde kebidanan (Midwifery Ronde)
a. Penyediaan pembimbing Praktik klinik dengan metode bed side
teaching maupun tutorial.
b. Problem solving masalah yang dihadapi dalam praktik serta kasus
yang ditemukan mahasiswa
c. Pembinaan mahasiswa dalam praktik kebidanan
3. Menandatangani presensi praktik kebidanan
4. Mengobservasi, membimbing mahasiswa saat melakukan asuhan
kebidanan pada ibu hamil fisiologis secara holistik.
5. Mendiskusikan dengan mahasiswa masalah yang dialami atau ditemukan
pada pasien dalam pemberian asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis
secara holistik.
6. Membimbing mahasiswa dalam menyusun laporan
7. Mengobservasi dan menilai penampilan klinik mahasiswa
162 | Praktik Kebidanan
8. Mengoreksi dan memberikan penilaian tentang tugas-tugas mahasiswa
(laporan pendahuluan, laporan kegiatan harian)
9. Melakukan penilaian ujian akhir stase (penentuan jadwal dan penguji
diatur oleh mahasiswa dan pembimbing sesuai waktu perolehan kasus).
F. EVALUASI
1. Pencapaian Target
a. Individu
Mengelola kasus asuhan kebidanan fisiologis secara holistik sesuai
dengan jumlah target dan presentasi kasus di kampus
b. Kelompok
Presentasi kasus kelompok dilahan praktik
2. Evaluasi Hasil Belajar Klinik
Evaluasi hanya diberikan pada mahasiswa dengan tingkat kehadiran
100% dan memenuhi
tugas praktik yang terdiri dari :
a. Laporan pendahuluan : 25%
b. Nilai penampilan klinik : 25%
c. Ujian stase : 25%
d. Seminar kasus : 25%
3. Nilai Batas Lulus Mata Ajar Praktik Kebidanan
Penilaian praktik meliputi penilaian portofolio dalam bentuk laporan
asuhan kebidanan kehamilan fisiologis secara holistik dan penampilan
klinik secara menyeluruh meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan
sikap secara berkesinambungan dengan menggunakan pendekatan
langsung pada kasus atau pendekatan metode uji untuk penilaian
kompetensi yang dilakukan tidak hanya sekali waktu penilaian. Peserta
didik dinyatakan lulus apabila memiliki minimal nilai 76 (B). Bila
peserta didik belum mencapai nilai batas lulus, maka dapat dilakukan
response kasus untuk mencapai nilai batas lulus.
Praktik Kebidanan | 163
4. Standar Nilai Hasil Belajar Klinik
Nilai Absolut Mutu
86-100 4.00 A
79-83 3.77 A
77-78 3.50 B
74-76 3.25 B
71-73 3.00 B
68-70 2.75 B64-67 2.50 C
60-63 2.25 C
56-59 2.00 C
51-55 1.99 D
46-50 1.66 D
41-45 1.33 D
G. PERATURAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI
1. Peserta
Peserta pendidikan profesi bidan adalah mahasiswa yang telah
menyelesaikan MK tahap matrikulasi dan serta telah menyelesaikan
proses administrasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Waktu Pelaksanaan
a. Waktu jam praktik rata rata 7 jam dan 3 jam tugas mandiri/hari.
b. Jadwal Shift sesuai pengaturan dari masing masing lahan praktk
3. Ketentuan Seragam dan Atribut
a. Memakai pakaian seragam yang telah ditentukan dari kampus
b. menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan level ruang/
tindakan di tempat melaksanakan praktik
c. Menggunakan pakaian pribadi yang lain saat perjalanan pulang pergi
(pakaian kerja hanya digunakan saat praktik
d. Memakai sepatu warna putih dengan tinggi hak tidak lebih dari 3 cm
e. Selalu memakai tanda pengenal dan penampilan rapih, bersih, atau
menyesuaikan dengan aturan yang ada di lahan praktek.
f. Tidak memakai perhiasan, kecuali jam tangan.
g. Kuku pendek & tidak memakai cat kuku.
4. Tata Tertib
a. Kehadiran mahasiswa 100%.
164 | Praktik Kebidanan
b. Mahasiswa wajib hadir 15 menit di lahan praktek sebelum shif dimulai.
c. Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan sesuai buku panduan.
d. Mahasiswa wajib memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan dari
institusi pendidikan oleh pembimbing lahan dan institusi.
e. Tiap mahasiswa wajib menjaga nama baik istitusi pendidikan,
Puskesmas, rumah sakit, dan klien.
f. Mahasiswa yang meninggalkan ruangan praktik tanpa seijin
pembimbing lebih dari 30 menit dianggap tidak hadir.
g. Kelompok mahasiswa wajib mengganti kerusakan alat-alat/ inventaris
institusi pendidikan / lahan praktek akibat kelalaian mahasiswa sesuai
ketentuan.
h. Mahasiswa wajib melapor dan menyelesaikan ketentuan administrasi
praktik kepada koordinator praktik sesuai jadwal yang telah ditentukan.
i. Mahasiswa wajib mengisi absen setiap hari dinas dan ditandatangani/
paraf oleh pembimbing lahan/ institusi.
j. Mahasiswa yang melanggar terhadap seragam dan atribut dianggap akan
mendapatkan Surat Peringatan (SP).
k. Mahasiswa yang terlambat lebih dari atau sama dengan 15 menit tanpa
seijin pembimbing lahan, maka nilai akan dikurangi sebesar 5% Untuk
Setiap Pertemuan dan dianggap tidak hadir.
