A. KOMUNIKASI
Kata komunikasi bersasal dari bahasa latin Comminication yang berasal
dari kata lain Comminicatio yang bersumber dari kata Communis yang berarti
sama. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Komunikasi
dibuat untuk menyebarluaskan pesan kepada publik, mempengaruhi kalayak
dan menggambarkan Kebudayaan pada masyarakat. Hal ini membuat media
menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Untuk
memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi
melalui kegiatan Komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan
kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi
melalui aktivitas Komunikasi massa.
Penggunaan Komunikasi yang tepat saat bidan berinteraksi dengan tim
kesehatan lain akan memengaruhi hasil pelayanan kesehatan yang dilakukan
atau dalam praktik kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas
sangat dibutuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan
membina hubungan, baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang
diberi asuhan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga
ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berKomunikasi secara efektif dan
melakukan konseling yang baik kepada klien. Karena melalui Komunikasi
yang efektif serta konseling yang berhasil, kelangsungan dan kesinambungan
penggunaan jasa pelayanan bidan untuk kesehatan perempuan selama siklus
kehidupan akan tercapai.
B. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Ada pengertian tentang komunikasi yang disampaika oleh beberapa
pakar yaitu :
1. Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara
si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku
(Purwoastuti E, Walyani ES, 2015)
2. Shannon dan weaver : Komunikasi adalah bentuk interaksi yang saling
memengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas
pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam
hal ekpresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.
3. Komunikasi adalah proses interaksi interaksi antar pribadi manusia atau
144 | Komunikasi
proses penyampaian informasi dengan menggunakan bentuk verbal
ataupun non verbal untuk mencapa tujuan tertentu (Wulandari D, 2009).
4. Raymon S.Ross: Komunikasi adalah sesuatu proses menyortir, memilih
dan mengirimkan symbol-simbol sedemikain rupa sehingga membantu
pendengar untuk membanagkitkan makna atau respons dari pikirannya
yang sama dengan yang dimaksudkan komunikator.
5. Komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan dalam bentuk
lambang, simbol bahasa atau gerak untuk mempengaruhi perilaku
orang lain (Notoatmojo S :2003).
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, secara garis besar dapat
disimpilkan bahwa komunikasi adalah penyaampaian informasi dari
seseorang kepada orang lain bias secara tertulis, lisan, simbol – simbol
maupun isyarat – isyarat yang menibuklan respon timbale baik untuk
mengubah atau membentuk prilaku orang lain (pola, sikap, pandangan dan
pemahaman).
C. TUJUAN KOMUNIKASI
Tujuan berkomunikasi untuk mengubah sikap, pendapat, perilaku, dan
sosial. Komunikasi dapat merubah seikap, pendapat, prilaku seseorang
sesuai dengan informai yang disampaikan oleh pemeberi informasi.
Komunikasi juga untuk memudahkan dan melancarkan, melaksanakan
kegiatan tertentu dalam mencapai tujuan.
1. Tujuan Kognitif ; Yaitu dengan memberikan informasi, menimbulkan
pengetahuan dan menambah wawasan. Contoh : Seorang bidan
memberikan informasi tentang kebutuhan Tablet FE selama hamil.
Klien yang seblum ya belum mengetahui dan menjadi tahu dengan
informasi yang diberikan oleh bidan.
2. Tujuan efektif; yaitu dengan menumbuhkan perasaan tertentu,
menyampaikan pikiran, ide dan pendapat. Contoh : Seorang ibu hamil
merasa tidak percaya jika hasil pemeriksaan Hb darahnya rendah dan di
katagorikan anemia setelah bidan menjelaskan dan member tahu cara
mengatasinya klien merasa tenang dan akan berusaha untuk
melaksanakan arahan bidan agar HB nya naik.
