Wednesday, October 31, 2018

Waralaba

Waralaba istilah Franchise berasal dari Bahasa Perancis yaitu  artinya bebas dari perbudakan, sedangkan dalam Bahasa Inggris berarti to Free atau bebas. Namun sekarang kata itu mempunyai arti yang lain.
Hukum Waralaba di Indonesia
PP No 16/1997 tentang Waralaba:
Waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penydiaan dan/atau penjualan barang dan/atau jasa (Pasal 1 butir 1).
Waralaba diselenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis  antara pemberi waralaba dan penerima waralaba, yang dibuat dalam bahasa Indonesia dan berlaku  hukum Indonesia (pasal 2)
Jadi waralaba atau franchise  adalah suatu perikatan yang lahir dari perjanjian antara pemberi waralaba (franchisor) dan penerima waralaba (franchisee);
Perjanjian  harus dibuat secara tertulis, jadi keabsahan perjanjian waralaba selain harus memenuhi ketntuan Pasal 1320 KUH Perdata juga harus dibuat  secara tertulis bahkan menurut Pasal 7 harus didaftarkan.
Dalam  suatu perikatan waralaba terdapat  unsur  hukum perjanjian dan Hak atas  Kekayaan Intelektual misalnya hak ats merek dan rahasia dagang.
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 259/MPP/KEP/7/1997 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelasanaan Pendaftaran Usaha Wiralaba
Mengatur tentang jangka waktu perjanjian waralaba
Mengutamakan penggunaan barang dan atau hasil produksi dalam negeri sepanjang memenuhi standar mutu barang dan jasa sesuai perjanjian waralaba

Karakteristik waralaba
Frenchisor mengijinkan frenchisee untuk memakai merek dagang, sistem, bentuk manajemen dari franchisor berdasarkan exsclusive right
Ijin pemakaian tersebut diberikan untuk jangka waktu tertentu
Perjanjian waralaba ini hanya untuk wilayah tertentu
Atas pemberian ijin 3 hal tsb di atas frenchisee harus membayar kepada franchisor sejumlah fee dan/atau royalty
Seluruh biaya-biaya untuk pelaksanaan perjanjian ini menjadi beban Frenchisee.
Bentuk waralaba
product and trade franchise
franchisor memberikan lisensi kepada franchisee untuk menjual produk-produk franchisor, misalnya dealer mobil dan stasiun bensin;
bisnis format franchise
franchisor memberikan seluruh konsep bisnis yangmeliputi strategi pemasaran, pedoman dan standar pengoperaian bantuan teknis, pelatihan kepada franchise, misalnya, fast food restaurant.
Kelebihan
Pelatihan formal
Bantuan manajemen keuangan
Metode pemasaran yang telah terbukti
Bantuan manajemen operasional
Jangka waktu permulaan bisnis lebih cepat
Tingkat kegagalan keseluruhan lebih rendah
Kekurangan
Pajak Franchise
Royalti
Batas pertumbuhan
Kurangnya kebebasan dalam operasi
Franchisor mungkin penyalur tunggal dari beberapa perlengkapan

Kode Etik Franchise Indonesia
Bersedia memberi informasi yang lengkap dan jelas dalam Bahasa yang dimengerti oleh calon Franchisee dan dalam hubungan Franchisor-Franchisee mengenai komitmen dan tanggung jawab masing-masing
Dalam memilih Franchisee, franchisor tidak dibenarkan mengadakan diskriminasi berdasarkan ras, agama, gender, kelompok, dst.
Franchisor mengembangkan dialog yang permanen dan baku dengan para franchisee-nya
Franchisor memberikan pengarahan terhadap kegiatan usaha/bisnis
Franchisee harus menjaga integritas dan nama dari franchisee dan tidak dibenarkan untuk menyaingi jaringannya sendiri
Franchisee memberi informasi operasional yang benar dan jujur mengenai bisnisnya pada franchisor dan wajib menjaga kerahasiaan selama dan sesudah kontrak
Franchisor dan franchisee bekerjasama dengan loyal dan saling menghormati mengenai kewajiban dan komitmen masing masing