l. Mahasiswa yang tidak hadir praktek tanpa keterangan, maka wajib
mengganti 2x lipat dari waktu yang ditinggalkan, dan bila tidak hadir
karena sakit/ijin wajib mengganti sesuai banyaknya waktu praktekyang
ditinggalkan.
m. Ketidakhadiran karena sakit harus dibuktikan dengan adanya surat dari
dokter yang diberitahukan kepada koordinator mata kuliah serta
pembimbing lahan / institusi, maksimal selama 3 hari.
n. Ketidak hadiran ijin yang dapat ditoleransi untuk hal-hal antara lain:
keluarga meninggal, tugas dinas kantor maksimal 2 hari.
o. Keterlambatan pengumpulan tugas dan laporan praktik dikurangi 2%
setiap satu hari keterlambatan dan jika lebih dari 7 hari dianggap tidak
mengumpulkan laporan.
p. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengganti dinas dan atau
mengulang kegagalan pada saat jadwal remidial.
Praktik Kebidanan | 165
5. Ketentuan-Ketentuan Khusus
a. Tidak melakukan perjalanan luar daerah paling lama 14 hari sebelum
mulai melakukan praktik
b. Mahasiswa akan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan
mengkonsumsi makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan
tubuh dan mentaati protokoler yang berlaku.
c. Mahasiswa akan melaksanakan cuci tangan sesuai standar WHO pada
five moment, sebelum masuk, dan sebelum meninggalkan lingkungan
praktik
d. Mahasiswa wajib merumuskan dan menunjukan laporan pendahuluan
pada saat hari pertama masuk dan menunjukan kepada pembimbing
klinik
e. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan pre dan post coverence secara
kelompok sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan materi diskusi
sesuai dengan laporan pendahuluan yang telah dirumuskan oleh
mahasiswa.
f. Laporan hanya akan dinilai jika telah mendapatkan evaluasi dan
masukan dari pembimbing klinik dan akademik (ada paraf
pembimbing).
g. Mahasiswa wajib mengumpulkan tugas-tugas yang telah ditentukan
maksimal 1 minggu setelah periode praktik berakhir
h. Mahasiswa wajib menyusun laporan dokumentasi asuhan kebidanan
dengan sepengetahuan pembimbing lahan, untuk kemudian
dikonsultasikan pada dosen pembimbing. Tanda tangan pembimbing
lahan disertai cap basah.
i. Dokumentasi asuhan kebidanan diketik pada kertas HVS ukuran polio
70/60 gram.
1) Pada akhir praktik fisiologis holistik, mahasiswa mengumpulkan
jilidan laporan kasus panjang yang telah di syahkan oleh
pembimbing lahan dan dosen pembimbing yang terdiri dari 4
jilidan kasus yaitu: (cover warna sesuai buku panduan)
d) 1 jilidan kasus kehamilan,
e) 1 jilidan kasus persalinan dan bayi baru lahir,
f) 1 jilidan kasus nifas dan menyusui,
g) 1 jilidan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah,
166 | Praktik Kebidanan
2) Pada akhir praktek remaja &komunitas mahasiswa mengumpulkan jilidan
laporan kasus panjang (individu) jumlah sesuai target dan laporan
kelompok (asuhan pada kelompok khusus dan karya inovasi kebidanan)
3) Untuk laporan kasus (individu dan kelompok) dilengkapi jurnal
bimbingan, Jurnal Refleksi Kritis Pembelajaran Praktik Kebidanan
Fisiologis Holistik dan Refleksi Kritis Pada Pembelajaran Melalui
Literatur dengan Menggunakan EBM
4) Jilidan jurnal bimbingan praktek, kontrak belajar, kegiatan harian dijilid
dengan (cover warna sesuai buku panduan)
5) Jilidan log book rekapitulasi dokumentasi asuhan kebidanan yang telah
dilakukan dijilid (cover warna sesuai buku panduan)
6) Tindakan pemalsuan tanda tangan dan cap merupakan tindakan pidana
yang mempunyai sanksi hukum. Untuk itu, bagi mahasiswa yang terbukti
melakukan pemalsuan tanda tangan dan cap, dikenai sanksi.
7) Target harus dipenuhi untuk menunjang kelulusan, apabila target belum
terpenuhi pada waktu yang telah ditentukan maka mahasiswa harus
mencapai target tersebut diluar waktu praktik tanpa menghitung jam
praktik.
8) Saat pengumpulan laporan harus disertai format penilaian.
