Wednesday, March 11, 2026

KETERAMPILAN KLINIK PRAKTIK KEBIDANAN - BAB 9 KOMUNIKASI

KOMUNIKASI - Siti Rohani.,SST.M.Kes


A. KOMUNIKASI 

Kata komunikasi bersasal dari bahasa latin Comminication yang berasal dari kata lain Comminicatio yang bersumber dari kata Communis yang berarti sama. Komunikasi merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Komunikasi dibuat untuk menyebarluaskan pesan kepada publik, mempengaruhi kalayak dan menggambarkan Kebudayaan pada masyarakat. Hal ini membuat media menjadi bagian dari salah satu institusi yang kuat di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan berinteraksi yang bersifat antarpribadi, dipenuhi melalui kegiatan Komunikasi interpersonal atau antarpribadi. Sedangkan kebutuhan untuk berkomunikasi secara publik dengan orang banyak, dipenuhi melalui aktivitas Komunikasi massa. Penggunaan Komunikasi yang tepat saat bidan berinteraksi dengan tim kesehatan lain akan memengaruhi hasil pelayanan kesehatan yang dilakukan atau dalam praktik kebidanan, pemberian asuhan kebidanan yang berkualitas sangat dibutuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara bidan membina hubungan, baik sesama rekan sejawat ataupun dengan orang yang diberi asuhan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga ditentukan oleh keterampilan bidan untuk berKomunikasi secara efektif dan melakukan konseling yang baik kepada klien. Karena melalui Komunikasi yang efektif serta konseling yang berhasil, kelangsungan dan kesinambungan penggunaan jasa pelayanan bidan untuk kesehatan perempuan selama siklus kehidupan akan tercapai. 


B. PENGERTIAN KOMUNIKASI 

Ada pengertian tentang komunikasi yang disampaika oleh beberapa pakar yaitu : 1. Komunikasi adalah pertukaran pesan verbal maupun nonverbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku (Purwoastuti E, Walyani ES, 2015) 2. Shannon dan weaver : Komunikasi adalah bentuk interaksi yang saling memengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekpresi muka, lukisan, seni, dan teknologi. 3. Komunikasi adalah proses interaksi interaksi antar pribadi manusia atau 144 | Komunikasi proses penyampaian informasi dengan menggunakan bentuk verbal ataupun non verbal untuk mencapa tujuan tertentu (Wulandari D, 2009). 4. Raymon S.Ross: Komunikasi adalah sesuatu proses menyortir, memilih dan mengirimkan symbol-simbol sedemikain rupa sehingga membantu pendengar untuk membanagkitkan makna atau respons dari pikirannya yang sama dengan yang dimaksudkan komunikator. 5. Komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan dalam bentuk lambang, simbol bahasa atau gerak untuk mempengaruhi perilaku orang lain (Notoatmojo S :2003). Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, secara garis besar dapat disimpilkan bahwa komunikasi adalah penyaampaian informasi dari seseorang kepada orang lain bias secara tertulis, lisan, simbol – simbol maupun isyarat – isyarat yang menibuklan respon timbale baik untuk mengubah atau membentuk prilaku orang lain (pola, sikap, pandangan dan pemahaman). 


C. TUJUAN KOMUNIKASI 

Tujuan berkomunikasi untuk mengubah sikap, pendapat, perilaku, dan sosial. Komunikasi dapat merubah seikap, pendapat, prilaku seseorang sesuai dengan informai yang disampaikan oleh pemeberi informasi. Komunikasi juga untuk memudahkan dan melancarkan, melaksanakan kegiatan tertentu dalam mencapai tujuan. 1. Tujuan Kognitif ; Yaitu dengan memberikan informasi, menimbulkan pengetahuan dan menambah wawasan. Contoh : Seorang bidan memberikan informasi tentang kebutuhan Tablet FE selama hamil. Klien yang seblum ya belum mengetahui dan menjadi tahu dengan informasi yang diberikan oleh bidan. 2. Tujuan efektif; yaitu dengan menumbuhkan perasaan tertentu, menyampaikan pikiran, ide dan pendapat. Contoh : Seorang ibu hamil merasa tidak percaya jika hasil pemeriksaan Hb darahnya rendah dan di katagorikan anemia setelah bidan menjelaskan dan member tahu cara mengatasinya klien merasa tenang dan akan berusaha untuk melaksanakan arahan bidan agar HB nya naik. Komunikasi | 145 3. Tujuan Konatif atau psikomotorik ; yaitu dengan mengubah sikap, prilaku dan perbuatan. Contoh : Seorang bidan mengajarkan cara perawatan payudara pada sekelompok ibu hamil dan mengajarkan cara nya. Klien melaksanakan dan menuruti apa yang disampaikan oleh bidan dan merasakan manfaatnya. 