Mendirikan Usaha Baru

Cara Memasuki Dunia Usaha
Merintis Usaha Baru
Memasuki Bisnis Keluarga
Franchise
Membeli Perusahaan Orang Lain
Membentuk dan Mendirikan Usaha Baru (Starting)
Membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri
Bentuk Usaha
Perusahaan milik sendiri
Bentuk Usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang
Perusahaan Persekutuan
Kerja sama 2 orang/lebih yang bersama-sama menjalankan usaha
Perusahaan Berbadan Hukum
Didirikan atas dasar badan hokum dengan modal saham-saham
Hasil survei Peggy Lambing (2000:90)
43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman bekerja
15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik
11% responden memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar
31% memulai usaha karena hobi

Alat untuk mencari peluang bisnis/usaha:
Surat kabar
Laporan periodik tentang perubahan ekonomi
Jurnal perdagangan dan pameran dagang
Publikasi pemerintah
Informasi lisensi produk yang disediakan oleh broker, universitas, dan korporasi lainnya.

Pendekatan Utama
Pendekatan berdasarkan pengalaman
Ketrampilan, kemampuan, dan latar belakang sendiri dalam menentukan jenis usaha yang akan dirintis
Pendekatan berdasarkan kebutuhan pasar
Pendekatan yang menekankan pada pengamatan lingkungan tentang kebutuhan pasar ditransfer menjadi peluang-peluang bisnis.

Kompetensi Wirausaha
Teknik
Bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya
Pemasaran
Bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat
Finansial
Bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya
Hubungan
Bagaimana cara mencari, memelihara, dan mengembangkan relasi dan kemampuan komunikasi serta negosiasi

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan
Bidang dan jenis usaha yang akan dimasuki
Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih
Tempat usaha yang akan dipilih
Organisasi usaha yang akan digunakan
Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
Lingkungan usaha yang akan berpengaruh

Tahapan memulai Usaha Baru:
Diawali dengan adanya ide
Mencari sumber dana dan fasilitas barang, uang, dan orang
Obyek bisnis memiliki pasar
Memperhatikan peluang pasar sebelum produk diciptakan

Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki
Bidang usaha pertanian (agriculture)
Bidang usaha pertambangan (mining)
Bidang usaha pabrikasi (manufacturing)
Bidang usaha konstruksi
Bidang usaha perdagangan (trade)
Bidang jasa keuangan (financial service)
Bidang jasa perseorangan (personal service)
Bidang usaha jasa-jasa umum (public service)
Bidang usaha jasa wisata (tourism)
Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
Perusahaan Perorangan (sole proprietorship) ( satu orang
Persekutuan (Partnership) ( asosiasi dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama
Perseroan (Corporation) ( anggotanya terdiri atas para pemegang saham
Firma ( nama bersama
Tempat usaha yang akan dipilih
Mempertimbangkan aspek efisiensi & efektivitas
Alternatif menentukan tempat memulai usaha
Membangun bila ada tempat yang strategis
Membeli atau menyewakan bila lebih strategis dan menguntungkan
Kerja sama bagi hasil, bila memungkinkan
Organisasi usaha yang akan digunakan
Perpaduan fungsi kewirausahaan dan manajerial
Hubungan yang timbul antara organisasi perusahaan dengan lingkup usaha
Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks organisasinya
Semakin kecil lingkup usaha, semakin sederhana organisasinya
Semakin kecil perusahaan maka fungsi kewirausahaan akan semakin besar, tetapi fungsi manajerial yang dimilikinya akan semakin kecil
Lingkup usaha kecil umumnya organisasinya dikelola sendiri
Pengusaha kecil umumnya berperan sebagai small business owner-manager/small business operator
Lingkungan Usaha
Lingkungan Usaha Mikro ( ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan
Lingkungan Usaha Makro ( di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan
Lingkungan Ekonomi
Lingkungan Teknologi
Lingkungan Sosial Politik
Lingkungan Demografis dan Gaya Hidup
Hambatan dalam Memasuki Industri
Sikap dan Kebiasaan Pelanggan
Biaya Perubahan (Switching Cost)
Respons dari pesaing yang telah lebih dulu ada