Praktik Kebidanan | 167
Lampiran 1. Daftar Ketrampilan Stase Fisiologis
(sumber: standar profesi bidan nomor 320 tahun 2020)
Lingkup
Asuhan
Kebidanan
N0 Daftar Keterampilan Tingkat
Kemampuan
1. Bayi Baru
Lahir
(Neonatus)
usia 0-28
hari
1 Penilaian awal bayi baru lahir 4
2 Pemotongan tali pusat 4
3 Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 4
4 Pengukuran antropometri 4
5 Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi
baru lahir
4
6 Pemberian tanda pengenal bayi baru
lahir
4
7 Penilaian kesesuaian gestasi dengan
kondisi bayi baru lahir
4
8 Pemeriksaan refleks pada bayi baru
lahir
4
9 Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi
baru lahir
4
10 Pemberian tanda pengenal bayi baru
lahir
4
11 Penilaian kesesuaian gestasi dengan
kondisi bayi baru lahir
4
12 Pemeriksaan refleks pada bayi baru
lahir
4
13 Pencegahan hipotermi 4
14 Pemantauan dan pencegahan infeksi
tali pusat tali pusat
4
15 Memandikan bayi baru lahir 4
16 Pemantauan tumbuh kembang 4
17 Pengisapan lendir menggunakan
deele
4
18 Pengisapan lendir menggunakan
suction
4
19 Pijat pada bayi sehat 4
20 Fasilitasi metode kanguru 4
21 Pemberian tetes/salep mata bayi baru
lahir
4
22 Pemberian Imunisasi Hep B0 4
23 Pemberian Vit K 1 4
168 | Praktik Kebidanan
Bayi, Balita
dan Anak
Prasekolah
1 Asuhan bayi sehari-hari 4
Bayi = usia 29
hari-11 bulan
29 hari
2 Memandikan Bayi 4
Balita = usia 1
tahun -4 tahun
29 hari
3 Pemberian Imunisasi sesuai program 4
Anak
prasekolah= 5
tahun - 6 tahun
11 bulan 29
hari
4 Pemeriksaan Tumbuh kembang bayi
dan balita menggunakan buku
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
4
5 Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang (SDIDTK)
Fasilitasi Kelas Ibu Balita
4
4
6 Manajemen Terpadu Balita Sakit
(MTBS)
4
7 Pertolongan pertama kecelakaan/
jatuh pada bayi, balita dan anak pra
sekolah
4
8 Pertolongan pertama bayi, balita dan
anak pra sekolah kemasukan benda
asing ke hidung telinga, mulut dan
kemaluan
4
9 Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca
Imunisasi (KIPI)
4
10 Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual
3
3. Remaja 1 Skrining masalah kesehatan
reproduksi remaja
3
2 KIE kesehatan reproduksi remaja 4
3 Edukasi tentang selaput dara berbasis
budaya dan etiko legal
3
4 Edukasi menarche 4
5 Edukasi tanda-tanda seks sekunder 4
6 Edukasi pola hidup sehat bagi remaja 4
7 Konseling kesehatan reproduksi
remaja
4
8 Memfasilitasi konselor teman sebaya 3
9 Imunisasi sesuai program 4
10 Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual.
3
Praktik Kebidanan | 169
4. Masa
sebelum hamil
1 Skrining masalah dan gangguan
kesehatan sebelum hamil
3
2 Persiapan kehamilan sehat 4
3 Konseling pranikah 4
4 Konseling masa sebelum hamil
perencanaan kehamilan dan persiapan
menjadi orang tua
4
5 Konseling dalam kesiapan merawat
anak
4
6 Penyiapan klien untuk pemeriksaan
penunjang infertiltas
4
7 Edukasi tahapan tatalaksana
infertilitas (Pemeriksaan sperma
pemeriksaan hidrotubasi, inseminasi,
bayi tabung)
2
8 Konseling Keluarga Berencana 4
5. Masa
Kehamilan
9 Pemeriksaan tanda –tanda kehamilan 4
10 Tes Kehamilan 4
11 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu
hamil
4
12 Inspeksi abdomen 4
13 Penilaian pembesaran uterus normal
selama kehamilan
4
14 Melakukan Palpasi Abdomen dalam
pemeriksaan kehamilan
Mengidentifikasi masalah pada
payudara pada masa hamil
4
4
15 Perawatan payudara 4
16 Pemeriksaan denyut jantung janin
stetoskop dan doppler
4
17 Pemeriksaan perkusi pada ekstremitas 4
18 Penghitungan usia kehamilan 4
19 Periksa dalam saat hamil 2
20 Identifikasi status TT 4
21 Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid
sesuai program
4
22 Penghitungan tafsiran berat janin 4
23 Mengisi buku Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA)
4
24 Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
25 Identifikasi masalah gizi pada ibu
hamil
3
170 | Praktik Kebidanan
26 Penentuan status gizi ibu hamil 4
27 Edukasi nutrisi pada ibu hamil 4
28 Pemberian makanan tambahan pada
ibu hamil Kurang Energi Kronik
(KEK)
4
29 Memfasilitasi senam hamil 4
30 Konseling adaptasi kehamilan 4
31 Konseling Perencanaan Persalinan
Dan Pencegahan Komplikasi
4
32 Konseling Keluarga Berencana 4
33 Pemberian pendidikan kesehatan
pada Ibu dan keluarga untuk
persiapan persalinan dan kelahiran.
4
34 Amniosintesis 3
35 Edukasi hasil pemeriksaan penunjang
pada masa hamil.
4
36 Skrining kehamilan risiko tinggi 4
37 Konseling pada ibu hamil yang
berisiko
4
38 KIE Tanda Bahaya Kehamilan 4
39 KIE Kehamilan Remaja 4
40 Identifikasi kehamilan dengan
kelainan
4
41 Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
42 Fasilitasi Kelas Ibu Hamil 4
Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual.
