PARTOGRAF (Alat Monitoring Persalinan)
1. Pengertian Partograf
Partograf adalah grafik atau lembar pemantauan yang digunakan untuk mencatat kemajuan persalinan, kondisi ibu, dan kondisi janin selama persalinan berlangsung.
Tujuan utama partograf:
-
memantau kemajuan pembukaan serviks
-
mendeteksi dini persalinan bermasalah
-
membantu bidan mengambil keputusan cepat
Partograf biasanya mulai digunakan saat persalinan memasuki fase aktif (pembukaan ≥4 cm).
2. Fungsi Partograf
Partograf memiliki beberapa fungsi penting:
1️⃣ Memantau kemajuan persalinan
Melihat apakah pembukaan serviks berjalan normal atau tidak.
2️⃣ Mendeteksi persalinan lama
Jika pembukaan lambat, bidan bisa segera mengambil tindakan.
3️⃣ Memantau kondisi bayi
Melihat apakah bayi mengalami gawat janin.
4️⃣ Memantau kondisi ibu
Seperti tekanan darah, nadi, suhu.
3. Bagian-bagian Partograf
Partograf dibagi menjadi 3 bagian besar.
BAGIAN 1
Kondisi Janin
Yang dicatat di bagian ini:
1️⃣ Denyut Jantung Janin (DJJ)
Normal:
120 – 160 kali/menit
Jika:
-
<120
-
160
➡️ kemungkinan gawat janin
Biasanya diperiksa setiap 30 menit.
2️⃣ Air Ketuban
Dicatat dengan kode:
I = ketuban utuh
C = jernih (clear)
M = mekonium
B = darah (blood)
Jika air ketuban hijau (mekonium)
➡️ bayi kemungkinan stres.
3️⃣ Moulage (tumpang tindih tulang kepala bayi)
Saat bayi melewati panggul, tulang kepala bisa saling menumpuk.
Skala:
0 = tidak ada
1 = sedikit
2 = sedang
3 = berat
Jika moulage berat → kemungkinan panggul sempit.
BAGIAN 2
Kemajuan Persalinan
Ini bagian paling penting.
1️⃣ Pembukaan Serviks
Digambar dalam grafik.
Simbol yang dipakai:
X = pembukaan serviks
Contoh:
Jam 10 → 4 cm
Jam 12 → 6 cm
Jam 14 → 8 cm
Normalnya pembukaan bertambah sekitar:
➡️ 1 cm per jam
pada fase aktif.
2️⃣ Garis Alert Line
Garis ini menunjukkan kecepatan pembukaan normal.
Jika grafik pembukaan melewati garis ini
➡️ persalinan mulai lambat.
3️⃣ Garis Action Line
Garis ini berada 4 jam di kanan alert line.
Jika grafik melewati action line
➡️ bidan harus mengambil tindakan.
Contoh tindakan:
-
rujuk ke rumah sakit
-
stimulasi kontraksi
-
evaluasi panggul
4️⃣ Penurunan Kepala Bayi
Dicatat dengan simbol:
O
Menunjukkan seberapa jauh kepala bayi turun.
Diukur dengan station.
Station 0 = kepala sejajar tulang panggul.
Station +5 = hampir lahir.
BAGIAN 3
Kondisi Ibu
Bagian ini mencatat kondisi kesehatan ibu.
1️⃣ Kontraksi Rahim
Dicatat tiap 30 menit.
Dilihat:
-
frekuensi
-
durasi
Durasi kontraksi digambarkan dengan kotak.
Contoh:
20 detik = kotak kosong
20–40 detik = setengah kotak
40 detik = kotak penuh
2️⃣ Tekanan Darah
Biasanya diperiksa setiap 4 jam.
Normal:
sekitar 90/60 – 120/80 mmHg.
Jika terlalu tinggi bisa terjadi preeklamsia.
3️⃣ Nadi
Normal:
60 – 100 kali/menit.
4️⃣ Suhu tubuh
Normal:
36 – 37,5 °C
Jika demam → kemungkinan infeksi.
5️⃣ Urine
Dilihat:
-
jumlah
-
protein
-
aseton
Protein dalam urine bisa tanda preeklamsia.
4. Kapan Partograf Dimulai?
Partograf dimulai saat:
-
pembukaan 4 cm
-
kontraksi teratur
Ini disebut fase aktif persalinan.
5. Tanda Persalinan Tidak Normal di Partograf
Bidan harus waspada jika:
1️⃣ Pembukaan tidak bertambah
2️⃣ Grafik melewati alert line
3️⃣ Grafik melewati action line
4️⃣ DJJ abnormal
5️⃣ Kontraksi lemah
Jika ini terjadi → perlu tindakan atau rujukan.
6. Kenapa Partograf Sangat Penting?
Karena bisa mencegah:
-
persalinan lama
-
kematian ibu
-
kematian bayi
-
gawat janin
Itulah sebabnya WHO mewajibkan penggunaan partograf dalam persalinan.
No comments:
Post a Comment