Paten,  Merk Dagang, dan Hak Cipta:
Perlindungan produk – produk perusahaan untuk menghindari usaha – usaha meniru dan menduplikasi yang dilakukan oleh pihak lain

Paten
Pengakuan lembaga yang berwenang kepada perusahaan atas penemuan produk dan perusahaan tersebut diberi wewenang untuk membuat, menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan

Langkah-langkah Mendapatkan Hak Paten
Tetapkan bahwa yang ditemukan betul – betul baru
Dokumentasikan alat yang ditemukan tersebut
Telusuri paten – paten yang telah ada
Pelajari hasil telusuran
Mengajukan lamaran paten

Paten,  Merk Dagang, dan Hak Cipta (Lanjutan):
Merk Dagang ( berbentuk simbol atau nama atau logo atau slogan atau tempat dagang
Hak Cipta ( hak istimewa guna melindungi pencipta atas keorisinilan (keaslian) ciptaannya

Penilaian Aspek Keuangan

Pertimbangan dalam menilai aspek keuangan dapat meliputi penilaian terhadap:
Sumber Pendanaan (Financing)
Perhitungan aliran kas yang akan diperoleh selama investasi
Penilaian Sumber Pendanaan
Kegunaan
Dana untuk kebutuhan membeli aktiba tetap, seperti tanah, bangunan, peralatan interior (computer, meja & rak obat, kursi pasien) dan eksterior(billboard)
Dana untuk kebutuhan modal kerja (untuk aktiva lancar yaitu kas, rekening di Bank, membeli barang dagangan)
Sumber Dana
Pertimbangan dalam memilih sumber dana adalah biaya yang paling rendah (efisien) dengan masa tenggang pengembalian yang lebih lama dibandingkan payback periode proyeknya.
Beberapa sumber dana :
Modal pemilik perusahaan
Bank
Investor
Lembaga non-bank atau leasing
Penilaian Analisis Keuangan
Metode
Analisis Payback Periode
Payback period adalah pengukuran periode yang diperlukan dalam menutup kembali biaya investasi (initial cash investment) dengan menggunakan aliran kas (laba bersih) yang akan diterima
Jumlah nilai investasi
Payback Period =  x 1 tahun Jumlah kas yang masuk per th

Indikatornya:
Bila PP yang diperoleh waktunya < dari maximum PP yang ditetapkan, maka proyek tersebut layak dilaksanakan
Bila PP yang diperoleh waktunya > lama dari maximum PP yang ditetapkan, maka proyek tersebut tidak layak dilaksanakan
Bila PP yang diperoleh waktunya = maximum PP yang ditetapkan, maka proyek tersebut dikatakan boleh dilaksanakan dan juga boleh tidak
Kelemahan dari analisis ini adalah bahwa nilai jumlah kas yang akan diterima (masuk), nilainya tidak disekarangkan (NPV-Net Present Value) sehingga nilainya tidak sama dengan nilai uang investasi yang dikeluarkan pada saat ini.
Analisis Return on Investment
Pengukuran besaran tingkat return (%) yang akan diperoleh selama periode investasi dengan cara membandingkan jumlah nilai laba bersih per tahun dengan nilai investasi.
Nilai Laba Bersih
ROI =   X 100%
      Nilai Investasi
Indikatornya:
Bila ROI yang diperoleh > dari bunga pinjaman, maka proyek dikatakan layak dilaksanakan
Bila ROI yang diperoleh < dari bunga pinjaman, maka proyek dikatakan tidak layak dilaksanakan
Bila ROI yang diperoleh = bunga pinjaman, maka proyek  boleh dilaksanakan atau tidak
Kelemahan dari analisis ini adalah bahwa jumlah laba yang akan diterima, nilainya tidak disekarangkan (di NPV kan) sehingga nilainya tidak sama dengan nilai uang investasi yang dikeluarkan pada saat sekarang
Analisis NPV (Arus Kas yang Akan Diterima)
Analisis NPV adalah analisis untuk mengetahui nilai arus kas yang akan diterima selama periode investasi (NPV2) apakah lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan nilai investasi yang dikeluarkan pada saat sekarang (NPV1)
∆ = NPV2 – NPV1