3
6. Masa
Persalinan
1 Pemeriksaan fisik terfokus dalam
persalinan
4
2 Penapisan awal persalinan 4
3 Penentuan inpartu 4
4 Dukungan fisik dan psikologis dalam
persalinan Pemantauan persalinan
dengan partograph
4
5 Penilaian kesesuaian antara panggul
dan janin dari hasil pemeriksaan
palpasi dan panggul dalam
4
6 Asuhan persalinan
Kala I normal 4
7 Tehnik mengurangi nyeri secara
nonfarmakologi selama persalinan
dan kelahiran
4
Praktik Kebidanan | 171
8 Tehnik mengurangi nyeri secara
farmakologi dalam persalinan dan
kelahiran
2
9 Amniotomi saat kala II 4
10 Anastesi Perineum 4
11 Episiotomi 4
12 Pertolongan persalinan
Kala II
normal
4
13 Jepit, potong dan ikat tali pusat 4
14 Inisiasi Menyusu Dini 4
15 Pertolongan persalinan
Kala III
normal
4
16 Manajemen Aktif kala III 4
17 Pemeriksaan placenta (kotiledon,
selaput dan kelainan)
4
18 Pemeriksaan jumlah pengeluaran
darah pervaginam
3
19 Pemeriksaan luka jalan lahir 4
20 Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 1
dan 2
4
21 Pemasangan IUD pasca plasenta 4
22 Pemantauan persalinan
Kala IV 4
23 Manual Placenta dengan perdarahan 3
24 Kompresi Bimanual (Eksterna,
Interna)
3
7. Masa Pasca
Keguguran
1 Identifikasi masalah pasca keguguran 3
2 Memberikan konseling dan edukasi
pada asuhan pasca keguguran
4
8. Masa Nifas Identifikasi masalah dan gangguan
pada masa nifas
4
KIE Tanda bahaya nifas 4
Pemeriksaan terfokus pada ibu nifas 4
Melakukan edukasi tentang menyusui 4
Pijat Oksitosin 4
Tatalaksana pada ibu menyusui 4
Pemeriksaan involusi 4
Perawatan luka jalan lahir 4
Perawatan payudara (Kompres dan
massase payudara)
4
Perah ASI /pumping 4
Tata Laksana Pengelolaan ASI 4
Senam nifas 4
172 | Praktik Kebidanan
Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
Perawatan Hematoma jalan lahir 3
Dukungan psikososial pada ibu yang
kehilangan bayi
4
Edukasi tentang masalah masa nifas 3
Pemeriksaan pada kunjungan nifas
sesuai standar dan kebutuhan ibu
nifas
4
Kunjungan nifas 4
9. Pelayanan
Keluarga
Berencana
(KB)
1 Pemeriksaan bimanual 2
2 Pemanfaatan Kriteria Kelayakan
Medis Dalam Penggunaan
kontrasepsi
4
3 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu
yang ingin mendapatkan pelayanan
Keluarga Berencana
4
4 Konseling Keluarga berencana 4
5 Pemberian Kontrasepsi Pil 4
6 Pemberian Kontrasepsi Darurat 3
7 Pemberian Kondom 4
8 Pemberian Kontrasepsi suntik 4
9 Pemasangan Intrauterine Device
(IUD)
4
10 Pencabutan Intrauterine Device
(IUD)
4
11 Pemasangan implan 4
12 Pencabutan implan 4
13 Lakktasi (MAL) 4
14 Edukasi dan konseling Metode
Operasi Wanita (MOW) dan Metode
Operasi Pria (MOP)
4
10. Masa
Klimakterium
1 Identifikasi masalah kesehatan
reproduksi pada masa klimakterium
Dukungan psikososial pada keluhan
masa klimakterium
3
2 Edukasi perubahan pada masa
klimakterium
4
Konseling adaptasi pada masa
klimakterium
2
Kesehatan
Reproduksi
dan
1 Identifikasi gangguan pada organ dan
fungsi reproduksi perempuan
3
2 Skrining keganasan organ reproduksi 3
Praktik Kebidanan | 173
Seksualitas
perempuan
3 Skrining penyimpangan perilaku
seksual
2
4 Pemeriksan pap smear 3
5 KIE kesehatan reproduksi dan
seksualitas
4
6 Edukasi tentang skrining gangguan
pada sistem reproduksi perempuan
3
7 Pelayanan kesehatan reproduksi dan
seksualitas
3
8 Tata Laksana awal pada perempuan
dengan korban kekerasan fisik dan
seksual
3
14. Bayi Baru
Lahir
(Neonatus)
usia 0-28 hari
1 Penilaian awal bayi baru lahir 4
Pemotongan tali pusat 4
Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 4
Pengukuran antropometri 4
Pemeriksaan fisik bayi baru lahir 4
Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi
baru lahir
4
Pemberian tanda pengenal bayi baru
lahir
4
Penilaian kesesuaian gestasi dengan
kondisi bayi baru lahir
4
Pemeriksaan refleks pada bayi baru
lahir
4
Pencegahan hipotermi 4
Pemantauan dan pencegahan infeksi
tali pusat tali pusat
4
Memandikan bayi baru lahir 4
Pemantauan tumbuh kembang 4
Pengisapan lendir menggunakan
deele
4
Pengisapan lendir menggunakan
suction
4
Pijat pada bayi sehat 4
Fasilitasi metode kanguru 4
Deteksi awal cacat bawaan melalui
pemeriksaan fisik
4
Identifikasi bayi baru lahir
bermasalah
4
Pengambilan sediaan untuk
melakukan skrining tiroid
3
174 | Praktik Kebidanan
Asuhan Bayi baru lahir dengan ibu
penderita penyakit infeksi (Demam
Berdarah Dengue/DBD, Malaria, dll)
3
Asuhan Bayi baru lahir dengan ibu
kecanduan narkotika, psikotropika,
dan zat adiktif. (NAPZA)
3
Asuhan bayi baru lahir dengan ibu
HIV
3
Asuhan bayi baru lahir dengan ibu
Hepatitis
3
Asuhan bayi baru lahir dengan ibu
sifilis
3
Asuhan bayi baru lahir dengan jejas
persalinan (kaput suksadaneum, cefal
hematom)
3
Asuhan bayi baru lahir dengan cacat
bawaan (atresia ani, labio skizis, labio
palato skizis, dll)
3