D. UNSUR - UNSUR KOMUNIKASI 

Setelah memahami tujuan dan fungsi komunikasi, maka penting juga harus memahami tentang unsur-unsur dari komuikasi. 

Unsur- unsure dalam komunikasi sebagai berikut : 

1. Sumber Pihak 
yang mengawali Komunikasi untuk mengirim pesan disebutsender dan ia menjadi sumber pesan ( source ). Pengirim yang dimaksud disini adalah orang yang masuk ke dalam hubungan, baik interpersonal dengan diri sendiri, interpersonal dengan orang lain dalam kelompok kecil atau dalam kelompok besar. Pengirim pesan akan menyampaikan Stimulus berupa id eke dalam bentuk yang dapat diterima oleh orang lain atau penerima pesan secara tepat. Sumber komunikasi ini berasal dari orang/perorangan, lembaga, media cetak, data-data, lietarur,internet, dan lain sebagainya. 

2. Komunikator 
Komunikator adalah pelaku yang menyampaikan atau meneruskan pesan kepada individu, Komunikator ini bisa berupa individu, namun dapat juga berupa kelompok, organisasi atau institusi. Setiap orang maupun kelompok dapat menyampaiak pesan – pesan komunikasi itu sebagai proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan dan sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator. 

3. Pesan 
Pesan yang dimaksud adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Agar dapat diterima dengan baik pesan hendaknya dirumuskan dalam bentuk yang tepat, disesuaikan, dipertimbangkan berdasarkan keadaan penerima, hubungan pengirim dan penerima, dan situasi waktu Komunikasi dilakukan. Pesan yang efektif adalah pesan yang jelas dan teroganisasi serta diekspresikan oleh pengirim pesan. 146 | Komunikasi 

4. Saluran (Chanel) 
Media merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima pesan. Setelah dikemas pesan dapat disampaikan melalui saluran ( chanel ) atau media. 
Media dapat berupa lisan ( oral ), tertulis atau elektronik. 
1. Media lisan Dapat dilakukan dengan menyampaikan sendiri pesan secara lisan (oral ), baik melalui telepon atau saluran yang lainnya kepada perorangan, kelompok kecil, kelompok besar, atau masa. Keuntungan dari penyampaian pesan secara lisan ini adalah si penerima pesan mendengar secara langsung tanggapan atau pertanyaan, memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerakgerik tubuh atau raut wajah, dan dapat dilakukan dengan cepat. 
2. Media tertulis Pesan disampaikan secara tertulis melalui surat, memo, hand- out, gambar dll.keuntungannya adalah ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh tidak dapat berkurang atau tambah seperti informasi lisan, memberi waktu untuk dipelajari isinya, cara penyusunannya dan rumusan kata- katanya. 
3. Media Elektronik Disampaikan melalui faksimili, email, radio, televisi. Keuntungannya adalah prosesnya cepat, data bisa disimpan. Penggunaan media dalam penyampaian pesan tentunya dapat mengalami gangguan atau masalah sehingga dapat menghambat Komunikasi. Gangguan itu dapat berupa hal- hal yang dapat menggangu panca indera seperti suara terlalu keras atau lemah, udara panas, faktor pribadi seperti prasangka, persaan tidak cakap dll. Kelemahan sering timbul gangguan, biaya pemasangan elatif mahal, tidak menggambarkan suatu unsure, penyajian terikat pada jadwal dan kecapatan penyampaian informasi sudah tidak dapat dirubah. 

