Wednesday, March 11, 2026

KETERAMPILAN KLINIK PRAKTIK KEBIDANAN - BAB 10 PRAKTIK KEBIDANAN

PRAKTIK KEBIDANAN - Henik Istikhomah, SST., M.Keb


A. LATAR BELAKANG 

Pendidikan Profesi Bidan merupakan pendidikan yang mempersiapkan lulusan menguasai kompetensi yang dipersyaratkan sesuai sebagai seorang bidan ahli profesional, bekerja secara mandiri, mampu mengembangkan diri dan beretika. Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi serta tuntutan masyarakat yang semakin kritis terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan oleh bidan memberikan konsekuensi kepada lulusan pendidikan bidan untuk meningkatkan hard skill, soft skill dan pengetahuannya serta bertindak sesuai kompetensi dan kewenangannya. Tujuan Program Pendidikan Profesi Bidan adalah untuk menghasilkan Profesi Bidan yang kompeten dan profesional sebagai pemberi asuhan kebidanan (care provider), komunikator (communicator), pengambil keputusan (decision maker), penggerak dan pemberdaya masyarakat (community leader), pengelola pelayanan kebidanan (manager) serta peneliti (reseacher), yang bermoral tinggi dan berkepribadian luhur. Untuk mencapai tujuan tersebut, proses pembelajaran dilakukan salah satunya dengan praktikum dilahan. Praktik kebidanan fisiologis holistik ini membekali mahasiswa profesi bidan agar dapat melakukan pengkajian pada kasus fisiologis dari mulai hamil sampai dengan anak pra sekolah dengan pendekatan holistik, analisa data pada kehamilan dengan pendekatan holistik, perencanaan asuhan kehamilan dengan pendekatan holistik, implementasi asuhan kehamilan dengan pendekatan holistik berdasarkan evidence based, evaluasi asuhan kehamilan dengan pendekatan holistik, pendokumentasian asuhan kehamilan dengan pendekatan holistik. 


B. METODE PEMBELAJARAN KLINIK 

Metode yang digunakan dalam proses pembelajaran praktik profesi bidan yaitu 
1. Pre dan post conference 
2. Tutorial individual yang diberikan perceptor 
3. Bedside teaching 
4. Diskusi kasus 
5. Observasi 
6. Penugasan klinik 
7. Ronde kebidanan 
8. Demonstrasi 
9. Case report dan overan dinas 
10. Pendegelasian kewenangan bertahap 
11. Seminar kecil tentang klien atau ilmu dan teknologi kesehatan/kebidanan terkini 
12. Problem solving for better health (PSBH) 
13. Belajar mandiri dan belajar berinovasi dalam pengelolaan asuhan 


C. STRATEGI PEMBELAJARAN KLINIK 

No METODE PEMBELAJARAN SUMBER PEMBELAJARAN MEDIA INSTRUKSIONAL 

1 Penugasan Klinik • Mahasiswa mempelajari seluruh kasus yang ada diruangan • Mahasiswa mengelola kasus sesuai target untuk disusun dalam laporan kasus Pembimbing klink Klien 

2 Penugasan • Laporan Pendahuluan • Laporan kasus • Laporan kegiatan harian • Teks book • Status medik • Status kebidanan • Format rencana asuhan kebidanan • Catatan perkembangan yang dikembangkan oleh bagian kebidanan 

3 Konferensi • Pre conference • Post converence • Pembimbing • Teman satu kelompok 

4 Observasi Tiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengobservasi • Kegiatan diklinik • Perilaku anggota tim kesehatan di klinik • Pembimbing klinik • Staf rumah sakit • Kondisi fisik klinik • Aktivitas di klinik • Klient • Ruang kebidanan 

5 Ronde kebidanan • Pembimbing klinik • Klinik, asuhan kebidanan 160 | Praktik Kebidanan • Pencatatan di klinik 

6 Demonstrasi suatu prosedur tindakan pada mahasiswa • Pembimbing klinik • Klient dan media yang dibutuhkan 

7 Bedside teaching • Pembimbing klinik • Klien dan kubutuhan yang sesuai dengan bedside theaching 

8 Belajar mandiri (kegiatan belajar di klinik saat tidak ada pembimbing) • Bidan RS/ PKM • Klient • Teks book 


D. MODEL PEMBELAJARAN KLINIK 

NO PROSES PEMBELAJARAN KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN PEBIMBING 
1 Fase pra interaksi 
1. Menyusun laporan pendahuluan 
2. Mengikuti conference 
3. Membaca informasi tentang pasien dikaitkan dengan LP 

1. Memberikan informasi tentang pasien antara lain diagnosa 
2. Pre conference evaluasi pemahaman mahasiswa 
3. Evaluasi pemahaman mahasiswa 

2 Fase Introduksi 
1. Mempersiapkan diri ke pasien 
2. Melakukan kontrak 

1. Mengopservasi mahasiswa umpan balik 
2. Mengobservasi mahasiswa umpan balik 

3 Fase kerja 
1. Melakukan pengkajian dan validasi 
2. Melakukan perumusan masalah 
3. Menyusun intervensi dan melakukan implementasi 
4. Melakukan ronde kebidanan 
5. Mengikuti bedside teaching 

1. Bimbingan untuk menumbuhkan kemampuan intelektual, teknikal dan interpersonal 
2. Mendampingi ronde kebidanan 
3. Bimbingan dalam bedside theacing Praktik Kebidanan | 161 
4 Fase evaluasi Menyimpulka apa yang dicapai dengan pasien Bimbingan dan observasi tentang kemampuan mahasiswa 


E. TUGAS PEMBIMBING KLINIK 

1. Mengadakan kegiatan pre dan post konference 

Pre Conference 
a. Informasi tentang pelaksanaan praktik 
b. Penjajagan kesiapan praktik mahasiswa 
c. Perencanaan pencapaian praktik mahasiswa 

Post Conference 
a. Pemberian umpan balik terhadap mahasiswa 
b. Penentuan tindak lanjut 

Responsi Kasus 
a. Membuat kasus sesuai dengan kasus yang ada dilahan. 
b. Tiap mahasiswa diwajibkan melakukan responsi kasus yang didapat dilahan. 
c. Evaluasi/ penilaian pelaksanaan praktik dilakukan oleh pembimbing lahan maupun akademik sesuai format yang sudah ditentukan. 