Indikatornya:
Bila menggunakan diskon factor yang sama dengan bunga pinjaman hasil nya positif, maka proyek tersebut layak dilaksanakan
Bila menggunakan diskon factor yang sama dengan bunga pinjaman hasil ∆ nya negatif, maka proyek tersebut tidak layak dilaksanakan
Bila menggunakan diskon factor yang sama dengan bunga pinjaman hasil ∆ nya = 0, maka proyek tersebut boleh dilaksanakan atau tidak

Analisis Internal Rate of Return
Pengukuran besaran diskon factor (tingkat suku bunga), yang diperoleh dengan cara mensekarangkan (presentate) aliran kas yang akan diterima selama periode investasi.
Nilai IRR harus lebih besar dari tingkat suku bunga pasar (market rate), karena investasi mempunyai banyak resiko antara lain yaitu :
Resiko investasi gedung
Resiko investasi mesin
Resiko investasi kendaraan

Metode untuk mencari IRR dari arus kas yang akan diterima selama periode investasi dengan metode Trial & Error
Langkah-Langkah :
Menghitung nilai sekarang (NPV2) arus kas yang akan diterima selama periode investasi dengan diskon factor (df1) yang  sama dengan suku bunga pinjaman, lalu NPV2 nya dikurangi dengan NPV1 (nilai investasi yang dikeluarkan sekarang)
Bila dengan diskon factor (df1) yang = suku bunga pinjaman hasil ∆ (NPV2 NPV1) nya negative, maka trial yang kedua dihentikan dan proyek dinyatakan tidak layak. Karena dengan (df1) yang = suku bunga pinjaman saja ∆ 1 nya sudah negative
Bila dengan diskon factor (df1) yang = suku bunga pinjaman hasil ∆ (NPV2 NPV1) nya positif, maka NPV2 nya dihitung kembali dengan diskon factor yang lebih besar (df2) sampai memperoleh nilai ∆ 2 (NPV2 – NPV1) yang paling mendekati 0 (+) atau (-).
Bila dengan menggunakan diskon factor yang > dari suku bunga yang ke n kali telah memperoleh hasil ∆2 nya yang paling mendekati 0, maka itulah diskon factor (df2) yang paling maximal. Karena bila angka diskon factor diperbesar lagi maka ∆2 nya akan negative


Soal:
Pak Wayan seorang Apoteker bermaksud mendirikan sebuah apotek. Dalam usulan studi kelayakannya Pak Wayan membutuhkan dana untuk bangunan dan sarana sebesar Rp 250.000.000,- nilai residu diperkirakan Rp 50.000.000,- dan untuk modal kerja (kas,bank, & barang dagangan ) Rp 50.000.000,- dengan proyeksi laporan L/R pada tahun I sebagai berikut :
Penjualan : Rp 800.000.000,-
Harga pokok penjualan : Rp 640.000.000,-
Biaya usaha : Rp 60.000.000,-
Laba sebelum pajak(EBT) : Rp 100.000.000,-
Pajak penghasilan (misal 5%) : Rp 5.000.000,-
Laba sesudah pajak (EAT) : Rp 95.000.000,-
kemudian usulan studi kelayakannya diajukan ke Bank untuk memperoleh pinjaman. Setelah dianalisis, pihak Bank menetapkan pinjaman Pak Wayan disetujui dengan catatan lama pinjaman 5 tahun, bunga 15% pertahun. Proyeksi laporan L/R pada tahun berikutnya (selama 5 tahun) dianggap sama, karena pertimbangan situasi politik dan ekonomi yang belum stabil. Buatlah analisis keuangannya dan rekomendasi saudara kepada Pak Wayan ?
Jawaban:




Kesimpulan sementara :
Lamanya waktu pengembalian pinjaman dari Bank selama 5 tahun, sedangkan apotek dengan tingkat perolehan laba sebesar Rp 95.000.000,- per tahun, mampu menutup pinjaman selama 3.23 tahun ( 3 tahun dan 2.76 bulan)
Jadi proyek tersebut layak dilaksanakan.