Komunikasi | 145
3. Tujuan Konatif atau psikomotorik ; yaitu dengan mengubah sikap,
prilaku dan perbuatan. Contoh : Seorang bidan mengajarkan cara
perawatan payudara pada sekelompok ibu hamil dan mengajarkan cara
nya. Klien melaksanakan dan menuruti apa yang disampaikan oleh
bidan dan merasakan manfaatnya.
D. UNSUR - UNSUR KOMUNIKASI
Setelah memahami tujuan dan fungsi komunikasi, maka penting juga
harus memahami tentang unsur-unsur dari komuikasi.
Unsur- unsure dalam
komunikasi sebagai berikut :
1. Sumber
Pihak
yang mengawali Komunikasi untuk mengirim pesan
disebutsender dan ia menjadi sumber pesan ( source ). Pengirim yang
dimaksud disini adalah orang yang masuk ke dalam hubungan, baik
interpersonal dengan diri sendiri, interpersonal dengan orang lain dalam
kelompok kecil atau dalam kelompok besar. Pengirim pesan akan
menyampaikan Stimulus berupa id eke dalam bentuk yang dapat
diterima oleh orang lain atau penerima pesan secara tepat. Sumber
komunikasi ini berasal dari orang/perorangan, lembaga, media cetak,
data-data, lietarur,internet, dan lain sebagainya.
2. Komunikator
Komunikator adalah pelaku yang menyampaikan atau meneruskan pesan
kepada individu, Komunikator ini bisa berupa individu, namun dapat
juga berupa kelompok, organisasi atau institusi. Setiap orang maupun
kelompok dapat menyampaiak pesan – pesan komunikasi itu sebagai
proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan sebaliknya
komunikan dapat menjadi komunikator.
3. Pesan
Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada
penerima. Agar dapat diterima dengan baik pesan hendaknya
dirumuskan dalam bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan
berdasarkan keadaan penerima, hubungan pengirim dan penerima, dan
situasi waktu Komunikasi dilakukan. Pesan yang efektif adalah pesan
yang jelas dan teroganisasi serta diekspresikan oleh pengirim pesan.
146 | Komunikasi
4. Saluran (Chanel)
Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari
sumber kepada penerima pesan. Setelah dikemas pesan dapat
disampaikan melalui saluran ( chanel ) atau media.
Media dapat berupa
lisan ( oral ), tertulis atau elektronik.
1. Media lisan
Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan
(oral ), baik melalui telepon atau saluran yang lainnya kepada
perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, atau masa.
Keuntungan dari penyampaian pesan secara lisan ini adalah si
penerima pesan mendengar secara langsung tanggapan atau
pertanyaan, memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerakgerik tubuh atau raut wajah, dan dapat dilakukan dengan cepat.
2. Media tertulis
Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, hand- out,
gambar dll.keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan
informasi tetap utuh tidak dapat berkurang atau tambah seperti
informasi lisan, memberi waktu untuk dipelajari isinya, cara
penyusunannya dan rumusan kata- katanya.
3. Media Elektronik
Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi.
Keuntungannya adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan.
Penggunaan media dalam penyampaian pesan tentunya dapat
mengalami gangguan atau masalah sehingga dapat menghambat
Komunikasi. Gangguan itu dapat berupa hal- hal yang dapat
menggangu panca indera seperti suara terlalu keras atau lemah, udara
panas, faktor pribadi seperti prasangka, persaan tidak cakap dll.
Kelemahan sering timbul gangguan, biaya pemasangan elatif mahal,
tidak menggambarkan suatu unsure, penyajian terikat pada jadwal
dan kecapatan penyampaian informasi sudah tidak dapat dirubah.
5. Pihak Penerima Pesan
Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi sasaran
pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima biasa disebut juga dengan
khalayak, sasaran, komunikan, atau audi- ence/receiver. Penerima
Komunikasi | 147
pesan adalah elemen penting karena menjadi sasaran dalam Komunikasi.