2. Mengadakan ronde kebidanan (Midwifery Ronde) 
a. Penyediaan pembimbing Praktik klinik dengan metode bed side teaching maupun tutorial. 
b. Problem solving masalah yang dihadapi dalam praktik serta kasus yang ditemukan mahasiswa 
c. Pembinaan mahasiswa dalam praktik kebidanan 

3. Menandatangani presensi praktik kebidanan 

4. Mengobservasi, membimbing mahasiswa saat melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis secara holistik. 

5. Mendiskusikan dengan mahasiswa masalah yang dialami atau ditemukan pada pasien dalam pemberian asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis secara holistik.

6. Membimbing mahasiswa dalam menyusun laporan 

7. Mengobservasi dan menilai penampilan klinik mahasiswa 162 | Praktik Kebidanan

8. Mengoreksi dan memberikan penilaian tentang tugas-tugas mahasiswa (laporan pendahuluan, laporan kegiatan harian) 

9. Melakukan penilaian ujian akhir stase (penentuan jadwal dan penguji diatur oleh mahasiswa dan pembimbing sesuai waktu perolehan kasus). 


F. EVALUASI 

1. Pencapaian Target 
a. Individu Mengelola kasus asuhan kebidanan fisiologis secara holistik sesuai dengan jumlah target dan presentasi kasus di kampus 
b. Kelompok Presentasi kasus kelompok dilahan praktik 

2. Evaluasi Hasil Belajar Klinik Evaluasi hanya diberikan pada mahasiswa dengan tingkat kehadiran 100% dan memenuhi 
tugas praktik yang terdiri dari : 
a. Laporan pendahuluan : 25% 
b. Nilai penampilan klinik : 25% 
c. Ujian stase : 25% 
d. Seminar kasus : 25% 

3. Nilai Batas Lulus Mata Ajar Praktik Kebidanan Penilaian praktik meliputi penilaian portofolio dalam bentuk laporan asuhan kebidanan kehamilan fisiologis secara holistik dan penampilan klinik secara menyeluruh meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap secara berkesinambungan dengan menggunakan pendekatan langsung pada kasus atau pendekatan metode uji untuk penilaian kompetensi yang dilakukan tidak hanya sekali waktu penilaian. Peserta didik dinyatakan lulus apabila memiliki minimal nilai 76 (B). Bila peserta didik belum mencapai nilai batas lulus, maka dapat dilakukan response kasus untuk mencapai nilai batas lulus. Praktik Kebidanan | 163 

4. Standar Nilai Hasil Belajar Klinik Nilai Absolut Mutu 86-100 4.00 A 79-83 3.77 A 77-78 3.50 B 74-76 3.25 B 71-73 3.00 B 68-70 2.75 B64-67 2.50 C 60-63 2.25 C 56-59 2.00 C 51-55 1.99 D 46-50 1.66 D 41-45 1.33 D 


G. PERATURAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI 

1. Peserta Peserta pendidikan profesi bidan adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan MK tahap matrikulasi dan serta telah menyelesaikan proses administrasi akademik sesuai ketentuan yang berlaku. 

2. Waktu Pelaksanaan 
a. Waktu jam praktik rata rata 7 jam dan 3 jam tugas mandiri/hari. 
b. Jadwal Shift sesuai pengaturan dari masing masing lahan praktk 

3. Ketentuan Seragam dan Atribut 
a. Memakai pakaian seragam yang telah ditentukan dari kampus 
b. menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan level ruang/ tindakan di tempat melaksanakan praktik 
c. Menggunakan pakaian pribadi yang lain saat perjalanan pulang pergi (pakaian kerja hanya digunakan saat praktik 
d. Memakai sepatu warna putih dengan tinggi hak tidak lebih dari 3 cm 
e. Selalu memakai tanda pengenal dan penampilan rapih, bersih, atau menyesuaikan dengan aturan yang ada di lahan praktek. 
f. Tidak memakai perhiasan, kecuali jam tangan. 
g. Kuku pendek & tidak memakai cat kuku. 

4. Tata Tertib 
a. Kehadiran mahasiswa 100%. 164 | Praktik Kebidanan b. Mahasiswa wajib hadir 15 menit di lahan praktek sebelum shif dimulai. 
c. Mahasiswa diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan sesuai buku panduan. 
d. Mahasiswa wajib memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan dari institusi pendidikan oleh pembimbing lahan dan institusi. 
e. Tiap mahasiswa wajib menjaga nama baik istitusi pendidikan, Puskesmas, rumah sakit, dan klien. 
f. Mahasiswa yang meninggalkan ruangan praktik tanpa seijin pembimbing lebih dari 30 menit dianggap tidak hadir. 
g. Kelompok mahasiswa wajib mengganti kerusakan alat-alat/ inventaris institusi pendidikan / lahan praktek akibat kelalaian mahasiswa sesuai ketentuan. 
h. Mahasiswa wajib melapor dan menyelesaikan ketentuan administrasi praktik kepada koordinator praktik sesuai jadwal yang telah ditentukan. 
i. Mahasiswa wajib mengisi absen setiap hari dinas dan ditandatangani/ paraf oleh pembimbing lahan/ institusi. 
j. Mahasiswa yang melanggar terhadap seragam dan atribut dianggap akan mendapatkan Surat Peringatan (SP). 
k. Mahasiswa yang terlambat lebih dari atau sama dengan 15 menit tanpa seijin pembimbing lahan, maka nilai akan dikurangi sebesar 5% Untuk Setiap Pertemuan dan dianggap tidak hadir. 
l. Mahasiswa yang tidak hadir praktek tanpa keterangan, maka wajib mengganti 2x lipat dari waktu yang ditinggalkan, dan bila tidak hadir karena sakit/ijin wajib mengganti sesuai banyaknya waktu praktekyang ditinggalkan. 
m. Ketidakhadiran karena sakit harus dibuktikan dengan adanya surat dari dokter yang diberitahukan kepada koordinator mata kuliah serta pembimbing lahan / institusi, maksimal selama 3 hari. 
n. Ketidak hadiran ijin yang dapat ditoleransi untuk hal-hal antara lain: keluarga meninggal, tugas dinas kantor maksimal 2 hari. 
o. Keterlambatan pengumpulan tugas dan laporan praktik dikurangi 2% setiap satu hari keterlambatan dan jika lebih dari 7 hari dianggap tidak mengumpulkan laporan. 
p. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengganti dinas dan atau mengulang kegagalan pada saat jadwal remidial. Praktik Kebidanan | 165 