Penilaian dengan Analisis ROI





Penilaian dengan Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Lama pengembalian pinjaman dari Bank : 5 tahun
Tingkat suku bunga pinjaman sebesar 15% pertahun
Asumsi perolehan L-R selama 5 tahun, relatif stabil (tetap)
Nilai residu fix asset dan modal kerja : Rp 100.000.000,-
Tahapan cara menghitung IRR :
Menghitung aliran kas yang akan diterima selama 5 tahun. Untuk menghitung aliran kasnya selama 5 tahun dapat digunakan metode trial & error (coba-coba) dengan tahapan sebagai berikut :
Trial & Error pertama : dengan diskon factor (df1) yang besarnya = suku bunga pinjaman Bank yaitu 15%
Tabel 1 : Aliran kas, df 15% (df1), selama 5 tahun
Th
Aliran Kas Masuk
Df 15%
NPV Aliran Kas Masuk

0
(300.000.000)
1
(300.000.000) NPV1

1
95.000.000
0,8695
82.602.000

2
95.000.000
0,7561
71.829.500

3
95.000.000
0.6575
62.462.500

4
95.000.000
0.5717
54.311.500

5
95.000.000
0.4972
47.234.000

100.000.000
0.4972
49.720.000


368.159.500 (NPV2)

Keterangan  : Tahun I dari df 15% = 0.8695
  Tahun II = 0.7561
  dstnya………………
∆ 1 = NPV2 – NPV1
    = 368.159.500 – 300.000.000
          = 68.159.500
Trial & Error kedua : dengan diskon factor (df2) = 23%
Tabel 2 Aliran kas, df 23% (df2), selama 5 tahun
Th
Aliran Kas Masuk
Df 23%
NPV Aliran Kas Masuk

0
(300.000.000)
1
(300.000.000)

1
95.000.000
0.8130
77.235.000

2
95.000.000
0.6610
62.750.000

3
95.000.000
0.5374
51.053.000

4
95.000.000
0.4369
41.505.500

5
95.000.000
0.3552
33.744.000

100.000.000
0.3352
35.520.000


301.185.250 (NPV2)

∆ 2 = NPV2 – NPV1
         = 301.185.250 – 300.000.000
          = 1.185.250

Trial & Error ketiga : dengan menggunakan df2 24%
Aliran kas, df 24% (df2), selama 5 tahun
Th
Aliran Kas Masuk
Df 24%
NPV Aliran Kas Masuk

0
(300.000.000)
1
(300.000.000)

1
95.000.000
0.8065
76.617.500

2
95.000.000
0.6504
61.788.800

3
95.000.000
0.5245
49.827.500

4
95.000.000
0.4230
40.185.000

5
95.000.000
0.3411
32.404.500

100.000.000
0.3411
34.110.000


294.922.500 (NPV2)

∆ 2 = NPV2 – NPV1
            = 294.922.500 – 300.000.000
            = (5.077.500)
Menetapkan df2 yang menghasilkan ∆2 yang paling mendekati 0. dari hasil trial & error kedua dan ketiga diperoleh bahwa:

∆2 dengan df2 23% = 1.185.250
∆2 dengan df2 24% = (5.077.500)
Jadi df2 nya = 23%, karena ∆2 nya paling mendekati angka 0
 









Penilaian dengan Analisis Perhitungan NPV

Dari hasil perhitungan pada tabel 1, diperoleh bahwa :
∆ NPV = NPV2 – NPV1
         = 368.159.500 – 300.000.000
         = 68.159.500
Kesimpulan sementara:
∆ NPV yang diperoleh dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank sebesar 15%, hasilnya positif sebesar : Rp 68.159.500
Maka proyek tersebut layak dilaksanakan
Kesimpulan akhir
IRRnya diperoleh sebesar 22.84% (> dari 15%)
∆ NPV yang diperoleh dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank sebesar 15%, hasilnya positif sebesar : Rp 68.159.500
Maka proyek tersebut layak dilaksanakan
Rekomendasi
Proyek tersebut layak dilaksanakan, dengan syarat IRRnya tidak lebih dari 22.84%, (karena bila IRRnya > 22.84, maka aliran kasnya akan negative dan proyek tersebut menjadi tidak layak)

