Di antara banyak pilihan, banyak wangi, banyak kemungkinan
Tapi entah kenapa,
Tidak semuanya terasa seperti “aku”.
Tidak semuanya terasa seperti “aku”.
Ada beberapa harum yang terasa kosong dan hampa
Beberapa terlalu gaduh, ramai dan terlalu bising
Dan ada beberapa yang terasa terlalu dekat hingga sangat asing
Katanya, memilih parfum itu soal selera.
Tapi semakin aku mencoba, aku mulai sadar,
Ini bukan tentang mana wangi yang tepat -mana yang paling enak dicium,
Ini tentang mana yang paling terasa.
Perasaan yang pernah ada,
Momen yang tidak benar-benar hilang,
Dan seseorang yang diam-diam masih tinggal.
Perasaan yang pernah ada,
Momen yang tidak benar-benar hilang,
Dan seseorang yang diam-diam masih tinggal.
Aku tidak langsung memilih
Perlahan ku hadirkan moment-moment yang dulu sempat pergi dan hilang
Bukan yang paling mencolok, bukan juga yang paling manis.
Tapi yang paling terasa familiar.
Seperti pernah mengenalnya,
Tanpa perlu dijelaskan "aku pernah ada cinta disini"
Bukan yang paling mencolok, bukan juga yang paling manis.
Tapi yang paling terasa familiar.
Seperti pernah mengenalnya,
Tanpa perlu dijelaskan "aku pernah ada cinta disini"
Dan saat perlahan aku menuangkan harumnya,
Aku mengerti satu hal—
Aku tidak hanya sedang memilih wangi
Aku sedang memilih cara untuk tetap dekat dengan sesuatu yang pernah jauh
Karena tidak semua yang sudah berlalu benar-benar selesai dan hilang
Beberapa hanya berubah bentuk
Menjadi sesuatu yang bisa dipakai, dibawa kemanapun pergi, tapi tidak bisa dilepaskan.
— Dysense
No comments:
Post a Comment