5. Ketentuan-Ketentuan Khusus 
a. Tidak melakukan perjalanan luar daerah paling lama 14 hari sebelum mulai melakukan praktik 
b. Mahasiswa akan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mentaati protokoler yang berlaku. 
c. Mahasiswa akan melaksanakan cuci tangan sesuai standar WHO pada five moment, sebelum masuk, dan sebelum meninggalkan lingkungan praktik 
d. Mahasiswa wajib merumuskan dan menunjukan laporan pendahuluan pada saat hari pertama masuk dan menunjukan kepada pembimbing klinik 
e. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan pre dan post coverence secara kelompok sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan materi diskusi sesuai dengan laporan pendahuluan yang telah dirumuskan oleh mahasiswa. 
f. Laporan hanya akan dinilai jika telah mendapatkan evaluasi dan masukan dari pembimbing klinik dan akademik (ada paraf pembimbing). 
g. Mahasiswa wajib mengumpulkan tugas-tugas yang telah ditentukan maksimal 1 minggu setelah periode praktik berakhir 
h. Mahasiswa wajib menyusun laporan dokumentasi asuhan kebidanan dengan sepengetahuan pembimbing lahan, untuk kemudian dikonsultasikan pada dosen pembimbing. Tanda tangan pembimbing lahan disertai cap basah. 
i. Dokumentasi asuhan kebidanan diketik pada kertas HVS ukuran polio 70/60 gram. 

1) Pada akhir praktik fisiologis holistik, mahasiswa mengumpulkan jilidan laporan kasus panjang yang telah di syahkan oleh pembimbing lahan dan dosen pembimbing yang terdiri dari 4 jilidan kasus yaitu: (cover warna sesuai buku panduan) 
d) 1 jilidan kasus kehamilan, 
e) 1 jilidan kasus persalinan dan bayi baru lahir, 
f) 1 jilidan kasus nifas dan menyusui, 
g) 1 jilidan neonatus, bayi, balita dan anak pra sekolah, 166 | Praktik Kebidanan 

2) Pada akhir praktek remaja &komunitas mahasiswa mengumpulkan jilidan laporan kasus panjang (individu) jumlah sesuai target dan laporan kelompok (asuhan pada kelompok khusus dan karya inovasi kebidanan) 

3) Untuk laporan kasus (individu dan kelompok) dilengkapi jurnal bimbingan, Jurnal Refleksi Kritis Pembelajaran Praktik Kebidanan Fisiologis Holistik dan Refleksi Kritis Pada Pembelajaran Melalui Literatur dengan Menggunakan EBM 

4) Jilidan jurnal bimbingan praktek, kontrak belajar, kegiatan harian dijilid dengan (cover warna sesuai buku panduan) 

5) Jilidan log book rekapitulasi dokumentasi asuhan kebidanan yang telah dilakukan dijilid (cover warna sesuai buku panduan) 

6) Tindakan pemalsuan tanda tangan dan cap merupakan tindakan pidana yang mempunyai sanksi hukum. Untuk itu, bagi mahasiswa yang terbukti melakukan pemalsuan tanda tangan dan cap, dikenai sanksi. 

7) Target harus dipenuhi untuk menunjang kelulusan, apabila target belum terpenuhi pada waktu yang telah ditentukan maka mahasiswa harus mencapai target tersebut diluar waktu praktik tanpa menghitung jam praktik. 

8) Saat pengumpulan laporan harus disertai format penilaian. 