Monday, October 29, 2018

Rasa yang Tertinggal

Ketika mulut tak lagi dapat berucap
Ketika mata tak lagi lagi menatap
Ketika kaki tak lagi dapat melangkah
Hatiku berdebar kencang ingin mendobrak dan mengatakan semuanya
Bahwa rasaku tertinggal

Sunday, October 28, 2018

Terbiasa

Awal itu manis
Awal itu indah
Kenapa hanya di awal,
karena kita memiliki rasa itu disaat 180 derajat dari keadaan saat itu.
Bagaimana dengan akhir-nya.
Dan semua akan terbiasa dengan biasa hingga berakhir bisa.

-Kisah Theyia

Saturday, October 27, 2018

Teman Kecil

Di konten kali ini, gue ingin membawa mereka semua yang selalu bikin gue nyaman yang senyaman-nyamannya dari teman gue yang lain -aah alaynya gueh.
Mereka shelter banget. Lebih tepatnya sih karena we love each other.
Gue nyaman sama mereka karena salah satu alasannya adalah orang tua gue kenal mereka dan orang tuanya. Mama gue dan mama-mama yang lain selalu anter anaknya ke sekolah dan menunggu sampai anak-anaknya pulang sekolah. Selama  anak-anaknya di kelas, mama-mama pasti udah rumpi banget di kantin tuh -andai aja mereka buat group whatsapp, ngga kebayang deh gue rumpinya kayak apa haha. Mungkin kalau waktu itu udah jamannya now, ponsel mama gue udah berisik kali dari dulu. Udah gitu yang sering beli kuota mungkin mama, bukan gue haha.

***

Main sama mereka juga gue sih tenang, karena kalau pulang pasti semuanya anter gue pulang ke rumah. Begitupun sama teman cewe gue yang lain. Kalau kemalaman.... paling ponsel gue bunyi, ditambah ada tulisan "Horror Number" disana. Dan mereka pasti yang angkat telfon dan ngomong ke mama tanpa gue suruh haha.

Dulu itu gue sempat berpikir tentang keadaan mereka semua yang gue nggak tau kabarnya karna lose context. "Mereka sehat nggak ya? Mereka kerja atau kuliah? Udah pada nikah belum ya? -pasti udah ada yang punya anak. Semoga teman-teman gue sukses dan nggak lupa sama gue." Selalu itu yang ada di benak gue saat gue lagi rindu sama sahabat kecil yang dulu sering banget buat gue tertawa lepas haha. 

Yang gue tau kabarnya cuma..
Beden, ah ini si bukan cuma tau kabarnya aja. Suruh hitung jumlah ubin di rumahnya aja, gue hafal.
Mia. Dia emang sahabat gue kalau di rumah. Kita kan punya genk  gitu haha.
Iwan. Meski kita 1 RT, kita jarang ketemu karena dia sibuk kerja, tapi gue tau kabarnya dia ditinggal nikah sama mantannya yang nggak lama abis putus itu haha.
Ica. Kita beda kampung sih, paling 5 menit kalau naik motor ke rumahnya. Nggak jarang juga, dia pasti ke rumah gue.
Andri. Dia tetanggaan sama ica. Tapi gue lebih sering ketemu dia di Mall. Karena dia kerja disana.
Ade isk. Dia kerja dekat tempat kerjanya teman gue. So, sedikit tau lah tentang kabarnya hehe.
That's it. Cuma mereka yang gue tau kabarnya. Sisanyaaa cuma bisa gue pikirin aja, kayak..
Diki. Itu anak masih playboy nggak ya?
Lisna. Lisna minusnya nambah atau ngurang ya? -siswi pertama di kelas yang pakai kacamata.
Fahmi. Dulu kan dia Arielnya kita haha.
Anggun. Dia udah feminim belum ya?
Anissa. Dia pasti looks nya berubah banget, dia kan anak Habib.
Ardita. Masih dipanggil bule nggak sih dia?
Feby. Si feby masih inget parung nggak ya? -dia sekolah di Padang, lumayan lama.
Naufal. Cowo yang paling rajin belajar kayaknya, nggak tau sekarang haha.
Cicit. Dulu itu cuma dia yang serius banget sekolah. Kalau udah ada guru, mukanya flat banget kalau diajak bercanda haha.
Desi - Riri. Mereka kalau kemana-mana masih suka barengan nggak sih? Rumahnya aja kan gandengan.
Indri. Dia suka ngumpulin potongan kuku terus dia simpan deh di gulungan tissue. Masih gitu nggak sih?
Doni. Kalau nggak salah dulu itu dia kribo haha.
Lusi. Dia masih jadi si pendiam abadi kayanya haha.
Herlan. Yayan masih manja nggak ya sama mamahnya? Haha.
Yoland. Pasti kalau inget ini anak, sepaket sama abang dan mamahnya haha.
Kerin. Kerin kapan kurus ya? Atau udah kurus?
Aan (cowo). Pendiam dan kalem. Nggak tau deh sekarang haha.
Aan (cewe). Dia pasti kalau ngomong masih medok haha.
Nadya - Nia. Anak baru, cantik, pintar, dulu jadi inceran anak lelaki haha.
Adam. Itu anak kapan gedenya ya? Kecil mulu aha.
Derry R - Derry H. Dia yang sering berantem di sekolah kan ya?
Diki W. Masih di anter sama mamahnya nggak ya kalau kemana-mana? Haha.
Fahri. Nggak beda jauh sama Lisna hehe.
Ivan. Dia yang dulu kalau berantem angkat-angkat bangku kan? Ahah