5. Pihak Penerima Pesan 
Penerima pesan adalah pihak yang menerima pesan atau menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima biasa disebut juga dengan khalayak, sasaran, komunikan, atau audi- ence/receiver. Penerima Komunikasi | 147 pesan adalah elemen penting karena menjadi sasaran dalam Komunikasi. Apabila pesan tidak diterima dengan baik oleh penerima pesan maka dapat mengakibatkan berbagai masalah yang seringkali menuntut perubahan, entah pada sumber pesan atau saluran. Penerima pesan ini bisa perorangan, atau suatu kelompok, organisasi atau negara. 

6. Umpan Balik (Feedback) 
Umpan balik merupakan tanggapan penerima terhadap pesan yang diterima dari pengirim. Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa umpan balik terjadi sebagai akibat pengaruh yang berasal dari penerima. Umpan balik ini dapat berupa umpan balik positif atau negatif. Umpan balik positif bila tanggapan penerima menunjukkan kesediaan menerima atau mengerti pesan dengan baik, serta memberi tanggapan sesuai yang diinginkan pengirim. Umpan balik positif ini bisa membuat Komunikasi tetap berlanjut, urusan balik positif ini bisa membuat komunikasi tetap berlanjut, urusan selesai dan hubungan tetap baik. Umpan balik negatif adalah umpan balik yang menunjukkan penerima pesan tidak dapat menerima dengan baik pesan yang diterimanya. Umpan balik negatif dapat benar atau salah. Benar jika cara penyampaiannya dilakukan dengan benar, serta penafsiran pesan juga benar. Salah jika isi dan cara penyampaian pesan dilakukan secara benar tetapi penafsiran penerima yang salah. 


E. KOMPONEN KOMUNIKASI 

Komponen komuniksi adalah hal – hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. 
Komponen komunikasi tersebut adalah : 
1. Pengirim atau komunikator (source) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain. 
2. Pesan (Message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain. 
3. Saluran (Channel) adalah media dimana pesan disampiakan kepada komunikan. Dalam komunikasi antar pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/ udara. 
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain. 148 | Komunikasi 
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi yang disampaikan. 


F. PROSES KOMUNIKASI 

Proses komunikasi adalah berlangsungnya penyampaian ide, informasi, opini, kepercayaan, perasaan dan sebagainya oleh komunikator kepada komunkan dengan mengunakan lambing, misalnya bahasa, gambar, warna dan sebaginya yang merupakan isyarat. 

1. Perspektif psikologis 
Ketika komunikator berniat akan menyampaikan pesan, dalam dirinya akan terjadi proses encoding ( proses mengemas dan membungkus pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator ), hasil encoding berupa pesan itu kemudian ditransmisikan kepada komunikan. Kemudian komunikan terlibat dalam proses Komunikasi intrapesonal. Proses dalam diri komunikan ini disebut decoding ( seolah- olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang diterima dari komunikator ). 

2. Perspektif Mekanis 
Ini berlangsung saat komunikator mentransfer dengan bibir atau tangan, pesan sampai tertangkap komunikan. Ini dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera lainnya. Proses Komunikasi ini bersifat kompleks karena bergantung situasi. 

3. Perspektif Interaksional ; 
dalam persepktif ini menyatakan bahwa dalam diri setiap manusia terdapat esensi kebudayaan, rasa ingin saling berhubungan dan bermasyarakat. 

4. Perspektif prakmatis; 
perspektif ini menjelaskan bahwa proses komunikasi merupakan sebuah pola interaksi yang dapat dipengaruhi oleh perubahan, artinya sebuah proses komunikasi untuk setiap sistem sosial tidak sama. 


G. BENTUK - BENTUK KOMUNIKASI 

Bentuk komunikasi agar lebih memahami bagaimanakan proses komunikasi berjalan, maka petugas kebidanan harus memahami berbagai jenis komunikasi yang sering kali dipraktikkan . sebelum mengeatahui Komunikasi | 149 berbagai jenis komunikasi, perlu diketahui beragam bentuk komunikasi selama ini sudah berjalan. 