Praktik Kebidanan | 167 Lampiran 1. Daftar Ketrampilan Stase Fisiologis (sumber: standar profesi bidan nomor 320 tahun 2020) Lingkup Asuhan Kebidanan N0 Daftar Keterampilan Tingkat Kemampuan 1. Bayi Baru Lahir (Neonatus) usia 0-28 hari 1 Penilaian awal bayi baru lahir 4 2 Pemotongan tali pusat 4 3 Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 4 4 Pengukuran antropometri 4 5 Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi baru lahir 4 6 Pemberian tanda pengenal bayi baru lahir 4 7 Penilaian kesesuaian gestasi dengan kondisi bayi baru lahir 4 8 Pemeriksaan refleks pada bayi baru lahir 4 9 Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi baru lahir 4 10 Pemberian tanda pengenal bayi baru lahir 4 11 Penilaian kesesuaian gestasi dengan kondisi bayi baru lahir 4 12 Pemeriksaan refleks pada bayi baru lahir 4 13 Pencegahan hipotermi 4 14 Pemantauan dan pencegahan infeksi tali pusat tali pusat 4 15 Memandikan bayi baru lahir 4 16 Pemantauan tumbuh kembang 4 17 Pengisapan lendir menggunakan deele 4 18 Pengisapan lendir menggunakan suction 4 19 Pijat pada bayi sehat 4 20 Fasilitasi metode kanguru 4 21 Pemberian tetes/salep mata bayi baru lahir 4 22 Pemberian Imunisasi Hep B0 4 23 Pemberian Vit K 1 4 168 | Praktik Kebidanan Bayi, Balita dan Anak Prasekolah 1 Asuhan bayi sehari-hari 4 Bayi = usia 29 hari-11 bulan 29 hari 2 Memandikan Bayi 4 Balita = usia 1 tahun -4 tahun 29 hari 3 Pemberian Imunisasi sesuai program 4 Anak prasekolah= 5 tahun - 6 tahun 11 bulan 29 hari 4 Pemeriksaan Tumbuh kembang bayi dan balita menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 5 Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Fasilitasi Kelas Ibu Balita 4 4 6 Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) 4 7 Pertolongan pertama kecelakaan/ jatuh pada bayi, balita dan anak pra sekolah 4 8 Pertolongan pertama bayi, balita dan anak pra sekolah kemasukan benda asing ke hidung telinga, mulut dan kemaluan 4 9 Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) 4 10 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual 3 3. Remaja 1 Skrining masalah kesehatan reproduksi remaja 3 2 KIE kesehatan reproduksi remaja 4 3 Edukasi tentang selaput dara berbasis budaya dan etiko legal 3 4 Edukasi menarche 4 5 Edukasi tanda-tanda seks sekunder 4 6 Edukasi pola hidup sehat bagi remaja 4 7 Konseling kesehatan reproduksi remaja 4 8 Memfasilitasi konselor teman sebaya 3 9 Imunisasi sesuai program 4 10 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual. 3 Praktik Kebidanan | 169 4. Masa sebelum hamil 1 Skrining masalah dan gangguan kesehatan sebelum hamil 3 2 Persiapan kehamilan sehat 4 3 Konseling pranikah 4 4 Konseling masa sebelum hamil perencanaan kehamilan dan persiapan menjadi orang tua 4 5 Konseling dalam kesiapan merawat anak 4 6 Penyiapan klien untuk pemeriksaan penunjang infertiltas 4 7 Edukasi tahapan tatalaksana infertilitas (Pemeriksaan sperma pemeriksaan hidrotubasi, inseminasi, bayi tabung) 2 8 Konseling Keluarga Berencana 4 5. Masa Kehamilan 9 Pemeriksaan tanda –tanda kehamilan 4 10 Tes Kehamilan 4 11 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu hamil 4 12 Inspeksi abdomen 4 13 Penilaian pembesaran uterus normal selama kehamilan 4 14 Melakukan Palpasi Abdomen dalam pemeriksaan kehamilan Mengidentifikasi masalah pada payudara pada masa hamil 4 4 15 Perawatan payudara 4 16 Pemeriksaan denyut jantung janin stetoskop dan doppler 4 17 Pemeriksaan perkusi pada ekstremitas 4 18 Penghitungan usia kehamilan 4 19 Periksa dalam saat hamil 2 20 Identifikasi status TT 4 21 Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid sesuai program 4 22 Penghitungan tafsiran berat janin 4 23 Mengisi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 24 Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 25 Identifikasi masalah gizi pada ibu hamil 3 170 | Praktik Kebidanan 26 Penentuan status gizi ibu hamil 4 27 Edukasi nutrisi pada ibu hamil 4 28 Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) 4 29 Memfasilitasi senam hamil 4 30 Konseling adaptasi kehamilan 4 31 Konseling Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi 4 32 Konseling Keluarga Berencana 4 33 Pemberian pendidikan kesehatan pada Ibu dan keluarga untuk persiapan persalinan dan kelahiran. 4 34 Amniosintesis 3 35 Edukasi hasil pemeriksaan penunjang pada masa hamil. 4 36 Skrining kehamilan risiko tinggi 4 37 Konseling pada ibu hamil yang berisiko 4 38 KIE Tanda Bahaya Kehamilan 4 39 KIE Kehamilan Remaja 4 40 Identifikasi kehamilan dengan kelainan 4 41 Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 42 Fasilitasi Kelas Ibu Hamil 4 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual. 3 6. Masa Persalinan 1 Pemeriksaan fisik terfokus dalam persalinan 4 2 Penapisan awal persalinan 4 3 Penentuan inpartu 4 4 Dukungan fisik dan psikologis dalam persalinan Pemantauan persalinan dengan partograph 4 5 Penilaian kesesuaian antara panggul dan janin dari hasil pemeriksaan palpasi dan panggul dalam 4 6 Asuhan persalinan 

Kala I normal 4 7 Tehnik mengurangi nyeri secara nonfarmakologi selama persalinan dan kelahiran 4 Praktik Kebidanan | 171 8 Tehnik mengurangi nyeri secara farmakologi dalam persalinan dan kelahiran 2 9 Amniotomi saat kala II 4 10 Anastesi Perineum 4 11 Episiotomi 4 12 Pertolongan persalinan 

Kala II normal 4 13 Jepit, potong dan ikat tali pusat 4 14 Inisiasi Menyusu Dini 4 15 Pertolongan persalinan 

Kala III normal 4 16 Manajemen Aktif kala III 4 17 Pemeriksaan placenta (kotiledon, selaput dan kelainan) 4 18 Pemeriksaan jumlah pengeluaran darah pervaginam 3 19 Pemeriksaan luka jalan lahir 4 20 Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 1 dan 2 4 21 Pemasangan IUD pasca plasenta 4 22 Pemantauan persalinan 

