"Kalau sama-sama Diclofenac, kenapa ada yang namanya Diclofenac Sodium dan Diclofenac Potassium?"
Kalau kamu pernah menerima resep dokter untuk nyeri sendi, nyeri punggung, atau nyeri setelah tindakan tertentu, ada kemungkinan kamu pernah bertemu dengan Diclofenac.
Namun banyak orang dibuat bingung saat melihat nama yang berbeda-beda.
Ada yang tertulis:
Diclofenac Sodium
Sodium Diclofenac
Natrium Diclofenac
Diclofenac Potassium
Kalium Diclofenac
Sekilas terlihat seperti obat yang berbeda.
Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.
Sebenarnya Mereka Masih Satu Keluarga
Mari kita luruskan dulu.
Baik Diclofenac Sodium maupun Diclofenac Potassium sama-sama mengandung zat aktif utama yang sama, yaitu Diclofenac.
Jadi bukan berarti salah satunya obat yang lebih kuat atau lebih modern.
Perbedaannya terletak pada bentuk garam yang digunakan.
Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin terdengar rumit.
Namun sederhananya, bentuk garam dapat memengaruhi bagaimana obat diserap oleh tubuh.
Kenapa Ada Versi Sodium dan Potassium?
Bayangkan kamu ingin pergi ke tempat yang sama.
Kamu bisa menggunakan mobil, motor, atau kereta.
Tujuannya tetap sama, tetapi kecepatan dan cara perjalanannya bisa berbeda.
Begitu pula dengan Diclofenac.
Kalium Diclofenac (Diclofenac Potassium) cenderung lebih cepat larut dan diserap oleh tubuh.
Karena itu bentuk ini sering digunakan untuk kondisi nyeri akut yang membutuhkan efek lebih cepat.
Misalnya:
Nyeri haid
Sakit gigi
Nyeri mendadak
Sementara itu, Natrium Diclofenac (Diclofenac Sodium) umumnya memiliki profil penyerapan yang sedikit berbeda dan sering digunakan pada kondisi yang memerlukan kontrol nyeri yang lebih berkelanjutan.
Bagaimana Cara Kerja Diclofenac?
Untuk memahami Diclofenac, kita perlu berkenalan lagi dengan tokoh lama yang sudah muncul pada pembahasan Ibuprofen dan Asam Mefenamat.
Namanya adalah prostaglandin.
Prostaglandin merupakan zat yang berperan dalam munculnya nyeri, peradangan, dan demam.
Ketika tubuh mengalami cedera atau peradangan, produksi prostaglandin meningkat.
Akibatnya area yang bermasalah menjadi:
Nyeri
Bengkak
Kemerahan
Terasa lebih hangat
Diclofenac bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin tersebut.
Ketika kadar prostaglandin menurun, gejala-gejala tadi ikut mereda.
Kenapa Diclofenac Sering Diresepkan Dokter?
Salah satu alasan utama adalah karena efek antiinflamasinya yang cukup baik.
Itulah sebabnya Diclofenac sering digunakan pada kondisi seperti:
Osteoartritis
Nyeri sendi
Nyeri punggung
Cedera olahraga
Nyeri akibat peradangan lainnya
Dengan kata lain, Diclofenac tidak hanya membantu mengurangi rasa sakit, tetapi juga membantu mengatasi proses peradangan yang menjadi penyebabnya.
Lalu Kenapa Harus Hati-Hati dengan Lambung?
Nah, di sinilah cerita menariknya.
Selama ini prostaglandin kita kenal sebagai penyebab nyeri dan peradangan.
Namun ternyata prostaglandin juga memiliki tugas lain yang tidak kalah penting.
Ia membantu melindungi dinding lambung dari asam lambung.
Ketika Diclofenac mengurangi produksi prostaglandin, perlindungan alami lambung juga ikut berkurang.
Akibatnya sebagian orang dapat mengalami:
Mual
Nyeri ulu hati
Perut terasa perih
Gangguan lambung lainnya
Karena alasan inilah tenaga kesehatan sering menyarankan penggunaan obat ini setelah makan dan pada kondisi tertentu dapat dikombinasikan dengan obat pelindung lambung.
Kesimpulan
Diclofenac merupakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang banyak digunakan untuk mengatasi nyeri dan peradangan.
Baik Diclofenac Sodium maupun Diclofenac Potassium sebenarnya mengandung zat aktif yang sama. Perbedaannya terletak pada bentuk garam yang memengaruhi karakteristik penyerapannya.
Namun seperti anggota keluarga NSAID lainnya, manfaat yang dimiliki juga disertai beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait kesehatan lambung.
Dan menariknya, pembahasan tentang lambung ini akan membawa kita bertemu dengan tokoh berikutnya dalam seri Journal Obat.
Namanya?
Omeprazole.
Dan percayalah, dia punya cerita yang tidak kalah menarik.