***

Tapi sekarang kita punya group whatsapp loh hehe. Seneng deh bisa kontekan lagi sama mereka, tau kabar mereka sampai sekarang, dengar cerita mereka selama kita nggak ketemu huhu.
Tapi di group itu jarang banget yang namanya semua participant ikut comment. Yang muncul ya dia lagi, dia terus, dia mulu haha. Mereka yang sering berisik di group nih, Feby, Ica, Lisna, Cicit, Indri, Riri, Fahmi, Dery, Iwan, Andri, Adam, Naufal, Doni, Diki dan begitupun dengan gue. Yang sering kumpul juga ya itu-itu aja terus -dari 30 orang, paling bertambah 1 atau 2 orang haha.

***

Pokonya gimana pun keadaan kalian sekarang selalu diberi kesehatan, diberi kesuksesan, still humble dan nggak lupa sama gue yak.

Wednesday, October 24, 2018

Hati yang Beku

Ini yang membuatku sulit dan tak ingin membuka hati
Semua memang tak sama
Tapi yang ku temukan adalah sama
Pilihan bukan sekedar kau suka dengan yang terlihat, tapi bagaimana dengan pandangan sikapnya
Aku mencoba menghilangkan segala pikiran itu dalam ingatanku
Sulit.
Karena semua itu selalu berakhir sama
Berkali-kali aku meyakini hatiku bahwa mereka berbeda
Tapi waktu menjawab lain

Gengsi yang Teramat

Saat malam datang, dinginnya membuatku semakin larut dalam ketenangan.
Disana kau datang perlahan, menyapaku dengan senyuman yang menghangatkanku, menggenggam erat tanganku seakan akan kita tak akan pernah bertemu lagi.
Kau yang hanya berdiri di sudut sana, yang tidak pernah berkata, ku temui mata yang melihatku dari kejauhan.
Aku ingin kamu. Hanya itu yang bisa ku gempur dalam benakku. Sebab tak bisa ku berucap. Teramat kaku lidahku karena jarak yang selama ini kita hiraukan.

Tuesday, October 23, 2018

Obat Rindu

Bagaimana cara menghilangkan rindu tanpa sebuah temu?
Pegang hatimu,
Tutup matamu,
Bawalah ia dalam pikiranmu,
Al-fatihah kan.

Friday, October 12, 2018

Gembel

Mantanmu cantik-cantik
Ahh,
Jangankan mantan
Temanmu saja bukan tandinganku
Aku mundur
Iya,
Karna aku cuma gembel yang baru mandi

-Kisah Theyia

Ketorolac

"Kenapa Ketorolac yang terkenal kuat justru tidak boleh digunakan terlalu lama?" Saat membahas obat nyeri, banyak orang beranggapa...