Kala IV 4 23 Manual Placenta dengan perdarahan 3 24 Kompresi Bimanual (Eksterna, Interna) 3 7. Masa Pasca Keguguran 1 Identifikasi masalah pasca keguguran 3 2 Memberikan konseling dan edukasi pada asuhan pasca keguguran 4 8. Masa Nifas Identifikasi masalah dan gangguan pada masa nifas 4 KIE Tanda bahaya nifas 4 Pemeriksaan terfokus pada ibu nifas 4 Melakukan edukasi tentang menyusui 4 Pijat Oksitosin 4 Tatalaksana pada ibu menyusui 4 Pemeriksaan involusi 4 Perawatan luka jalan lahir 4 Perawatan payudara (Kompres dan massase payudara) 4 Perah ASI /pumping 4 Tata Laksana Pengelolaan ASI 4 Senam nifas 4 172 | Praktik Kebidanan Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 Perawatan Hematoma jalan lahir 3 Dukungan psikososial pada ibu yang kehilangan bayi 4 Edukasi tentang masalah masa nifas 3 Pemeriksaan pada kunjungan nifas sesuai standar dan kebutuhan ibu nifas 4 Kunjungan nifas 4 9. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) 1 Pemeriksaan bimanual 2 2 Pemanfaatan Kriteria Kelayakan Medis Dalam Penggunaan kontrasepsi 4 3 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu yang ingin mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana 4 4 Konseling Keluarga berencana 4 5 Pemberian Kontrasepsi Pil 4 6 Pemberian Kontrasepsi Darurat 3 7 Pemberian Kondom 4 8 Pemberian Kontrasepsi suntik 4 9 Pemasangan Intrauterine Device (IUD) 4 10 Pencabutan Intrauterine Device (IUD) 4 11 Pemasangan implan 4 12 Pencabutan implan 4 13 Lakktasi (MAL) 4 14 Edukasi dan konseling Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) 4 10. Masa Klimakterium 1 Identifikasi masalah kesehatan reproduksi pada masa klimakterium Dukungan psikososial pada keluhan masa klimakterium 3 2 Edukasi perubahan pada masa klimakterium 4 Konseling adaptasi pada masa klimakterium 2 Kesehatan Reproduksi dan 1 Identifikasi gangguan pada organ dan fungsi reproduksi perempuan 3 2 Skrining keganasan organ reproduksi 3 Praktik Kebidanan | 173 Seksualitas perempuan 3 Skrining penyimpangan perilaku seksual 2 4 Pemeriksan pap smear 3 5 KIE kesehatan reproduksi dan seksualitas 4 6 Edukasi tentang skrining gangguan pada sistem reproduksi perempuan 3 7 Pelayanan kesehatan reproduksi dan seksualitas 3 8 Tata Laksana awal pada perempuan dengan korban kekerasan fisik dan seksual 3 14. Bayi Baru Lahir (Neonatus) usia 0-28 hari 1 Penilaian awal bayi baru lahir 4 Pemotongan tali pusat 4 Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 4 Pengukuran antropometri 4 Pemeriksaan fisik bayi baru lahir 4 Pemantauan Tanda Tanda Vital bayi baru lahir 4 Pemberian tanda pengenal bayi baru lahir 4 Penilaian kesesuaian gestasi dengan kondisi bayi baru lahir 4 Pemeriksaan refleks pada bayi baru lahir 4 Pencegahan hipotermi 4 Pemantauan dan pencegahan infeksi tali pusat tali pusat 4 Memandikan bayi baru lahir 4 Pemantauan tumbuh kembang 4 Pengisapan lendir menggunakan deele 4 Pengisapan lendir menggunakan suction 4 Pijat pada bayi sehat 4 Fasilitasi metode kanguru 4 Deteksi awal cacat bawaan melalui pemeriksaan fisik 4 Identifikasi bayi baru lahir bermasalah 4 Pengambilan sediaan untuk melakukan skrining tiroid 3 174 | Praktik Kebidanan Asuhan Bayi baru lahir dengan ibu penderita penyakit infeksi (Demam Berdarah Dengue/DBD, Malaria, dll) 3 Asuhan Bayi baru lahir dengan ibu kecanduan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. (NAPZA) 3 Asuhan bayi baru lahir dengan ibu HIV 3 Asuhan bayi baru lahir dengan ibu Hepatitis 3 Asuhan bayi baru lahir dengan ibu sifilis 3 Asuhan bayi baru lahir dengan jejas persalinan (kaput suksadaneum, cefal hematom) 3 Asuhan bayi baru lahir dengan cacat bawaan (atresia ani, labio skizis, labio palato skizis, dll) 3 Pemberian tetes/salep mata bayi baru lahir 4 Pemberian minum pada bayi baru lahir dengan kondisi khusus (labio skizis, bayi besar, dan kondisi lainnya) 4 Pemeriksaan gula darah sewaktu pada bayi baru lahir 3 Pemberian glukosa intravena 2 Transfusi tukar 2 Stabilisasi Bayi pra rujukan 4 Tatalaksana awal Bayi Baru Lahir dengan trauma persalinan (fraktur klavikula, perdarahan intrakranial, dll) 3 Tatalaksana awal bayi prematur 3 Asuhan pada bayi baru lahir dengan omphalitis 3 Therapi Blue light 3 MTBM 4 Resusitasi 4 Pemberian Imunisasi Hep B0 4 Pemberian Vit K 1 4 Tatalaksana awal pada bayi baru lahir bermasalah 4 Praktik Kebidanan | 175 Identifikasi kebutuhan Rujukan 4 15. Bayi, Balita dan Anak Prasekolah 1 Asuhan bayi sehari-hari 4 Bayi = usia 29 hari-11 bulan 29 hari 2 Identifikasi bayi risiko tinggi 4 Balita=usia 1 tahun - 4 tahun 29 hari 3 Asuhan Bayi Kembar 4 Anak prasekolah= 5 tahun - 6 tahun 11 bulan 29 hari 4 Pemberian Pengganti Air Susu Ibu (PASI) 4 5 Memandikan Bayi 4 Pemberian Imunisasi sesuai program 4 Pemeriksaan Tumbuh kembang bayi dan balita menggunakan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) 4 Identifikasi rujukan tumbuh kembang bayi, balita dan anak pra sekolah 4 Identifikasi rujukan kegawatdaruratan bayi, balita dan anak prasekolah 4 Fasilitasi Kelas Ibu Balita 4 Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) 4 Asuhan bayi dengan gangguan pada masalah kulit (ruam popok, biang keringat) 4 Asuhan Bayi berkebutuhan khusus 3 Identifikasi autis 3 Tatalaksana awal kegawatdaruratan pada bayi, balita dan anak sekolah 4 Tatalaksana awal kejang 3 Pertolongan pertama kecelakaan/ jatuh pada bayi, balita dan anak pra sekolah 3 Pertolongan pertama bayi, balita