Pemberian tetes/salep mata bayi baru
lahir
4
Pemberian minum pada bayi baru
lahir dengan kondisi khusus (labio
skizis, bayi besar, dan kondisi
lainnya)
4
Pemeriksaan gula darah sewaktu pada
bayi baru lahir
3
Pemberian glukosa intravena 2
Transfusi tukar 2
Stabilisasi Bayi pra rujukan 4
Tatalaksana awal Bayi Baru Lahir
dengan trauma persalinan (fraktur
klavikula, perdarahan intrakranial,
dll)
3
Tatalaksana awal bayi prematur 3
Asuhan pada bayi baru lahir dengan
omphalitis
3
Therapi Blue light 3
MTBM 4
Resusitasi 4
Pemberian Imunisasi Hep B0 4
Pemberian Vit K 1 4
Tatalaksana awal pada bayi baru lahir
bermasalah
4
Praktik Kebidanan | 175
Identifikasi kebutuhan Rujukan 4
15. Bayi,
Balita dan
Anak
Prasekolah
1 Asuhan bayi sehari-hari 4
Bayi = usia 29
hari-11 bulan
29 hari
2 Identifikasi bayi risiko tinggi 4
Balita=usia 1
tahun - 4 tahun
29 hari
3 Asuhan Bayi Kembar 4
Anak
prasekolah= 5
tahun - 6 tahun
11 bulan 29
hari
4 Pemberian Pengganti Air Susu Ibu
(PASI)
4
5 Memandikan Bayi 4
Pemberian Imunisasi sesuai program 4
Pemeriksaan Tumbuh kembang bayi
dan balita menggunakan buku
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
4
Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini
Tumbuh Kembang (SDIDTK)
4
Identifikasi rujukan tumbuh kembang
bayi, balita dan anak pra sekolah
4
Identifikasi rujukan kegawatdaruratan
bayi, balita dan anak prasekolah
4
Fasilitasi Kelas Ibu Balita 4
Manajemen Terpadu Balita Sakit
(MTBS)
4
Asuhan bayi dengan gangguan pada
masalah kulit (ruam popok, biang
keringat)
4
Asuhan Bayi berkebutuhan khusus 3
Identifikasi autis 3
Tatalaksana awal kegawatdaruratan
pada bayi, balita dan anak sekolah
4
Tatalaksana awal kejang 3
Pertolongan pertama kecelakaan/
jatuh pada bayi, balita dan anak pra
sekolah
3
Pertolongan pertama bayi, balita dan
anak pra sekolah kemasukan benda
asing ke hidung telinga, mulut dan
kemaluan
3
176 | Praktik Kebidanan
Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca
Imunisasi (KIPI) Pelaporan Kejadian
Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
4
Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual
3
16. Remaja Skrining masalah kesehatan
reproduksi remaja
3
KIE kesehatan reproduksi remaja 4
Edukasi tentang selaput dara berbasis
budaya dan etiko legal
3
Edukasi menarche 4
Edukasi tanda-tanda seks sekunder 4
Edukasi pola hidup sehat bagi remaja 4
Konseling kesehatan reproduksi
remaja
4
Memfasilitasi konselor teman sebaya 4
Imunisasi sesuai program 4
Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual.
3
17. Masa
sebelum hamil
Skrining masalah dan gangguan
kesehatan sebelum hamil
3
Persiapan kehamilan sehat 4
Konseling pranikah 4
Konseling masa sebelum hamil
perencanaan kehamilan dan persiapan
menjadi orang tua
4
Konseling dalam kesiapan merawat
anak
4
Penyiapan klien untuk pemeriksaan
penunjang infertilitas
4
Edukasi tahapan tatalaksana
infertilitas (Pemeriksaan sperma
pemeriksaan hidrotubasi, inseminasi,
bayi tabung)
2
Ultrasonografi (USG) transvaginal 2
Hidrotubasi dan
Histerosalpingingografi (HSG)
2
Konseling masa sebelum hamil pada
penderita hepatitis B/C
3
Komunikasi Informasi dan Edukasi
(KIE) dan konseling tentang
HIV/AIDS
3
Praktik Kebidanan | 177
KIE dan konseling tentang sifilis 3
KIE dan konseling tentang
Kehamilan yang Tidak Diharapkan
3
Dukungan psikososial pada ibu yang
kehilangan anak
1
Konseling Keluarga Berencana 4
18. Masa
Kehamilan
Pemeriksaan tanda –tanda kehamilan 4
Tes Kehamilan 4
Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu
hamil
4
Inspeksi abdomen 4
Penilaian pembesaran uterus normal
selama kehamilan
4
Melakukan Palpasi Abdomen dalam
pemeriksaan kehamilan
4
Mengidentifikasi masalah pada
payudara pada masa hamil
4
Perawatan payudara 4
Pemeriksaan denyut jantung janin
stetoskop dan doppler
4
Pemeriksaan perkusi pada ekstremitas 4
Penghitungan usia kehamilan 4
Periksa dalam saat hamil 4
Identifikasi status TT 4
Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid
sesuai program
4
Penghitungan tafsiran berat janin 4
Mengisi buku Kesehatan Ibu dan
Anak (KIA)
4
Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
Identifikasi masalah gizi pada ibu
hamil
3
Penentuan status gizi ibu hamil 4
Edukasi nutrisi pada ibu hamil. 4
Pemberian makanan tambahan pada
ibu hamil Kurang Energi Kronik
(KEK)
4
Memfasilitasi senam hamil 4
Konseling adaptasi kehamilan 4
Konseling Perencanaan Persalinan
Dan Pencegahan Komplikasi
4
178 | Praktik Kebidanan
Konseling Keluarga Berencana 4
Pemberian pendidikan kesehatan
pada perempuan, keluarga dan
masyarakat tentang perkembangan
kehamilan, gejala dan tanda bahaya
serta tindakan yang dilakukan ketika
terdapat tanda bahaya
4
Pemberian pendidikan kesehatan
pada Ibu dan keluarga untuk
persiapan persalinan dan kelahiran.