Berdasarkan bentuknya komunikasi di bagi menjadi 3 katagori : 

1. Komunikasi Kelompok 
Komunikasi kelompok ialah: interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang mana anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara tepat. Komunikasi kelompok atau group communi- cation adalah Komunikasi yang berlangsung antara seorang komunikator dengan sekelompok orang jumlahnya lebih dari dua orang. Sekelompok orang yang menjadi komunikan bisa sedikit atau banyak. Jika komunikan dalam kelompok kecil maka disebut Komunikasi kelompok kecil (small group communication ), dan jika jumlahnya banyak maka disebut Komunikasi kelompok besar ( large group communication ). Secara teoritis dalam ilmu Komunikasi yang membedakan kelompok kecil atau besar bukan dari jumlahnya secara matematis tetapi berdasarkan kualitas proses Komunikasi. 

2. Komunikasi Antarpersonal 
Komunikasi antar personal sering disebut juga sebagai komunikasi interpersonal. Komunikasi antar personal adalah proses komunikasi yang terjadi antar komunikator dengan komunikan secara lansgung, proses komunikasi bisa terjadi dalam bentuk tatap muka langsung maupun tidak langsung. Bentu komunikasi antarpersonal ini merupakan bentuk komunikasi yang lebih efektif karena kedua belah pihak, baik komunikator maupun komunikan bisa menyampaikan komunikasinya secara tepat dan efisien. 

3. Komunikasi Massa 
Komunikasi Massa ialah suatu proses dimana suatu organisasi memproduksi dan menyebarkan pesan kepada public secara luas, atau suatu proses Komunikasi dimana pesan dari media dicari digunakan dan dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu, Komunikasi massa mempunyai karekteristik utama yaitu MEDIA MASSA sebagai alat penyebaran pesannya. Komunikasi massa ialah Komunikasi melalui media masa modern yang meliputi surat kabar, siaran radio dan televisi. Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan, dan sikap kepada 150 | Komunikasi komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan media melakukan. Komunikasi massa ini lebih sukar dibanding Komunikasi antar pribadi. Fungsi Komunikasi Massa itu sendiri ialah: Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya. 

Bentuk – bentuk komunikasi massa: 
a. Pers Cetak, 
bentuk yang satu ini memiliki cirri yang khas disbanding media masaa lainnya. Walaupun berbentuk tulisan, namun bersifat aktif. 
b. Radio; 
merupakan media massa lektronik yang bersifat audio (didengar). 
c. Televisi, 
media ini merupakan berbentuk komunikasi massa yang paling popular. Televise memiliki kelebihan dari media massa lainnya yaitu bersifat audio visual (didengar dan dilihat), sehingga pengaruh yang disebarkan semakin besar pula serta lebih efektif. 
d. Internet , 
merupakan media massa baru dimana masyarakat dapat memiliki sesuka hati informasi yang mereka sukai. Internet merupakan media massa,meskipun bersifat interaktif. 

4. Komunikasi Interpersonal (Diri Sendiri) 
Komunikasi personal adalah komunikasi seputar diri seseorang, baik dalam fungsinya sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Terjadi proses komunikasi disini karena adanya seseorang yang member atri terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya. Okbej dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda, kejadian alam, peristiwa, pengalaman baik yang terjadi dalam diri individu maupun luar individu. Objek yang diamati mengalami proses pengembangan dalam pikiran manusia setelah mendapat rangsangan dari pancaindra yang dimilikinya. Hasil kerja darri proses pikiran telah dievaluasi pada gilirannya akan membri pengaruh pada pengetahuan, sikap dan prilaku seseorang. Komunikasi | 151 