dan anak pra sekolah kemasukan benda asing ke hidung telinga, mulut dan kemaluan 3 176 | Praktik Kebidanan Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pelaporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) 4 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual 3 16. Remaja Skrining masalah kesehatan reproduksi remaja 3 KIE kesehatan reproduksi remaja 4 Edukasi tentang selaput dara berbasis budaya dan etiko legal 3 Edukasi menarche 4 Edukasi tanda-tanda seks sekunder 4 Edukasi pola hidup sehat bagi remaja 4 Konseling kesehatan reproduksi remaja 4 Memfasilitasi konselor teman sebaya 4 Imunisasi sesuai program 4 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual. 3 17. Masa sebelum hamil Skrining masalah dan gangguan kesehatan sebelum hamil 3 Persiapan kehamilan sehat 4 Konseling pranikah 4 Konseling masa sebelum hamil perencanaan kehamilan dan persiapan menjadi orang tua 4 Konseling dalam kesiapan merawat anak 4 Penyiapan klien untuk pemeriksaan penunjang infertilitas 4 Edukasi tahapan tatalaksana infertilitas (Pemeriksaan sperma pemeriksaan hidrotubasi, inseminasi, bayi tabung) 2 Ultrasonografi (USG) transvaginal 2 Hidrotubasi dan Histerosalpingingografi (HSG) 2 Konseling masa sebelum hamil pada penderita hepatitis B/C 3 Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan konseling tentang HIV/AIDS 3 Praktik Kebidanan | 177 KIE dan konseling tentang sifilis 3 KIE dan konseling tentang Kehamilan yang Tidak Diharapkan 3 Dukungan psikososial pada ibu yang kehilangan anak 1 Konseling Keluarga Berencana 4 18. Masa Kehamilan Pemeriksaan tanda –tanda kehamilan 4 Tes Kehamilan 4 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu hamil 4 Inspeksi abdomen 4 Penilaian pembesaran uterus normal selama kehamilan 4 Melakukan Palpasi Abdomen dalam pemeriksaan kehamilan 4 Mengidentifikasi masalah pada payudara pada masa hamil 4 Perawatan payudara 4 Pemeriksaan denyut jantung janin stetoskop dan doppler 4 Pemeriksaan perkusi pada ekstremitas 4 Penghitungan usia kehamilan 4 Periksa dalam saat hamil 4 Identifikasi status TT 4 Pemberian Imunisasi Tetanus Toxoid sesuai program 4 Penghitungan tafsiran berat janin 4 Mengisi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 4 Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 Identifikasi masalah gizi pada ibu hamil 3 Penentuan status gizi ibu hamil 4 Edukasi nutrisi pada ibu hamil. 4 Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) 4 Memfasilitasi senam hamil 4 Konseling adaptasi kehamilan 4 Konseling Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi 4 178 | Praktik Kebidanan Konseling Keluarga Berencana 4 Pemberian pendidikan kesehatan pada perempuan, keluarga dan masyarakat tentang perkembangan kehamilan, gejala dan tanda bahaya serta tindakan yang dilakukan ketika terdapat tanda bahaya 4 Pemberian pendidikan kesehatan pada Ibu dan keluarga untuk persiapan persalinan dan kelahiran. 4 Penggunaan Cardiotocography (CTG) 3 Interprestasi hasil Cardiotocography (CTG) 3 Amniosintesis 2 Edukasi hasil pemeriksaan penunjang pada masa hamil. 3 Skrining kehamilan risiko tinggi 4 Konseling pada ibu hamil yang berisiko 3 KIE Tanda Bahaya Kehamilan 4 KIE Kehamilan Remaja 4 Identifikasi kehamilan dengan kelainan 4 Tatalaksana awal pada ibu hamil dengan penyakit sistemik 3 Tatalaksana pada ibu hamil dengan penyakit infeksi 3 Tatalaksana pada kehamilan dengan penyulit obstetrik (hiperemesis gravidarum, hipertensi, preeklamsi, infeksi) 3 Tatalaksana awal kasus kegawatdaruratan pada kehamilan (Kehamilan Ektopik Terganggu, Mola Hidatidosa, Abortus Imminen, Solutio Placenta, Placenta Previa, kejang, henti nafas, penurunan kesadaran, syok, henti jantung). 3 Skrining gangguan psikologis ibu hamil 3 Tatalaksana gangguan psikologis pada ibu hamil 2 Praktik Kebidanan | 179 Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 Tatalaksana awal kelainan letak, presentasi dan kehamilan ganda 3 Tatalaksana tokolisis 3 Fasilitasi Kelas Ibu Hamil 4 Tata Laksana dengan korban kekerasan fisik dan seksual. 3 19. Masa Persalinan Pemeriksaan fisik terfokus dalam persalinan 4 Penapisan awal persalinan 4 Penentuan inpartu 4 Dukungan fisik dan psikologis dan dalam persalinan 4 Pemantauan persalinan dengan partograph 4 Penilaian rupture uteri 3 Penilaian kesesuaian antara panggul dan janin dari hasil pemeriksaan palpasi dan panggul dalam 3 Asuhan persalinan Kala I normal 4 Tehnik mengurangi nyeri secara nonfarmakologi selama persalinan dan kelahiran 4 Tehnik mengurangi nyeri secara farmakologi dalam persalinan dan kelahiran 2 Amniotomi saat kala II 4 Anastesi Perineum 4 Episiotomi 4 Pertolongan persalinan Kala II normal 4 Jepit, potong dan ikat tali pusat 4 Inisiasi Menyusu Dini 4 Pertolongan persalinan Kala III normal 4 Manajemen Aktif kala III 4 Pemeriksaan placenta (kotiledon, selaput dan kelainan) 3 Pemeriksaan jumlah pengeluaran darah pervaginam 3 Pemeriksaan luka jalan lahir 3 180 | Praktik Kebidanan Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 1 dan 2 3 Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 3 4 Penjahitan Luka Jalan Lahir derajat 4 2 Penjahitan Portio 2 Pemasangan IUD pasca plasenta 4 Pemantauan persalinan Kala IV 4 Manual Placenta dengan perdarahan 3 Kompresi Bimanual (Eksterna, Interna) 3 Kompresi Bimanual Aorta 3 Pemasangan Kondom Kateter 3 Induksi persalinan dengan obatobatan 2 Induksi persalinan dengan balon kateter 