Kamu tau se-taksengaja apa, kau kutemukan?
Aku hanya berjalan menyingkir dari orang yang bedesak-desakkan di rak depan.
Sampai pada akhirnya langkahku terhenti di tempat yang tenang -mengingatkanku bahwa aku pernah merasakan ini sebelumnya.
Lalu ku menoleh ke sebelah kiri, rak pojok, tepat di barisan terdepan.
Kamu.
Buku yang pernah kumiliki, pernah kubawa dan kukenalkan pada setiap orang -bahwa ini buku indah yang ceritanya selalu membawa kita seolah ikut bahagia di dalamnya, buku yang pernah kubaca sampai habis tapi kusisakan satu judul terakhir kemudian aku pergi karena tak lagi sanggup ku membacanya.
Yaa, finally i found you.
And, bisakah kita lanjut untuk menulis buku kedua ini?
Dengan ada aku lagi di dalamnya?
Aku rindu setiap katanya, sungguh.