4
Penggunaan Cardiotocography (CTG) 3
Interprestasi hasil Cardiotocography
(CTG)
3
Amniosintesis 2
Edukasi hasil pemeriksaan penunjang
pada masa hamil.
3
Skrining kehamilan risiko tinggi 4
Konseling pada ibu hamil yang
berisiko
3
KIE Tanda Bahaya Kehamilan 4
KIE Kehamilan Remaja 4
Identifikasi kehamilan dengan
kelainan
4
Tatalaksana awal pada ibu hamil
dengan penyakit sistemik
3
Tatalaksana pada ibu hamil dengan
penyakit infeksi
3
Tatalaksana pada kehamilan dengan
penyulit obstetrik (hiperemesis
gravidarum, hipertensi, preeklamsi,
infeksi)
3
Tatalaksana awal kasus
kegawatdaruratan pada kehamilan
(Kehamilan Ektopik Terganggu,
Mola Hidatidosa, Abortus Imminen,
Solutio Placenta, Placenta Previa,
kejang, henti nafas, penurunan
kesadaran, syok, henti jantung).
3
Skrining gangguan psikologis ibu
hamil
3
Tatalaksana gangguan psikologis
pada ibu hamil
2
Praktik Kebidanan | 179
Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
Tatalaksana awal kelainan letak,
presentasi dan kehamilan ganda
3
Tatalaksana tokolisis 3
Fasilitasi Kelas Ibu Hamil 4
Tata Laksana dengan korban
kekerasan fisik dan seksual.
3
19. Masa
Persalinan
Pemeriksaan fisik terfokus dalam
persalinan
4
Penapisan awal persalinan 4
Penentuan inpartu 4
Dukungan fisik dan psikologis dan
dalam persalinan
4
Pemantauan persalinan dengan
partograph
4
Penilaian rupture uteri 3
Penilaian kesesuaian antara panggul
dan janin dari hasil pemeriksaan
palpasi dan panggul dalam
3
Asuhan persalinan Kala I normal 4
Tehnik mengurangi nyeri secara
nonfarmakologi selama persalinan
dan kelahiran
4
Tehnik mengurangi nyeri secara
farmakologi dalam persalinan dan
kelahiran
2
Amniotomi saat kala II 4
Anastesi Perineum 4
Episiotomi 4
Pertolongan persalinan Kala II
normal
4
Jepit, potong dan ikat tali pusat 4
Inisiasi Menyusu Dini 4
Pertolongan persalinan Kala III
normal
4
Manajemen Aktif kala III 4
Pemeriksaan placenta (kotiledon,
selaput dan kelainan)
3
Pemeriksaan jumlah pengeluaran
darah pervaginam
3
Pemeriksaan luka jalan lahir 3
180 | Praktik Kebidanan
Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 1
dan 2
3
Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 3 4
Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 4 2
Penjahitan Portio 2
Pemasangan IUD pasca plasenta 4
Pemantauan persalinan Kala IV 4
Manual Placenta dengan perdarahan 3
Kompresi Bimanual (Eksterna,
Interna)
3
Kompresi Bimanual Aorta 3
Pemasangan Kondom Kateter 3
Induksi persalinan dengan obatobatan
2
Induksi persalinan dengan balon
kateter
2
Akselerasi persalinan 2
Konseling Keluarga Berencana 4
Tata Laksana persalinan dengan
tindakan (Ekstraksi vakum, ekstraksi
forcep)
2
Tata laksana awal pada persalinan
dengan ibu yang mengalami penyakit
sistemik
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan ibu yang mengalami penyakit
infeksi
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri perdarahan
antepartum
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri persalinan
preterm
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri ketuban
pecah dini
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri persalinan
lama (kelainan His, CPD,
Makrosomia)
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri kelainan
3
Praktik Kebidanan | 181
letak dan malpresentasi dalam
persalinan
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri Distosia
bahu
3
Tata laksana awal pada persalinan
dengan penyulit obstetri prolaps tali
pusat
3
Tata laksana pada persalinan dengan
kehamilan ganda
4
Tatalaksana awal kasus
kegawatdaruratan tersering pada
persalinan (eklamsia, perdarahan
pasca persalinan)
3
Tata laksana awal kegawatdaruratan
dasar pada ibu hamil (henti jantung
dan henti nafas, syok, kejang, sesak
nafas, pingsan)
3
Asistensi tindakan bedah obstetric per
vaginam
4
Instrumentator pada tindakan bedah
obstetric per abdominal
3
Asistensi tindakan bedah ginekologi 2
Asuhan pada pre dan post operasi
obstetri ginekologi
4
20. Masa
Pasca
Keguguran
Identifikasi masalah pasca keguguran 3
Memberikan konseling dan edukasi
pada asuhan pasca keguguran
4
Tata laksana awal kegawatdaruratan
pada pasca keguguran
3
Evakuasi sisa jaringan 2
Pemberian Medikamentosa 2
Pemantauan tanda bahaya pasca
keguguran
4
Layanan kontrasepsi pasca keguguran