2 Akselerasi persalinan 2 Konseling Keluarga Berencana 4 Tata Laksana persalinan dengan tindakan (Ekstraksi vakum, ekstraksi forcep) 2 Tata laksana awal pada persalinan dengan ibu yang mengalami penyakit sistemik 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan ibu yang mengalami penyakit infeksi 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri perdarahan antepartum 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri persalinan preterm 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri ketuban pecah dini 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri persalinan lama (kelainan His, CPD, Makrosomia) 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri kelainan 3 Praktik Kebidanan | 181 letak dan malpresentasi dalam persalinan Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri Distosia bahu 3 Tata laksana awal pada persalinan dengan penyulit obstetri prolaps tali pusat 3 Tata laksana pada persalinan dengan kehamilan ganda 4 Tatalaksana awal kasus kegawatdaruratan tersering pada persalinan (eklamsia, perdarahan pasca persalinan) 3 Tata laksana awal kegawatdaruratan dasar pada ibu hamil (henti jantung dan henti nafas, syok, kejang, sesak nafas, pingsan) 3 Asistensi tindakan bedah obstetric per vaginam 4 Instrumentator pada tindakan bedah obstetric per abdominal 3 Asistensi tindakan bedah ginekologi 2 Asuhan pada pre dan post operasi obstetri ginekologi 4 20. Masa Pasca Keguguran Identifikasi masalah pasca keguguran 3 Memberikan konseling dan edukasi pada asuhan pasca keguguran 4 Tata laksana awal kegawatdaruratan pada pasca keguguran 3 Evakuasi sisa jaringan 2 Pemberian Medikamentosa 2 Pemantauan tanda bahaya pasca keguguran 4 Layanan kontrasepsi pasca keguguran 21. Masa Nifas Identifikasi masalah dan gangguan pada masa nifas 4 KIE Tanda bahaya nifas 4 Pemeriksaan terfokus pada ibu nifas 4 Konseling ibu nifas dengan masalah gangguan psikologis 4 Melakukan edukasi tentang menyusui 4 Pijat Oksitosin 4 182 | Praktik Kebidanan Tatalaksana pada ibu menyusui 4 Pemeriksaan involusi 4 Perawatan luka jalan lahir 4 Perawatan payudara (Kompres dan massase payudara) 4 Perah ASI /pumping 4 Tata Laksana Pengelolaan ASI 4 Perawatan luka operasi sesar 3 Senam nifas 4 Pemberian suplemen vitamin dan mineral 4 Perawatan Hematoma jalan lahir 3 Dukungan psikososial pada ibu yang kehilangan bayi 2 Identifikasi komplikasi pada masa nifas (tromboplebitis, simphisiolisis) 2 Edukasi tentang masalah masa nifas 4 Mengidentifikasi masalah seksualitas pasca nifas 3 Pemeriksaan pada kunjungan nifas sesuai standar dan kebutuhan ibu nifas 4 Konseling Keluarga Berencana 4 Tata laksana awal pada masa nifas dengan penyulit 3 Tata laksana awal pada masa nifas dengan ibu yang mengalami penyakit sistemik 3 Tata laksana awal pada masa nifas dengan ibu yang mengalami penyakit infeksi 3 Tatalaksana awal kasus kegawatdaruratan pada masa nifas (perdarahan, kejang, henti nafas, penurunan kesadaran, syok, henti jantung) 3 Kunjungan nifas 3 22. Masa Antara Pemeriksaan bimanual 2 Edukasi Deteksi dini kanker payudara dengan Sadari 4 Mammografi 2 Menjelaskan hasil pemeriksaan papsmear 3 Praktik Kebidanan | 183 Edukasi tahapan dan tatalaksana kasus dengan hasil papsmear (+) 2 Edukasi dan tata laksana kanker serviks 3 Memfasilitasi pemeriksaan hepatitis, HIV-AIDS, TBC Malaria positif dan sifilis 4 Biopsi jaringan 2 Kolposcopi 2 Histerektomi 2 Pemasangan pessarium 2 Eksterpasi polip eksternal 2 Kauterisasi 2 Identifikasi risiko Infeksi menular seksual (IMS) 4 Edukasi tatalaksanana IMS 4 Konseling keluarga berencana 4 23. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Pemanfaatan Kriteria Kelayakan Medis Dalam Penggunaan Kontrasepsi 4 Pemeriksaan fisik terfokus pada ibu yang ingin mendapatkan pelayanan Keluarga Berencana 4 Konseling Keluarga berencana 4 Pemberian Kontrasepsi Pil 4 Pemberian Kontrasepsi Darurat 4 Pemberian Kondom 4 Pemberian Kontrasepsi suntik 4 Pemasangan Intrauterine Device (IUD) 4 Pencabutan Intrauterine Device (IUD) 4 Pemasangan implan 4 Pencabutan implan 4 Fasilitasi Metode Amenorhoe Laktasi (MAL) 4 Edukasi dan konseling Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) 4 24. Masa Klimakterium Identifikasi masalah kesehatan reproduksi pada masa klimakterium 4 184 | Praktik Kebidanan Edukasi perubahan pada masa klimakterium 4 Terapi Sulih Hormon 2 Identifikasi tanda dan gejala awal masalah kegananasan pada masa klimakterium 3 Edukasi tanda –tandakeganasan pada masaklimakterium 4 Konseling adaptasi pada masa klimakterium 25. Kesehatan Reproduksi& seksualitas perempuan Identifikasi gangguan pada organ dan fungsi reproduksi perempuan 3 Skrining keganasan organ reproduksi 3 Skrining penyimpangan perilaku seksual 2 Skrining kanker serviks dengan IVA test 3 Pelaksanaan krioterapi dengan IVA test positif 3 Pemeriksan pap smear 3 KIE kesehatan reproduksi dan seksualitas 3 Edukasi tentang skrining gangguan pada sistem reproduksi perempuan 3 Edukasi tentang skrining penyimpangan kesehatan reproduksi perempuan 3 Pelayanankesehatan reproduksi dan seksualitas 3 Identifikasi kasus gangguan orientasi seksual 2 Edukasi pencegahan perilaku seksual beresiko 4 Konseling Penganiayaan dan Pelecehan Seksual 2 Tata Laksana awal pada perempuan dengan korban kekerasan fisik dan seksual 3 Praktik Kebidanan | 185 Lampiran 2. Format dan Contoh Kontrak Belajar (Ditulis tangan/ diketik pada kertas F4) 


KONTRAK BELAJAR PRAKTEK/ PRAKTIKUM KLINIK Tempat Praktek : DKK ……………. (Puskesmas ……………….) Periode Praktek : 11 Oktober s/d 18 Desember 2021 Nama Mahasiswa : ……………………. NIM : ……………………… Topik : Asuhan Kebidanan fisiologis holistik kehamilan Tujuan Strategi Sumber Belajar Hasil yang Diharapkan Waktu Tujuan Umum: setelah menjalankan prakti klinik smt 1 di Puskesmas……. selama 10 minggu, Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan Kebidanan fisiologis holistik kehamilan Tuhuan Khusus: 1. Dapat melakukan Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal Trimester I. 1. Pre conference 2. BST/ Round 3. Post Conference 4. Uji Stase 5. Seminar Kasus 6. dll 1. Ibu Hamiil fisiologis TS I, II, dan III 2. Sumber Buku Yang relevan 1. Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal/ fisiologis TS I, II dan III secara holistik dengan jumlah yang terdokumentasikan lengkap= 5, selebihnya terdokumentasi dalam logbook 2. Mahasiswa mampu melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal/fisiologis dengan terapi komplementer terdokumentasi lengkap 5 April s/d 26 juni 2021 186 | Praktik Kebidanan 2. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal Trimester II 3. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal Trimester III 4. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal dengan komplementer terapy sebanyak 2, asuhan lain terdokumentasi dalam log book Klaten, …..………………….2021 Mahasiswa, Ttd …………………………………….. Praktik Kebidanan | 187 Tempat Praktek : ……………………. Periode Praktek : 3-29 Januari 2022 Nama Mahasiswa : ……………………. NIM : ……………………… Topik : Asuhan Kebidanan Remaja, Pra konsepsi, Keluarga Berencana dan Komunitas Tujuan Strategi Sumber Belajar Hasil yang Diharapkan Waktu Tujuan Umum: Setelah menjalankan praktikum klinik smt I di Puskesmas …selama 4 minggu, saya mampu melaksanakan asuhan kebidanan komprehensif pada remaja, & dan kebidanan komunitas dengan menerapkan manajemen kebidanan. Tuhuan Khusus: 1. pre conferent, 2. Rounde 3. Bed Site Teaching 4. Post conferen 1.Remaja 2.Catin 3. PUS/WUS 4. Kelompok Klusus 5.Buku sumber sesuai Kasus 1. Melakukan pengkajian data subyektif dan obyektif pada Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas dengan pendekatan holistik. 2. Menginterpretasi data dasar dengan berpikir kritis pada Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas 3. Mengidentifikasi diagnosis/ masalah potensial dan antisipasi pada Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas 4. Mengidentifikasi tindakan segera (jika perlu) pada Remaja, Pra 3-29 Januari 2021 188 | Praktik Kebidanan melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada remaja, & pranikah, kontrasepsi &perencanaan kehamilan sehat dan kebidanan komunitas dengan target (5 Asuhan) konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas 5. Merumuskan perencanaan asuhan Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas 6. Melakukan implementasi asuhan Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas berdasarkan evidence based practice. 7. Melakukan evaluasi asuhan Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas dengan pendekatan holistik. 8. Melakukan pendokumentasian asuhan Remaja, Pra konsepsi dan keluarga berencana &Komunitas dengan model dokumentasi SOAP notes. Praktik Kebidanan | 189 Lampiran 3. Dukumentasi Pencapaian Asuhan Kebidanan Fisiologis Holistik Kehamilan* / Dukumentasi Pencapaian Asuhan Kebidanan Remaja, Pra Konsepsi, Keluarga Berencana Dan Komunitas* (LOGBOOK) Program Studi : Profesi Bidan Mata Kuliah : Praktik Kebidanan Fisiologis Holistik Kehamilan*/ Remaja, Pra Konsepsi, Keluarga Berencana dan Komunitas Kode Mata Kuliah : Beban SKS : 4 SKS Semester : II Tempat Praktek : Waktu/ Periode : Nama Peserta Didik : NIM : Kelas : Dosen Pembimbing Lahan : 190 | Praktik Kebidanan No Nama/ Umur/ GPA/Alamat Subjective Objective Analisis Planing TTD CI TTD pembimbing Praktik Kebidanan | 191 Lampiran 4 Cover Pengumpulan Tugas LOGO STAGE FISIOLOGIS HOLISTIK KEHAMILAN* Nama Mahasiswa Nim Ruang Tanggal Praktik Pembimbing Berkas Yang Dikumpulkan Hari Tanggal Penyerahan Penerima : : : : : : : : ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………… 192 | Praktik Kebidanan Lampiran 5 DAFTAR PRESENSI MAHASISWA NAMA : …………………………………………………………… NIM : …………………………………………………………… RUANGAN : …………………………………………………………… PUSKESMAS : …………………………………………………………… NO RUANGAN HARI/TGL DATANG PULANG PARAF MHS PARAF CI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Praktik Kebidanan | 193 Lampiran 6 LAPORAN KEGIATAN HARIAN NAMA : …………………………………………………………… NIM : …………………………………………………………… RUANGAN : …………………………………………………………… PUSKESMAS : …………………………………………………………… HARI/TGL : …………………………………………………………… NO PUKUL KEGIATAN TTD PEMBIMBING 1 2 3 4 6 7 8 194 | Praktik Kebidanan DAFTAR PUSTAKA

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...