H. JENIS KOMUNIKASI 

Menurut penyampaiannya, komunikasi dapat dibedakan menjadi : 
1. Komunikasi Lisan Komunikasi ini terjadi secara langsung, serta tidak dibatasi oleh jarak. Artinya komunikasi jenis ini dilakukan anatar komunikator atau komunikan secara bertatap muka. 
2. Komunikasi Tertulis Komunikasi ini dilakukan dalam media tulisan. Jenis komunikasi ini bisa berupa : 
a. Surat, digunakan untuk menyamaikan suatu berita yang singkat, jelas, dan memnag sengaja ditulis dengan maksud tertentu. 
b. Naskah, biasanya digunakan untuk mengirim berita yang sifatnya rumit dan kompleks. 
c. Gambar dan foto, jenis komunikasi ini biasanya dipakai karena hal yang ingin disampaikan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat. 
d. Spanduk, jenis komunikasi ini yang biasanya digunakan untuk meyampaikan sebuah informasi untuk menyampaikan sebuah informasi massa yang sasarannya umat publik. 

3. Komunikasi Verbal 
Jenis komunikasi yang paling lazim digunakan dalam praktik kebidanan adalah berupa pertukaran informasi secara verbal yang lebih dikenal dengan komunikasi verbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alat komunikasinya yang terdiri dari kumpulan symbol ide yang digunakan, dipahami atau, diekspresikan oleh komunitasnya. 

4. Komunikasi Non Verbal 
Komunikasi yang menggunakan pesan –pesan non verbal. Cara berkomunikasi non verbal ini yaitu tanpa menggunakan kata kata atau mengeluarkan kata kata , melainkan dari cara atau tindakan orang yang memakai komunikasi non verbal ini. 
Contoh: Ekspresi wajah , ekspresi wajah merupakan bagian penting dari komunikasi non verbal . karena apa? Dari eskpresi wajah saja seseorang bisa menyampaikan sebuah informasi dengan jelas. 
Contohnya ;ekpresi wajah yang takut menandakan seseorang itu sednag takut. 152 | Komunikasi 


I. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI 

Proses Komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut : 

1. Perkembangan 
Agar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang, bidan harus mengerti pengaruh perkembangan usia, baik dari sisi bahasa maupun proses berpikir orang tersebut. Cara berkomunikasi anak usia remaja berbeda dengan anak usia balita. Kepada remaja, Anda mungkin perlu belajar bahasa “ gaul “ mereka sehingga remaja yang kita ajak bicara akan merasa kita mengerti mereka dan Komunikasi diharapkan akan lancar. Ini pentinnya seorang bidan harus memahami perkembangan bahasa dan proses berfikir yang mempegaruhi cara dan sikap seseoarang dalam komunikasi. 

2. Persepsi 
Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Persepsi ini dibentuk oleh pengharapan atau pengalaman. Perbedaan persepsi dapat mengakibatkan terhambatnya Komunikasi. Misalnya, kata “ beton “ akan menimbulkan perbedaan persepsi antara ahli bangunan dengan orang awam. Perbedaan persepsi dapat menghambat proses Komunikasi. 

3. Nilai 
Nilai adalah standar yang mempengaruhi perilaku sehingga penting bagi bidan untuk menyadari nilai seseorang. Bidan perlu berusaha untuk mengetahui dan mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan klien. Dalam hubungan profesional, bidan diharapkan tidak terpengaruh oleh nilai pribadi. Perbedaan nilai tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut, misalnya klien memandang abortus tidak sebagai perbuatan dosa, sementara bidan memandang abortus sebagai tindakan dosa. Hal ini dapat menyebabkan konflik antara bidan dengan klien. 

4. Latar Belakang Sosial Budaya Bahasa dan gaya Komunikasi 
akan sangat dipengaruhi oleh faktor- faktor budaya. Budaya juga akan membatasi cara bertindak dan berKomunikasi. Seorang remaja putri yang berasal dari daerah lain ingin membeli makanan khas di suatu daerah. Pada saat membeli makanan tersebut, remaja ini tiba- tiba menjadi pucat ketakutan karena penjual menanyakan Komunikasi | 153 padanya berapa banyak cabai merah yang dibutuhkan untuk campuran makanan yang akan dibeli. Apa yang terjadi ? remaja tersebut merasa dimarahi oleh penjual karena cara menanyakan cabai itu seperti membentak, padahal penjual merasa tidak memarahi remaja tersebut. Hal ini dikarenakan budaya dan logat bicara penjual yang memang keras dan tegas sehingga terkesan seperti marah bagi orang dengan latar budaya yang berbeda. 