21. Masa Nifas Identifikasi masalah dan gangguan
pada masa nifas
4
KIE Tanda bahaya nifas 4
Pemeriksaan terfokus pada ibu nifas 4
Konseling ibu nifas dengan masalah
gangguan psikologis
4
Melakukan edukasi tentang menyusui 4
Pijat Oksitosin 4
182 | Praktik Kebidanan
Tatalaksana pada ibu menyusui 4
Pemeriksaan involusi 4
Perawatan luka jalan lahir 4
Perawatan payudara (Kompres dan
massase payudara)
4
Perah ASI /pumping 4
Tata Laksana Pengelolaan ASI 4
Perawatan luka operasi sesar 3
Senam nifas 4
Pemberian suplemen vitamin dan
mineral
4
Perawatan Hematoma jalan lahir 3
Dukungan psikososial pada ibu yang
kehilangan bayi
2
Identifikasi komplikasi pada masa
nifas (tromboplebitis, simphisiolisis)
2
Edukasi tentang masalah masa nifas 4
Mengidentifikasi masalah seksualitas
pasca nifas
3
Pemeriksaan pada kunjungan nifas
sesuai standar dan kebutuhan ibu
nifas
4
Konseling Keluarga Berencana 4
Tata laksana awal pada masa nifas
dengan penyulit
3
Tata laksana awal pada masa nifas
dengan ibu yang mengalami penyakit
sistemik
3
Tata laksana awal pada masa nifas
dengan ibu yang mengalami penyakit
infeksi
3
Tatalaksana awal kasus
kegawatdaruratan pada masa nifas
(perdarahan, kejang, henti nafas,
penurunan kesadaran, syok, henti
jantung)
3
Kunjungan nifas 3
22. Masa
Antara
Pemeriksaan bimanual 2
Edukasi Deteksi dini kanker payudara
dengan Sadari
4
Mammografi 2
Menjelaskan hasil pemeriksaan
papsmear
3
Praktik Kebidanan | 183
Edukasi tahapan dan tatalaksana
kasus dengan hasil papsmear (+)
2
Edukasi dan tata laksana kanker
serviks
3
Memfasilitasi pemeriksaan hepatitis,
HIV-AIDS, TBC Malaria positif dan
sifilis
4
Biopsi jaringan 2
Kolposcopi 2
Histerektomi 2
Pemasangan pessarium 2
Eksterpasi polip eksternal 2
Kauterisasi 2
Identifikasi risiko Infeksi menular
seksual (IMS)
4
Edukasi tatalaksanana IMS 4
Konseling keluarga berencana 4
23. Pelayanan
Keluarga
Berencana
(KB)
Pemanfaatan Kriteria Kelayakan
Medis Dalam Penggunaan
Kontrasepsi
4
Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu
yang ingin mendapatkan pelayanan
Keluarga Berencana
4
Konseling Keluarga berencana 4
Pemberian Kontrasepsi Pil 4
Pemberian Kontrasepsi Darurat 4
Pemberian Kondom 4
Pemberian Kontrasepsi suntik 4
Pemasangan Intrauterine Device
(IUD)
4
Pencabutan Intrauterine Device
(IUD)
4
Pemasangan implan 4
Pencabutan implan 4
Fasilitasi Metode Amenorhoe Laktasi
(MAL)
4
Edukasi dan konseling Metode
Operasi Wanita (MOW) dan Metode
Operasi Pria (MOP)
4
24. Masa
Klimakterium
Identifikasi masalah kesehatan
reproduksi pada masa klimakterium
4
184 | Praktik Kebidanan
Edukasi perubahan pada masa
klimakterium
4
Terapi Sulih Hormon 2
Identifikasi tanda dan gejala awal
masalah kegananasan pada masa
klimakterium
3
Edukasi tanda –tandakeganasan pada
masaklimakterium
4
Konseling adaptasi pada masa
klimakterium
25. Kesehatan
Reproduksi&
seksualitas
perempuan
Identifikasi gangguan pada organ dan
fungsi reproduksi perempuan
3
Skrining keganasan organ reproduksi 3
Skrining penyimpangan perilaku
seksual
2
Skrining kanker serviks dengan IVA
test
3
Pelaksanaan krioterapi dengan IVA
test positif
3
Pemeriksan pap smear 3
KIE kesehatan reproduksi dan
seksualitas
3
Edukasi tentang skrining gangguan
pada sistem reproduksi perempuan
3
Edukasi tentang skrining
penyimpangan kesehatan reproduksi
perempuan
3
Pelayanankesehatan reproduksi dan
seksualitas
3
Identifikasi kasus gangguan orientasi
seksual
2
Edukasi pencegahan perilaku seksual
beresiko
4
Konseling Penganiayaan dan
Pelecehan Seksual
2
Tata Laksana awal pada perempuan
dengan korban kekerasan fisik dan
seksual
3
Praktik Kebidanan | 185
Lampiran 2. Format dan Contoh Kontrak Belajar (Ditulis tangan/ diketik pada kertas F4)
KONTRAK BELAJAR PRAKTEK/ PRAKTIKUM KLINIK
Tempat Praktek : DKK ……………. (Puskesmas ……………….)
Periode Praktek : 11 Oktober s/d 18 Desember 2021
Nama Mahasiswa : …………………….
NIM : ………………………
Topik : Asuhan Kebidanan fisiologis holistik kehamilan
Tujuan Strategi Sumber
Belajar
Hasil yang Diharapkan Waktu
Tujuan Umum:
setelah menjalankan prakti
klinik smt 1 di
Puskesmas……. selama 10
minggu, Mahasiswa mampu
melaksanakan asuhan
Kebidanan fisiologis holistik
kehamilan
Tuhuan Khusus:
1. Dapat melakukan
Asuhan kebidanan pada
ibu hamil normal
Trimester I.