Apabila pesan tidak diterima dengan baik oleh penerima pesan maka
dapat mengakibatkan berbagai masalah yang seringkali menuntut
perubahan, entah pada sumber pesan atau saluran. Penerima pesan ini
bisa perorangan, atau suatu kelompok, organisasi atau negara.
6. Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang
diterima dari pengirim. Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa umpan
balik terjadi sebagai akibat pengaruh yang berasal dari penerima. Umpan
balik ini dapat berupa umpan balik positif atau negatif. Umpan balik
positif bila tanggapan penerima menunjukkan kesediaan menerima atau
mengerti pesan dengan baik, serta memberi tanggapan sesuai yang
diinginkan pengirim. Umpan balik positif ini bisa membuat Komunikasi
tetap berlanjut, urusan balik positif ini bisa membuat komunikasi tetap
berlanjut, urusan selesai dan hubungan tetap baik. Umpan balik negatif
adalah umpan balik yang menunjukkan penerima pesan tidak dapat
menerima dengan baik pesan yang diterimanya. Umpan balik negatif
dapat benar atau salah. Benar jika cara penyampaiannya dilakukan
dengan benar, serta penafsiran pesan juga benar. Salah jika isi dan cara
penyampaian pesan dilakukan secara benar tetapi penafsiran penerima
yang salah.
E. KOMPONEN KOMUNIKASI
Komponen komuniksi adalah hal – hal yang harus ada agar komunikasi
bisa berlangsung dengan baik.
Komponen komunikasi tersebut adalah :
1. Pengirim atau komunikator (source) adalah pihak yang mengirimkan
pesan kepada pihak lain.
2. Pesan (Message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu
pihak kepada pihak lain.
3. Saluran (Channel) adalah media dimana pesan disampiakan kepada
komunikan. Dalam komunikasi antar pribadi (tatap muka) saluran dapat
berupa udara yang mengalirkan getaran nada/ udara.
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan
dari pihak lain.
148 | Komunikasi
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi
yang disampaikan.
F. PROSES KOMUNIKASI
Proses komunikasi adalah berlangsungnya penyampaian ide, informasi,
opini, kepercayaan, perasaan dan sebagainya oleh komunikator kepada
komunkan dengan mengunakan lambing, misalnya bahasa, gambar, warna
dan sebaginya yang merupakan isyarat.
1. Perspektif psikologis
Ketika komunikator berniat akan menyampaikan pesan, dalam dirinya
akan terjadi proses encoding ( proses mengemas dan membungkus
pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator ), hasil encoding
berupa pesan itu kemudian ditransmisikan kepada komunikan. Kemudian
komunikan terlibat dalam proses Komunikasi intrapesonal. Proses dalam
diri komunikan ini disebut decoding ( seolah- olah membuka kemasan
atau bungkus pesan yang diterima dari komunikator ).
2. Perspektif Mekanis
Ini berlangsung saat komunikator mentransfer dengan bibir atau tangan,
pesan sampai tertangkap komunikan. Ini dapat dilakukan dengan indera
telinga atau indera lainnya. Proses Komunikasi ini bersifat kompleks
karena bergantung situasi.
3. Perspektif Interaksional ;
dalam persepktif ini menyatakan bahwa
dalam diri setiap manusia terdapat esensi kebudayaan, rasa ingin saling
berhubungan dan bermasyarakat.
4. Perspektif prakmatis;
perspektif ini menjelaskan bahwa proses
komunikasi merupakan sebuah pola interaksi yang dapat dipengaruhi
oleh perubahan, artinya sebuah proses komunikasi untuk setiap sistem
sosial tidak sama.
G. BENTUK - BENTUK KOMUNIKASI
Bentuk komunikasi agar lebih memahami bagaimanakan proses
komunikasi berjalan, maka petugas kebidanan harus memahami berbagai
jenis komunikasi yang sering kali dipraktikkan . sebelum mengeatahui
Komunikasi | 149
berbagai jenis komunikasi, perlu diketahui beragam bentuk komunikasi
selama ini sudah berjalan.