5. Emosi 
Emosi merupakan perasaan subjektif terhadap suatu kejadian. Emosi seperti marah, sedih, senang akan dapat mempengaruhi bidan dalam berKomunikasi dengan orang lain. Bidan perlu mengkaji emosi klien dengan tepat. Selain itu, bidan juga perlu mengevaluasi emosi yang ada dirinya agar dalam melakukan asuhan kebidanan tidak terpengaruh oleh emosi bawah sadarnya. 

6. Jenis Kelamin 
Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang menyebutkan bahwa wanita dan laki- laki mempunyai perbedaan gaya Komunikasi. Dari usia tiga tahun, wanita bermain dengan teman baiknya atau dalam group kecil, menggunakan bahasa untuk mencari kejelasan dan meminimalkan perbedaan, serta membangun dan mendukung keintiman. Laki- laki di lain pihak, menggunakan bahasa untuk mendapatkan kemandirian aktivitas dalam grup yang lebih besar, dan jika ingin berteman, mereka melakukannya dengan bermain. 

7. Pengetahuan Tingkat pengetahuan mempengaruhi Komunikasi. 
Seseorang yang tingkat pengetahuannya rendah akan sulit merespons pertanyaan yang mengandung bahasa verbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Bidan perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien sehingga dapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberi asuhan yang tepat kepada klien. 

8. Peran Dan Hubungan Gaya dan Komunikasi 
sesuai dengan peran dan hubungan antarorang yang berKomunikasi. Cara Komunikasi seorang bidan dengan kolganya, dengan cara Komunikasi seorang bidan pada klien akan berbeda, tergantung peran. Demikian juga antara orang tua dan anak. 154 | Komunikasi 

9. Lingkungan Jarak 
dapat mempengaruhi komunukasi. Jarak tertentu akan memberi rasa aman dan kontrol. Misalnya, individu yang merasa terancam ketika seseorang tidak dikenal tiba- tiba berada pada jarak yang sangat dekat dengan dirinya. Hal ini juga yang dialami oleh klien pada saat pertama kali berinterkasi dengan bidan. Untuk itu, bidan perlu memperhitungkan jarak yang tepat pada saat melakukan hubungan dengan klien. 

10. Citra Diri Manusia 
mempunyai gambaran tertentu mengenai dirinya, status sosial, kelebihan dan kekurangannya. Citra diri terungkap dalam Komunikasi. 

11. Kondisi Fisik 
Kondisi fisik mempunyai pengaruh terhadap Komunikasi. Artinya, indra pembicaraan mempunyai andil terhadap kelancaran dalam berkomunikasi. 

12. Sikap 
Sikap yang baik dan tepat diperlukan dalam menunjang proses Komunikasi, misalnya kontak mata yang wajar, posisi berhadapan, anggukan kepala, sikap terbuka dengan tidak melipat tangan dan kaki dan menyikapi apapunyang di sampaikan klien dengan tepat sehingga tidak menimbulkan persipsi yang salah. 

13. Kecakapan Selain faktor-faktor diatas , 
faktor kecakapan berKomunikasi baik dari pengirim pesan dan juga penerima pesan akan memperngaruhi proses Komunikasi, misalnya; kehangatan, rasa percaya diri, rendah hati, mampu menjadi pendengar yang baik, ekspresi wajah yang mendukung, pengetahuan juga sistem sosial. Begitu juga bagaimana tehnik juga gaya dalam mengatasi hambatan Komunikasi. Semakin cakap seseorang berkomunikasi semakin mudah berKomunikasi dan mencapai tujuan yang diinginkan.

No comments:

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi

Sediaan Oral Khusus & Formulasi Anak/Bayi 1. Pengertian Sediaan oral khusus → obat yang diberikan melalui mulut dengan formula khus...