1. Pre conference
2. BST/ Round
3. Post
Conference
4. Uji Stase
5. Seminar Kasus
6. dll
1. Ibu
Hamiil
fisiologis
TS I, II,
dan III
2. Sumber
Buku
Yang
relevan
1. Mahasiswa mampu
melakukan asuhan kebidanan
pada ibu hamil normal/
fisiologis TS I, II dan III secara
holistik dengan jumlah yang
terdokumentasikan lengkap=
5, selebihnya terdokumentasi
dalam logbook
2. Mahasiswa mampu
melakukan asuhan kebidanan
pada ibu hamil
normal/fisiologis dengan
terapi komplementer
terdokumentasi lengkap
5 April s/d
26 juni
2021
186 | Praktik Kebidanan
2. Asuhan kebidanan pada
ibu hamil normal
Trimester II
3. Asuhan kebidanan pada
ibu hamil normal
Trimester III
4. Asuhan kebidanan pada
ibu hamil normal dengan
komplementer terapy
sebanyak 2, asuhan lain
terdokumentasi dalam log
book
Klaten, …..………………….2021
Mahasiswa,
Ttd
……………………………………..
Praktik Kebidanan | 187
Tempat Praktek : …………………….
Periode Praktek : 3-29 Januari 2022
Nama Mahasiswa : …………………….
NIM : ………………………
Topik : Asuhan Kebidanan Remaja, Pra konsepsi, Keluarga Berencana dan Komunitas
Tujuan Strategi Sumber
Belajar
Hasil yang Diharapkan Waktu
Tujuan Umum:
Setelah menjalankan
praktikum klinik smt I
di Puskesmas
…selama 4 minggu,
saya mampu
melaksanakan asuhan
kebidanan
komprehensif pada
remaja, & dan
kebidanan komunitas
dengan menerapkan
manajemen kebidanan.
Tuhuan Khusus:
1. pre conferent,
2. Rounde
3. Bed Site
Teaching
4. Post conferen
1.Remaja
2.Catin
3. PUS/WUS
4. Kelompok
Klusus
5.Buku
sumber
sesuai Kasus
1. Melakukan pengkajian data
subyektif dan obyektif pada
Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
dengan pendekatan holistik.
2. Menginterpretasi data dasar
dengan berpikir kritis pada
Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
3. Mengidentifikasi diagnosis/
masalah potensial dan antisipasi
pada Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
4. Mengidentifikasi tindakan segera
(jika perlu) pada Remaja, Pra
3-29
Januari
2021
188 | Praktik Kebidanan
melakukan asuhan
kebidanan
komprehensif pada
remaja, & pranikah,
kontrasepsi
&perencanaan
kehamilan sehat dan
kebidanan komunitas
dengan target (5
Asuhan)
konsepsi dan keluarga berencana
&Komunitas
5. Merumuskan perencanaan
asuhan Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
6. Melakukan implementasi asuhan
Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
berdasarkan evidence based
practice.
7. Melakukan evaluasi asuhan
Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
dengan pendekatan holistik.
8. Melakukan pendokumentasian
asuhan Remaja, Pra konsepsi dan
keluarga berencana &Komunitas
dengan model dokumentasi
SOAP notes.
Praktik Kebidanan | 189
Lampiran 3.
Dukumentasi Pencapaian Asuhan Kebidanan Fisiologis Holistik Kehamilan* /
Dukumentasi Pencapaian Asuhan Kebidanan Remaja, Pra Konsepsi, Keluarga
Berencana Dan Komunitas*
(LOGBOOK)
Program Studi : Profesi Bidan
Mata Kuliah : Praktik Kebidanan Fisiologis Holistik Kehamilan*/
Remaja, Pra Konsepsi, Keluarga Berencana dan
Komunitas
Kode Mata Kuliah :
Beban SKS : 4 SKS
Semester : II
Tempat Praktek :
Waktu/ Periode :
Nama Peserta Didik :
NIM :
Kelas :
Dosen Pembimbing Lahan :
190 | Praktik Kebidanan
No Nama/
Umur/
GPA/Alamat
Subjective Objective Analisis Planing TTD
CI
TTD
pembimbing
Praktik Kebidanan | 191
Lampiran 4 Cover Pengumpulan Tugas
LOGO
STAGE
FISIOLOGIS HOLISTIK KEHAMILAN*
Nama Mahasiswa
Nim
Ruang
Tanggal Praktik
Pembimbing
Berkas Yang Dikumpulkan
Hari Tanggal Penyerahan
Penerima
:
:
:
:
:
:
:
:
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
………………………………………………
192 | Praktik Kebidanan
Lampiran 5
DAFTAR PRESENSI MAHASISWA
NAMA : ……………………………………………………………
NIM : ……………………………………………………………
RUANGAN : ……………………………………………………………
PUSKESMAS : ……………………………………………………………
NO RUANGAN HARI/TGL DATANG PULANG PARAF
MHS
PARAF
CI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
Praktik Kebidanan | 193
Lampiran 6
LAPORAN KEGIATAN HARIAN
NAMA : ……………………………………………………………
NIM : ……………………………………………………………
RUANGAN : ……………………………………………………………
PUSKESMAS : ……………………………………………………………
HARI/TGL : ……………………………………………………………
NO PUKUL KEGIATAN TTD
PEMBIMBING
1
2
3
4
6
7
8
194 | Praktik Kebidanan
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment