Sunday, May 11, 2025

Aku tak lagi menanti
Jadi kau tak perlu keberatan karena aku
Jalani saja apa yang menjadi tujuan akhirmu
Karena jelas bukan lagi aku, kan?
Sedih, 
Sakit,
Hampa.
Mereka yang setia ada di saat-saat aku hilang arah
Aku memang belum sepenuhnya lupa
Namun aku berusaha untuk tak lagi mengingatmu
Aku hampir tak mengenal diriku sendiri saat aku patah
Tak ada lagi impian di sudut jalan sana
Tak ada arah yang harus aku tuju
Semua selesai saat kau berkata harus pergi
Malam-malam panjang menjadi teman baikku setelah kepergianmu
Kesendirianku adalah waktu terbaik setelah kehilanganmu
Dan tanpa sadar,
Dingin kali ini terasa hangat saat aku sedetik mengenangmu

Aku harus menerima keadaan
Aku harus belajar bahwa yang datang pasti pergi
Aku harus paham bahwa yang singgah tak harus tinggal
Tak apa jika hatiku harus gaduh sebentar dengan logikaku
Setidaknya itu akan menenangkanku di kemudian hari
Mengingatmu aku tak pernah menangis
Namun seringkali hatiku basah
Bertemu denganmu, aku tak pernah menyesal
Namun seringkali aku menyalahkan diriku
Rasanya aku marah pada kepergian
Aku tak bisa menerima semua yang hilang
Hanya itu.

Dari kata yang tak pernah sempat terucap
Kini, ia memintanya untuk keluar menemui pemiliknya
Aku berharap ia bisa kukirim pulang
Tapi bukan dengan diriku
Namun dengan tulisan ini
Diriku patah
Ada bagian yang hilang
Entah kemana jalannya arahku
Bahkan anginnya pun menjadi tak terkendali
Aku ingin terbang jauh kembali
Melihat semua kebahagiaan dari atas sana
Meski bahagianya bukan lagi milikku
Malam yang menusuk dengan dinginnya ini
Justru menjadi ruang ternyaman dalam kesendirianku
Tak ada bahu untuk bersandar, namun ada angan yang masih kumiliki
Tak ada tubuh untuk kupeluk, namun ada harap yang masih kusimpan
Di sela-sela hariku
Tak jarang bayangmu hadir
Hanya diam dan menatap
Tak pernah berbicara
Tapi seolah memintaku untuk menemani

Ketorolac

"Kenapa Ketorolac yang terkenal kuat justru tidak boleh digunakan terlalu lama?" Saat membahas obat nyeri, banyak orang beranggapa...