Berdasarkan bentuknya komunikasi di bagi
menjadi 3 katagori :
1. Komunikasi Kelompok
Komunikasi kelompok ialah: interaksi tatap muka antara tiga orang atau
lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang mana
anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara
tepat. Komunikasi kelompok atau group communi- cation adalah
Komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan
sekelompok orang jumlahnya lebih dari dua orang. Sekelompok orang
yang menjadi komunikan bisa sedikit atau banyak. Jika komunikan dalam
kelompok kecil maka disebut Komunikasi kelompok kecil (small group
communication ), dan jika jumlahnya banyak maka disebut Komunikasi
kelompok besar ( large group communication ). Secara teoritis dalam
ilmu Komunikasi yang membedakan kelompok kecil atau besar bukan
dari jumlahnya secara matematis tetapi berdasarkan kualitas proses
Komunikasi.
2. Komunikasi Antarpersonal
Komunikasi antar personal sering disebut juga sebagai komunikasi
interpersonal. Komunikasi antar personal adalah proses komunikasi yang
terjadi antar komunikator dengan komunikan secara lansgung, proses
komunikasi bisa terjadi dalam bentuk tatap muka langsung maupun tidak
langsung. Bentu komunikasi antarpersonal ini merupakan bentuk
komunikasi yang lebih efektif karena kedua belah pihak, baik
komunikator maupun komunikan bisa menyampaikan komunikasinya
secara tepat dan efisien.
3. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa ialah suatu proses dimana suatu organisasi
memproduksi dan menyebarkan pesan kepada public secara luas, atau
suatu proses Komunikasi dimana pesan dari media dicari digunakan dan
dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu, Komunikasi massa
mempunyai karekteristik utama yaitu MEDIA MASSA sebagai alat
penyebaran pesannya. Komunikasi massa ialah Komunikasi melalui
media masa modern yang meliputi surat kabar, siaran radio dan televisi.
Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan, dan sikap kepada
150 | Komunikasi
komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan
media melakukan. Komunikasi massa ini lebih sukar dibanding
Komunikasi antar pribadi. Fungsi Komunikasi Massa itu sendiri ialah:
Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data,
fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui
keadaan yang terjadi diluar dirinya.
Bentuk – bentuk komunikasi massa:
a. Pers Cetak,
bentuk yang satu ini memiliki cirri yang khas disbanding
media masaa lainnya. Walaupun berbentuk tulisan, namun bersifat
aktif.
b. Radio;
merupakan media massa lektronik yang bersifat audio
(didengar).
c. Televisi,
media ini merupakan berbentuk komunikasi massa yang
paling popular. Televise memiliki kelebihan dari media massa
lainnya yaitu bersifat audio visual (didengar dan dilihat), sehingga
pengaruh yang disebarkan semakin besar pula serta lebih efektif.
d. Internet ,
merupakan media massa baru dimana masyarakat dapat
memiliki sesuka hati informasi yang mereka sukai. Internet
merupakan media massa,meskipun bersifat interaktif.
4. Komunikasi Interpersonal (Diri Sendiri)
Komunikasi personal adalah komunikasi seputar diri seseorang, baik
dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan.
Terjadi proses komunikasi disini karena adanya seseorang yang member
atri terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya.
Okbej dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam,
peristiwa, pengalaman baik yang terjadi dalam diri individu maupun luar
individu. Objek yang diamati mengalami proses pengembangan dalam
pikiran manusia setelah mendapat rangsangan dari pancaindra yang
dimilikinya. Hasil kerja darri proses pikiran telah dievaluasi pada
gilirannya akan membri pengaruh pada pengetahuan, sikap dan prilaku
seseorang.
Komunikasi | 151
H. JENIS KOMUNIKASI
Menurut penyampaiannya, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
1. Komunikasi Lisan
Komunikasi ini terjadi secara langsung, serta tidak dibatasi oleh jarak.
Artinya komunikasi jenis ini dilakukan anatar komunikator atau
komunikan secara bertatap muka.
2. Komunikasi Tertulis
Komunikasi ini dilakukan dalam media tulisan. Jenis komunikasi ini bisa
berupa :
a. Surat, digunakan untuk menyamaikan suatu berita yang singkat, jelas,
dan memnag sengaja ditulis dengan maksud tertentu.
b. Naskah, biasanya digunakan untuk mengirim berita yang sifatnya
rumit dan kompleks.
c. Gambar dan foto, jenis komunikasi ini biasanya dipakai karena hal
yang ingin disampaikan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau
kalimat.
d. Spanduk, jenis komunikasi ini yang biasanya digunakan untuk
meyampaikan sebuah informasi untuk menyampaikan sebuah
informasi massa yang sasarannya umat publik.
3. Komunikasi Verbal
Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam praktik kebidanan
adalah berupa pertukaran informasi secara verbal yang lebih dikenal
dengan komunikasi verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang
menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya yang terdiri dari
kumpulan symbol ide yang digunakan, dipahami atau, diekspresikan oleh
komunitasnya.
4. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi yang menggunakan pesan –pesan non verbal. Cara
berkomunikasi non verbal ini yaitu tanpa menggunakan kata kata atau
mengeluarkan kata kata , melainkan dari cara atau tindakan orang yang
memakai komunikasi non verbal ini.
Contoh: Ekspresi wajah , ekspresi
wajah merupakan bagian penting dari komunikasi non verbal . karena
apa? Dari eskpresi wajah saja seseorang bisa menyampaikan sebuah
informasi dengan jelas.
Contohnya ;ekpresi wajah yang takut menandakan
seseorang itu sednag takut.
152 | Komunikasi
I. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI
Proses Komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut :
1. Perkembangan
Agar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang, bidan harus
mengerti pengaruh perkembangan usia, baik dari sisi bahasa maupun
proses berpikir orang tersebut. Cara berkomunikasi anak usia remaja
berbeda dengan anak usia balita. Kepada remaja, Anda mungkin perlu
belajar bahasa “ gaul “ mereka sehingga remaja yang kita ajak bicara
akan merasa kita mengerti mereka dan Komunikasi diharapkan akan
lancar. Ini pentinnya seorang bidan harus memahami perkembangan
bahasa dan proses berfikir yang mempegaruhi cara dan sikap
seseoarang dalam komunikasi.
2. Persepsi
Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian
atau peristiwa. Persepsi ini dibentuk oleh pengharapan atau pengalaman.
Perbedaan persepsi dapat mengakibatkan terhambatnya Komunikasi.
Misalnya, kata “ beton “ akan menimbulkan perbedaan persepsi antara
ahli bangunan dengan orang awam. Perbedaan persepsi dapat
menghambat proses Komunikasi.
3. Nilai
Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi
bidan untuk menyadari nilai seseorang. Bidan perlu berusaha untuk
mengetahui dan mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan
dan interaksi yang tepat dengan klien. Dalam hubungan profesional,
bidan diharapkan tidak terpengaruh oleh nilai pribadi. Perbedaan nilai
tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut, misalnya klien memandang
abortus tidak sebagai perbuatan dosa, sementara bidan memandang
abortus sebagai tindakan dosa. Hal ini dapat menyebabkan konflik antara
bidan dengan klien.
4. Latar Belakang Sosial Budaya
Bahasa dan gaya Komunikasi
akan sangat dipengaruhi oleh faktor- faktor
budaya. Budaya juga akan membatasi cara bertindak dan berKomunikasi.
Seorang remaja putri yang berasal dari daerah lain ingin membeli
makanan khas di suatu daerah. Pada saat membeli makanan tersebut,
remaja ini tiba- tiba menjadi pucat ketakutan karena penjual menanyakan
Komunikasi | 153
padanya berapa banyak cabai merah yang dibutuhkan untuk campuran
makanan yang akan dibeli. Apa yang terjadi ? remaja tersebut merasa
dimarahi oleh penjual karena cara menanyakan cabai itu seperti
membentak, padahal penjual merasa tidak memarahi remaja tersebut. Hal
ini dikarenakan budaya dan logat bicara penjual yang memang keras dan
tegas sehingga terkesan seperti marah bagi orang dengan latar budaya
yang berbeda.
5. Emosi
Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Emosi
seperti marah, sedih, senang akan dapat mempengaruhi bidan dalam
berKomunikasi dengan orang lain. Bidan perlu mengkaji emosi klien
dengan tepat. Selain itu, bidan juga perlu mengevaluasi emosi yang ada
dirinya agar dalam melakukan asuhan kebidanan tidak terpengaruh oleh
emosi bawah sadarnya.
6. Jenis Kelamin
Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda. Ada
yang menyebutkan bahwa wanita dan laki- laki mempunyai perbedaan
gaya Komunikasi. Dari usia tiga tahun, wanita bermain dengan teman
baiknya atau dalam group kecil, menggunakan bahasa untuk mencari
kejelasan dan meminimalkan perbedaan, serta membangun dan
mendukung keintiman. Laki- laki di lain pihak, menggunakan bahasa
untuk mendapatkan kemandirian aktivitas dalam grup yang lebih besar,
dan jika ingin berteman, mereka melakukannya dengan bermain.
7. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan mempengaruhi Komunikasi.
Seseorang yang
tingkat pengetahuannya rendah akan sulit merespons pertanyaan yang
mengandung bahasa verbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih
tinggi. Bidan perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien sehingga dapat
berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberi asuhan yang tepat
kepada klien.
8. Peran Dan Hubungan
Gaya dan Komunikasi
sesuai dengan peran dan hubungan antarorang
yang berKomunikasi. Cara Komunikasi seorang bidan dengan kolganya,
dengan cara Komunikasi seorang bidan pada klien akan berbeda,
tergantung peran. Demikian juga antara orang tua dan anak.
154 | Komunikasi
9. Lingkungan
Jarak
dapat mempengaruhi komunukasi. Jarak tertentu akan memberi
rasa aman dan kontrol. Misalnya, individu yang merasa terancam ketika
seseorang tidak dikenal tiba- tiba berada pada jarak yang sangat dekat
dengan dirinya. Hal ini juga yang dialami oleh klien pada saat pertama
kali berinterkasi dengan bidan. Untuk itu, bidan perlu memperhitungkan
jarak yang tepat pada saat melakukan hubungan dengan klien.
10. Citra Diri
Manusia
mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial,
kelebihan dan kekurangannya. Citra diri terungkap dalam Komunikasi.
11. Kondisi Fisik
Kondisi fisik mempunyai pengaruh terhadap Komunikasi. Artinya, indra
pembicaraan mempunyai andil terhadap kelancaran dalam
berkomunikasi.
12. Sikap
Sikap yang baik dan tepat diperlukan dalam menunjang proses
Komunikasi, misalnya kontak mata yang wajar, posisi berhadapan,
anggukan kepala, sikap terbuka dengan tidak melipat tangan dan kaki dan
menyikapi apapunyang di sampaikan klien dengan tepat sehingga tidak
menimbulkan persipsi yang salah.
13. Kecakapan Selain faktor-faktor diatas ,
faktor kecakapan berKomunikasi baik dari
pengirim pesan dan juga penerima pesan akan memperngaruhi proses
Komunikasi, misalnya; kehangatan, rasa percaya diri, rendah hati,
mampu menjadi pendengar yang baik, ekspresi wajah yang mendukung,
pengetahuan juga sistem sosial. Begitu juga bagaimana tehnik juga gaya
dalam mengatasi hambatan Komunikasi. Semakin cakap seseorang
berkomunikasi semakin mudah berKomunikasi dan mencapai tujuan
yang diinginkan.
No comments:
Post a Comment